
Tidak terasa sudah 1 bulan Alya bekerja. Jadi hari ini dia mendapatkan uang gaji bulanan dari hasil bekerja. Terlihat dia begitu senang karena akhirnya, dia bisa belanja kebutuhannya tanpa merengek minta dari Alex sang suami yang penuh perhitungan.
Sore itu sepulang dari tempat kerja Alya langsung ke rumah Bu Wina untuk menjemput anak-anaknya dan memberikan uang gaji kepada Bu Wina karena telah mengasuh anak-anaknya selama 1 bulan penuh.. Selain itu Alya membelikan beberapa sembako 1 kresek untuk Bu Wina.
"Mama!" sambut Arya sang anak yang sedang duduk di teras rumah Bu Wina.
Alya memeluk sang anak dan mencium keningnya. Kemudian Alya bertanya kepada sang anak, Amira adik dari Arya sedang kemana bersama Bu Wina karena nampak pintu rumah terbuka tapi tidak nampak keberadaan Amira dan Bu Wina berada.
"Adikmu dan Bu Wina kemana Nak?" tanya Alya kepada Arya sang anak.
"Lagi pergi ke warung barusan," jawab sang anak.
_______
Alya pun merebahkan diri duduk di kursi teras. Karena Alya pulang cepat sekitar pukul 2 siang jadi Diana beserta suaminya Bu Wina belum pulang bekerja, jadi keadaan di rumah pun nampak sepi. Kedua bola mata Alya tiba-tiba mengarah ke kantong keresek ukuran besar yang tengah berada di belakang pintu rumah disana terlihat ada beberapa sembako. Alya pun berpikir mungkin Bu Wina sudah belanja bulanan.
"Tadi yang bawa sembako Papa dan Kak Diana pun ikut, mungkin pas istirahat kantor," ucap Arya yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik sang Mama dan mengikuti mata sang Mama kemana mengarah.
DEGH...
Ucapan sang anak terasa buat jantung Alya berdetak lebih cepat seakan tidak karuan. Alya berpikir begitu banyak sembako yang diberikan oleh sang suami kepada Bu Wina. Dan Alex tidak memberitahukan dia terlebih dahulu.
"Atau mungkin Alex memberikan sembako karena sebagai ucap balas budi karena Bu Wina telah mengasuh anak-anak," gumam hati Alya mencoba berpikir positif tidak berprasangka buruk terhadap sang suami.
Alya pun nampak berpikir cukup lama karena kepulangan istirahat sang suami bersama Diana.
______
"Al, sudah lama datang!" tiba-tiba Bu Wina datang dari arah luar dengan menggendong Amira dan nampak Alya terkejut tatkala mendengar suara Bu Wina karena dia sedang dalam keadaan melamun.
"Iy-iya Bu!" jawabnya.
Alya pun kemudian memberikan amplop berwarna coklat yang berisi uang gaji bulanan pertama Bu Wina karena telah mengasuh anak-anaknya, dan sembako bulanan 1 kresek. Nampak terlihat wajah dari Bu Wina tersenyum bahagia. Dia berpikir selain Alya memberikan sembako, Alex pun terlebih dahulu telah memberikannya sembako juga.
"Terima kasih, Al," ucap Bu Wina tersenyum puas. Alya pun dan anak-anaknya kemudian pulang menuju rumah.
_______
__ADS_1
"Arya, tadi Papa pulang istirahat lama gak, di rumah Bu Wina?" tanya Alya kepada sang anak.
Sang anak nampak terdiam seakan mengingat kejadian yang tengah tadi berlangsung ketika sang Papa datang bersama Diana.
"Iya lama dan tadi Papa makan di rumah Bu Wina. Papa suapi Kak Diana!" jawab anak tersebut terdengar polos.
Nampak Alya terkejut dengan pengakuan jujur sang anak bahwa sang suami menyuapi Diana. Alya pun nampak mengernyitkan dahinya dan dadanya terasa berdesir.
______
"Saatnya aku harus ngomong serius pada suamiku. Aku harus tegas sebenarnya ada hubungan apa mereka!" gumam hati Alya.
Pikiran Alya bercabang selain memikirkan sang suami telah memberikan sembako ke Bu Wina tanpa konfirmasinya terhadap dirinya, juga di tambah sekarang memikirkan Alex sang suami yang dengan berani menyuapi Diana.
"Kamu mau mengelak apa lagi Alex!" gumam hati Alya dadanya bergejolak tidak karuan.
______
Tepat pukul lima sore akhirnya sang suami datang tapi tidak dengan Diana. Karena sebelumnya Alya sudah melarang mereka pulang bareng. Mungkin juga Diana tidak bercerita dengan Ibunya, bahwa sebenarnya Alya telah melarang Diana pulang bersama Alex, karena sifat dari Bu Wina tidak nampak memperlihatkan rasa bersalah dan canggung kepada dirinya.
Alya nampak memperhatikan di jendela kamarnya, ketika sang suami keluar dari dalam mobil dan Arya sang anak menyambut kedatangannya Papanya. Nampak terlihat sang suami dan Arya memasuki rumah dan selang beberapa menit terlihat Diana tengah berjalan kaki menuju rumahnya.
"Sialan! Mungkinkah suamiku jalan bareng pulang bersama Diana? Tapi Diana sengaja turun di jalan karena takut diketahui pulang bareng berdua!" gumam hati Alya terlihat mukanya cemberut.
______
Alya mencoba mengatur deru napasnya yang kian tidak beraturan, kemudian dia menyeret langkah kakinya menuju ruang keluarga dimana sang anak dan suaminya sedang bercengkrama.
"Arya, belum mandi ya, Nak! Ayo, mandi dulu keburu malam," ajak Alya kepada sang anak.
Sang anak pun kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sementara Alya duduk berhadapan dengan sang suami. Mata Alya lekat ke arah sang suami dengan sorot mata tajam. Sontak Alex merasa gugup dengan tatapan sang istri yang dia rasa terlihat penuh kecurigaan dan kebencian.
"Ada apa sih, Mah!" ucap Alex dan matanya dengan cepat mengarah ke layar televisi, seakan menghindari tatapan sang istri.
"Kamu jawab jujur ada hubungan apa dengan Diana!" Alya terdengar kesal ketika berucap.
"Bosan Mah, yang di bahas selalu itu. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Diana!" Jawabnya seakan membela diri.
__ADS_1
"Bohong! Jangan bohong kamu!" Alya pandangan matanya mendelik.
______
Nampak oleh ekor mata Alex terlihat Alya mengepalkan tangannya. Alex pun menyadari bahwa sang istri tengah dihinggapi rasa cemburu dan amarah yang coba dia tahan.
"Benar Mah, aku tidak ada hubungan apa-apa," ucap lagi sang suami.
Alya pun bertanya sama Alex maksud dia memberikan sembako terhadap Bu Wina apa, dan menyuapi Diana ketika makan.
Nampak terlihat Alex terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sang istri. Bahwa dia ketahuan sudah menyuapi Diana. Alex pun berpikir bahwa sang anak Arya mungkin tadi telah melihatnya dan sang anak sudah mengadu kepada Alya.
"Gawat! Ternyata Arya tadi lihat aku menyuapi Diana." gumam hati Alex.
"Kamu ada hubungan spesial ya, sama Diana!? Jawab, jawab jujur Mas!" desak sang istri kepada suaminya tersebut.
______
Terlihat Alex menghela napas panjang, seakan memberikan sebuah jawaban bahwa dia sebenarnya ada hati kepada sang tetangga, anak dari Bu Wina yang bernama Diana.
Alya pikirannya berselancar jauh mengingat perselingkuhan demi perselingkuhan yang dilakukan oleh sang suami dulu. Tidak menutup kemungkinan bahwa sang suami akan kembali mengulangi perselingkuhan tersebut kepada Diana.
"Aku,,,,! Aku cuma suka sama Diana, tidak lebih dari itu," ucapnya gugup dan spontan tanpa pikir panjang.
"Apa! Kamu bilang suka!" mata Alya melotot.
"Maksud Papa suka karena kepribadiannya Mah! Dia supel dan enak diajak ngobrol, jadi bukan suka dalam arti menyukai atau mengagumi dia," Alex memberikan alasan
PLAK ..
Tamparan indah pun melayang di pipi Alex, Alya seakan sudah tidak bisa membendung kegundahan dirinya.
Bersambung...
Maaf Reader-ku baru nulis lagi 🙏🙏
Author-nya baru pulih dari sakit.
__ADS_1