
Setelah menuliskan pesan kepada Rani, terlhat Alya mau pergi ke rumah Rani. Dia seakan penasaran karena ingin cepat bekerja. Dia pikir kalau bicara di telepon gak akan nyambung mending dia datangi saja langsung Rani ke rumahnya dan info dari suaminya yang punya teman kerja di event organizer.
Alya seakan tidak peduli dengan sang suami untuk pamit pergi. Alex pun hanya melirik ke arah Alya tanpa menanyakan sang istri tersebut mau pergi kemana. Alya hanya membawa Amira sambil di gendong olehnya.
Sementara Arya tengah keluar di rumah Bu Wina.
_______
"Rasanya dia mungkin sudah tidak peduli lagi sama aku. Karena aku pergi saja dia tidak nanya mau kemana," gumam hati Alya seakan kesal dibuatnya.
"Alya,,,!"
Terdengar suara Alex memanggil dirinya dan Alya pun nampak terkesiap karena sang suami memanggil namanya. Alya tertegun sejenak dan berdiri di depan pintu dengan membelakangi sang suami.
"Mau kemana kamu!?" tanya Alex.
Dalam hati Alex berpikir ternyata sang suami masih ada rasa peduli terhadap dirinya. Tapi terdengar begitu seakan dihinggapi rasa kesal ketika berucap.
"Mau ke rumah Rani nanyain lowongan. kerja!" jawabnya cuek.
"Kamu ya! Sudah kubilang jangan kerja, masih saja gak nurut omongan suami," terdengar sedikit membentak Alex kepada Alya.
Alya terlihat mendelik kesal kepada Alex seakan tidak mau menghiraukan ucapan sang suami, Alya pun berlalu pergi. Nampak sang suami Alex terlihat menahan emosi. Diapun menghempaskan tubuhnya dengan kasar di kursi sofa dengan meremas rambutnya secara perlahan.
"Tidak bisa di atur selalu saja menggoda buat aku kesal," ucap Alex.
_______
Alya pun kemudian berlalu dari Alex, dia berjalan kaki menuju ke rumahnya Rani dengan rasa sesak karena masih menyimpan rasa kesal yang teramat kepada sang suami.
Nampak ketika berjalan pun Alya nampak tidak fokus pikirannya seakan melayang jauh. Banyak hal yang tengah di pikirkan oleh Alya. Memikirkan suami yang tidak jujur, kedekatan suami dengan Diana dan dia yang akan bekerja nanti anak mau di titip sama pembantu atau Bu Wina.
__ADS_1
"Tapi tidak mungkin kalau aku harus nitip anak kepada Bu Wina karena aku sendiri lagi kesal sama dia, mengenai utangnya kepada suamiku. Dan aku juga sedikit kecewa kepada anaknya Diana yang seolah-olah merebut suamiku." gumam hati Alya. .
_____
Tiba di rumah Rani.
Setelah tiba di rumah Rani, nampak Alya menceritakan semuanya kepada Rani tidak ada sedikitpun yang disembunyikan oleh Alya kepada sahabatnya itu. Nampak terlihat Rani hanya mengelus lembut pundak Alya seakan menyabarkan hatinya
"Sabar ya, Al," ucap Rani dengan mata yang berkaca-kaca.
Kemudian suami dari Rani pun yang bernama Dimas keluar, dan nampak dia pun bersalaman dengan Alya. Dia juga menanyakan kabar Alya dan Alex saat ini karena Dimas baru datang dari luar kota sudah 3 bulan ini. Dia pergi keluar kota karena urusan bisnis.
"Kata Rani, kamu mau ikut kerja sama temanku Ran, kalau ada event?" tanya Dimas.
Sontak Alya tersenyum tatkala suami Rani berucap seperti itu. Alya terlihat sumringah dan raut mukanya seakan ingin cepat mendengar keputusan dari suaminya Rani tentang pekerjaan tersebut.
______
"Ada Mas, kerjaan untuk saya?" tanya Alya.
"Wah, kalau event biasanya enak tuh, waktu kerjanya sebentar," ucap kembali Alya.
"Iya sih, cuma 5 jam dari jam 10 siang sampai jam 3 sore kira-kira," ucap suaminya Rani.
_______
Alya pun menyambut antusias dan dia mau kerja di acara event itu yang nantinya akan di tempatkan di sebuah Mall. Alya nampak terkejut dengan tawaran gaji yang diberikan yaitu sekitar 6 juta karena perhari 200 ribu. Dalam benak Alya berpikir, dia saja di beri resiko oleh sang suami setengahnya dari nanti dia kerja di kosmetik.
"Aku senang loh, Ran. Ketika mendengar gaji yang diberikan dengan nominal segitu. Aku ucapkan terima kasih ya, untuk kamu Ran. Terutama suamiku kamu, Mas Dimas yang mau menerima aku kerja di tempat temannya." ucap Alya tersenyum bahagia.
______
__ADS_1
"Anakmu nanti sama siapa, kalau kamu kerja?" tanya Rani kepada Alya.
Rani dengan pandangan lekat ke arah kedua bola mata sahabatnya itu yang nampak terlihat khawatir, dengan kedua anak dari Alya nanti akan di titip dimana jika Alya jadi kerja.
"Aku akan nyari orang yang ngasuh aku kasih 1 juta juga mau mungkin karena nunggu cuma 5 jam." ucap Alya seakan yakin akan mendapatkan seseorang yang nantinya bisa mengasuh kedua anaknya ketika dia bekerja.
"Ya, sudah kalau begitu. Tapi aku tidak yakin kalau suami kamu mengijinkan kamu kerja Al, pasti dia tidak mau kan kalau kamu kerja," Rani kembali bertanya seperti dihinggapi rasa penasaran.
________
Alya pun menceritakan kepada Rani bahwa sang suami sebenarnya melarang dia untuk bekerja. Tapi Alya pun berdalih, kalau dia tidak bekerja lalu siapa yang akan memenuhi kebutuhan dia yang selalu kekurangan dan kadang untuk beli susu anak pun dia di beri uang oleh Ibunya sendiri dari kampung. Karena sang suami begitu perhitungan dalam memberikan resiko dapur kepadanya.
"Ya sudah Al, kalau begitu. Aku doakan ke depannya semoga kamu lancar dan dengan kamu bekerja tidak ada lagi percekcokan di antara kamu dan suami," ucap Rani kepada sahabatnya itu. Lalu Rani pun memeluk erat tubuh Alya dengan penuh rasa haru.
_________
Beberapa saat kemudian.
Amira terlihat menangis dan Alya lupa membawa susu botol untuk sang anak.
"Aduh, Al. Kenapa sih kamu tidak bawa susu Amira, jadi saja Amira nangis karena kamu gak bekal susu untuk Amira," Rani terlihat berupaya untuk buat sang anak tidak menangis. Tapi ternyata semua sia-sia saja karena sang anak terus menerus menangis.
Rani ingin mencoba menenangkan tangisan sang anak dengan cara membuatkan teh manis hangat untuk Amira, anak dari sahabatnya itu. Rani pun berlalu ke dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat.
Beberapa saat kemudian teh hangat pun sudah dibuat oleh Rani kemudian dia memberikannya teh hangat tersebut kepada Amira. Terlihat Amira diam seketika.
______
"Mungkin saja dia rewel karena kamu nya rewel terus Al," ucap Rani seakan menyindir sahabatnya itu.
"Kamu bisa saja Ran," jawab Alya nampak terdengar gugup ketika dia berucap.
__ADS_1
Alya pun berpikir dalam hati Dia seakan teringat ucapan dari sang Ibu mertua yang sama persis apa yang baru saya diucapkan oleh Rani, yaitu anaknya rewel karena sang Ibu nampak rewel terus. Jadi seakan ada ikatan batin antara sang anak dan sang ibu. Tatkala sang ibu sedih anak pun seakan merasakan.
Bersambung...