
Keesokan harinya.
Nampak Diana bersenandung dengan merdunya dan sang Ibu pun tersenyum tatkala melihat sang anak tengah dihinggapi rasa gembira karena pagi ini dia mulai bekerja. Nampak sang Ibu sudah tidak aneh dengan melihat penampilan sang anak yang terlihat seksi. Pagi ini pun Diana, sang anak tengah memakai blazer dan rok pendek dengan rambut yang dibiarkan terurai. Terlihat nampak penampilannya begitu terlihat seksi, polesan make-up pun yang terlihat memakai lipstick merah seakan membuat kaum adam yang matanya jelalatan terpesona melihatnya.
"Kamu jadi bareng pergi dengan Mas Alex!?" tanya sang Ibu kepada sang anak.
"Kan Mas Alex yang meminta untuk pergi bareng Bu. Terus Ibu kan tahu sendiri kemarin Bapak sudah bilang bahwa Bapak sekarang setelah pulang kerja di pabrik akan ada acara untuk bertemu dengan Pak Abdul" ucap Diana mencoba menerangkan kembali kepada sang Ibu karena Diana berpikir sang Ibu suka lupa.
Nampak sang Ibu tertawa terkekeh dan hal ini membuat Diana terlihat dihinggapi rasa heran dengan sang Ibu yang seakan mentertawakan dirinya.
"Ada apa sih, Bu!" Diana terlihat dihinggapi rasa penasaran.
"Kamu memangnya mau kalau dijodohkan dengan anaknya, Pak Abdul seperti yang di ceritakan oleh Bapakmu," sindir sang Ibu kepada sang anak.
_______
Sebenarnya dalam hati Bu Wina, dia ingin menjodohkan sang anak dengan anaknya Pak Abdul karena setelah mendengar obrolan dari sang suami semuanya mengenai anaknya Pak Abdul, dia sangat mapan. Mungkin hanya masalah umur yang jauh beda dengan sang anak, tapi sang Ibu pun tidak bisa memaksakan sama seperti sang suami mengenai sang anak kedepannya apakah suka dengan Fahmi atau tidak.
"Bu, untuk saat ini aku tidak mau kerja dulu. Aku ingin fokus kerja agar bisa bayar utang kepada Mas Alex, dan bahagiakan Ibu juga Bapak," ucap Diana dengan berlalu keluar dan pamit kepada sang Ibu untuk pergi kerja.
"Bu, Diana pamit kerja ya," ucapnya dengan mencium punggung tangan sang Ibu.
______
__ADS_1
Diana nampak berjalan ke arah rumah Alex untuk pergi kerja bareng dengannya. Setelah tiba di pintu pagar halaman rumah Alex terlihat disana Alya sedang menggendong Amira dan memberikan susu botol. Terlihat mobil dari Alex masih terparkir di halaman rumah dan Diana pun nampak tersenyum karena dia berpikir Alex tidak meninggalkannya untuk pergi bareng kerja dengannya.
"Mbak Alya, Mas Alex belum pergi ke kantor kan," ucap Diana seakan membuyarkan lamunan dari Alya.
Terlihat Alya sedang menggendong sang anak dan memberikan susu botol tapi pikiran dia seakan tidak fokus dan penampilan dari Alya terlihat sederhana dengan memakai daster dan tidak berdandan.
Alya yang dulu pandai bersolek dan mengutamakan penampilan, akhir-akhir ini seakan malas untuk melakukannya, semenjak dia merasa dikhianati oleh sang suami.
"Ada-ada," jawab Alya terlihat gugup.
_______
Nampak terlihat Alya sangat terpesona dengan penampilan Diana yang terlihat cantik dan bau parfum sangat menyengat indera penciuman Alya. Diana dengan memakai parfum yang membuat orang yang menghirupnya seakan betah berlama-lama untuk berada di sampingnya. Alya pun penuh tanya didalam hatinya dengan penampilan Diana seperti hendak pergi kerja, dan Alya terlihat salah fokus dengan rok yang dipakai oleh Diana karena terlihat pendek dan pahanya yang mulus nampak terlihat terpampang nyata.
"Kerja Mbak, memangnya Mas Alex tidak cerita ya, kalau hari ini aku sudah diterima kerja di perusahaan milik temannya Mas Alex," Diana menatap Alya.
Diana pun dalam hatinya nampak berpikir, mengapa Alex tidak menceritakan ke sang istri bahwa hari ini dia mulai bekerja dan pergi ke tempat kerjanya bareng dengan suaminya. Dalam benak diri Diana pun berpikir mungkin Alya masih belum akur dengan sang suami jadi Alex tidak bicara dengan sang istri bahwa dia sekarang mulai kerja di tempat temannya sang suami.
Alya menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Mas Alex tidak cerita," jawab Alya.
"Ternyata denganku benar Mbak Alya dan Mas Alex sedang rusak akur dan tidak baik-baik saja," gumam hati Diana seakan penuh tanya.
__ADS_1
_____
Dari arah jendela kamar nampak Alex sedang memperhatikan penampilan dari Diana, lelaki hidung belang yang bernama Alex terlihat menelan ludahnya sendiri sepertinya dia sangat terpesona dengan penampilan Diana. Pikirannya berselancar jauh seakan dia saat ini bisa mendapatkan hati Diana. Jiwa dia yang selalu berselingkuh seakan bangkit lagi tatkala melihat sosok Diana yang cantik dan seksi itu.
"Diana sangat cantik dan seksi," gumam hati Alex menatap Diana dengan penuh kagum. Dia nampak tersenyum sendiri dan seakan terpana dibuatnya.
"Pah, sedang ngeliatin Kak Diana ya?" tanya Arya sang anak yang sedang memperhatikan sang Papa yang terlihat matanya tidak berkedip sedikitpun.
"Eh, Arya. Kamu tidak sekolah Nak?" tanya sang Papa terkejut dan Alex pun nampak terlihat berhati-hati karena takut jika dia barusan sedang memandang lekat ke arah Diana akan di bicarakan terhadap sang Mama atau Alya.
"Libur gurunya sedang rapat," jawab sang anak dan nampak sang anak pun tengah memperhatikan Diana. Dalam benak sang anak pun berpikir penampilan dari Diana terlihat seksi.
"Nak,, sudah kamu main sana sama adikmu, kasian Mama dari tadi gendong terus adikmu," ucap Alex dengan mengelus rambut kepala sang anak. Sang anak pun berlalu dari hadapan sang Papa.
______
Alex pun nampak kembali memperhatikan penampilan Diana kemudian memperhatikan penampilan sang istri yang makin hari semakin malas untuk berdandan. Pakaian yang di kenakan hanya daster dan polesan make-up pun tidak nampak. Diana dan Alya tengah berdampingan dan hal konyol tengah menghinggapi hati Alex. Dia berpikir betapa jauh sekali penampilan sang istri dan tetangganya itu. Diana begitu terlihat seksi dan polesan di wajahnya begitu sedap di pandang sedangkan sang istri nampak terlihat mukanya tidak bergairah dan terlihat tidak segar
"Sore ini aku kebetulan ada pertemuan dengan temanku, aku mau ajak Diana nanti." gumam hati Alex.
Sore ini Alex akan bertemu dengan Ronal sang teman, dia adalah sang Playboy meskipun punya istri dan kedekatan Alex dan Ronal, mereka suka bersaing mengenai wanita yang kini tengah dekat dengannya dan mereka seakan bersaing untuk hal ini. Mungkin ini suatu kesempatan bagi Alex nanti sore karena dia mau membawa Diana untuk bertemu dengan Ronal. Alex berpikir Ronal akan merasa tersaingi jika dia membawa sosok Diana yang begitu cantik dan seksi.
Rupanya Alex tidak mau tersaingi oleh Ronal yang selalu membawa selingkuhannya dengan wanita-wanita cantik.
__ADS_1
Bersambung...