
Keesokan harinya.
Nampak Diana terlihat sedang bersiap untuk pergi bekerja. Tiba-tiba sang Ibu menghampiri dengan menatap lekat ke arah sang anak dan hal ini membuat sang anak dihinggapi rasa penasaran dengan tatapan sang Ibu yang terlihat begitu menatap lekat.
"Kenapa Bu? Kok, tatapannya kayak aneh gitu," ucap sang anak.
"Bukan aneh tapi sedang mikirin kamu dengan Alex," jawab sang Ibu.
"Maksudnya apa Bu!?" tanya sang anak seperti dihinggapi rasa penasaran terhadap sang Ibu.
"Semalam kamu ngobrol kan di depan rumah terasnya Alex," ucap sang Ibu.
_____
Terlihat Diana menatap sang Ibu dan terlihat dia seperti sedang berpikir. Heran dengan apa yang baru di ucapkan oleh sang Ibu. Diana berpikir sang Ibu semalam mungkin mengintip dia ketika dia berkunjung ke rumahnya Alex walaupun hanya di teras rumah.
"Loh, Ibu tahu ternyata kalau Diana semalam menghampiri Mas Alex," jawabnya tersenyum sambil kembali merias dirinya di depan cermin.
Diana pikirannya melayang jauh ketika semalam, dia tengah menggoda Alex dan mengucapkan kata bahwa dia suka terhadap Alex dan dia pun nampak tersenyum lebar. Sontak sang Ibu pun seperti dihinggapi rasa penasaran dengan perubahan gestur tubuh sang anak yang nampak terlihat bahagia.
Sang Ibu menghela napas panjang dan tersenyum sumringah. Kemudian dia mengelus lembut pundak sang anak.
______
"Nak, bagaimana kalau kamu dekati Alex," sang Ibu berbisik kepada sang anak dengan sorot mata tajam.
Sontak sang anak membalikan badannya dan mengarah pandangannya kepada sang Ibu dengan mata terbelalak.
"Apa! Maksud Ibu aku harus mendekati Alex!" ucap sang anak terdengar gugup.
__ADS_1
"Jangan keras-keras ngomongnya nanti di dengar oleh Bapakmu," ucap sang Ibu sambil menengok ke arah pintu kamar yang masih aman keadaannya tertutup.
Sang Ibu pun bercerita jika Alex saat ini tengah banyak uang. Dan sang Ibu sebenarnya mendambakan sosok Alex sebagai menantu terutama dalam masalah finansial. Sang Ibu pun berucap tidak ada hal yang tidak mungkin kalau kita gigih berusaha untuk bisa mendapatkan itu semua.
"Maksud Ibu jadi aku harus mendapatkan Alex, begitu!?' tanya Diana seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sang Ibu kepadanya.
Sang Ibu tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya pertanda kalau apa yang di ucapkan olehnya ternyata bisa dimengerti oleh sang anak.
"Kamu memang pintar Nak!' jawab sang Ibu.
"Tapi, Bu!' jawab Diana.
_______
Diana seakan tidak percaya dengan apa yang menjadi keinginan dari sang Ibu tersebut, bahwa dirinya harus mendekati Alex. Padahal Alex adalah sosok suami tetangganya dan sang istrinya juga yang bernama Alya sudah dekat dengannya. Dan yang paling penting Diana sudah menganggap kepada kedua orang tersebut adalah Kakak sendiri.
Nampak terlihat kegusaran terlihat di hati Diana. Dalam hati yang paling dalam sebenarnya rasa suka sebenarnya tengah tumbuh tadi malam kepada Alex. Entah mengapa Diana merasakan itu semua dan rasa malu dan licik seakan mengalahkan semua dan yang ada dalam pikirannya semalaman adalah rasa ingin dekat dengan Alex sang tetangganya itu.
________
Terlihat sang Ibu penuh percaya diri bahwa Alex akan luluh kembali kepada sang anak. Jika nanti sang tetangga tersebut bisa terjerat hatinya kembali otomatis sang Ibu juga akan merasakan kebahagiaan juga. Materi akan tercukupi oleh Alex.
Diana pandangannya mengarah ke jendela yang posisinya mengarah ke rumah Alex. Dia pun nampak sedang berpikir jauh. Jika dia bisa menjerat Alex otomatis motor cicilannya tiap bulan pasti akan dibayarkan oleh Alex. Diana tidak perlu memikirkan uang pembayaran motor tiap bulan.
"Maksud Ibu aku harus menjadi istri kedua Alex!?" tanya Diana kembali dihinggapi rasa penasaran.
"Nak, kamu belajar pintar sedikit dong. Kamu saat ini hanya tinggal dekati Alex dan goda dia. Agar dia bisa ajak kamu kembali sering bertemu, tapi pertemuannya diluar. Misal pas istirahat atau pulang kerja," sang Ibu seakan menegaskan.
Diana pun terdiam seakan mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu tersebut. Dalam benaknya berpikir, mengapa sang Ibu punya niat licik kepada Alex padahal Alex mulai beberapa minggu ini baik, apalagi dengan Alya. Tapi entah mengapa sang Ibu mau bersikap tidak baik kepada tetangganya itu.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak mikir, dekati Alex!" ucap sang Ibu menepuk pundak sang anak.
_______
CEKLEK...
Pintu terbuka dengan lebar dan nampak sang Bapak tengah mematung di depan pintu. Sontak Bu Wina dan Diana dihinggapi rasa terkejut karena takut kalau sang Bapak mendengar semua yang di ucapkan oleh mereka berdua mengenai Alex.
"Bapak! Sudah lama berada disitu!?" tanya sang istri gugup.
Sontak sang suami seperti dihinggapi rasa penasaran dan nampak dia mengernyitkan dahi. Pertanda seperti tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sang istri.
"Maksud Ibu apa sih, Bapak baru saja pulang kerja." jawab sang suami.
Kebetulan suami dari Bu Wina baru saja pulang kerja karena dia kerja dinas malam dan pagi baru bisa pulang ke rumah.
"Kayaknya suamiku tidak mendengar apa yang aku obrolkan dengan anakku barusan." gumam hati sang istri.
Nampak sang istri tersenyum seakan ada rasa lega dalam hatinya karena sang suami tidak menguping pembicaraannya bersama sang anak.
"Yasudah, Diana pergi berangkat kerja dulu ya" ucap Diana yang mencoba melumerkan suasana. Karena nampak kedua orang tuanya seperti menyimpan rasa tanya dalam diri masing-masing. Diana kemudian mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
_______
Diana nampak keluar kamar dan menyeret langkah kakinya menuju teras rumah dan memanaskan motornya. Tanpa dia sadari Alex juga sedang memanaskan mobilnya dan tengah melirik ke arah Diana.
"Kamu cantik sekali lagi Diana," gumam hati Alex sambil menghela napas panjang. Dia berpikir dia hanya sedang memuji anak dari Bu Wina dari tidak lebih dari itu.
Ketika Alex tengah fokus pandangannya ke arah Diana. Kemudian Diana memakai helm penutup kepala dan dia pun melirik ke arah garasi rumah Alex. Dan secepat kilat mata Alex dan Diana pun beradu pandang. Nampak dada Diana bergemuruh hebat, entah mengapa Diana pun tidak mengerti. Apa yang tengah terjadi di dalam hatinya yang begitu tersipu malu tatkala beradu pandang dengan Alex.
__ADS_1
Terlihat di kaca jendela kamar Bu Wina melihat sang anak yang tengah tersipu malu tatkala bertatapan dengan Alex. Sontak Bu Wina tersenyum licik. Dalam hatinya berpikir pasti dengan mudah Alex akan terjebak hatinya oleh Diana sang anak.
Bersambung...