
Tiba di kampung halaman.
Alex pun tiba di kampung halaman kedua orang tuanya Alya. Dia nampak terlihat gugup dan detak jantungnya mulai tidak beraturan. Entah mengapa untuk turun dari dalam mobil pun seakan dihinggapi rasa takut dan gugup.
Takut jika Alya nantinya menolak kedatangan dia dan gugup untuk bertemu Alya karena dia telah melakukan kesalahan.
Mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah, langsung Arya sang anak menyambutnya dengan berlari kecil ke arah mobil sang Papa. Nampak sang anak tersenyum lebar tatkala melihat kedatangan sang Papa tersebut.
"Papa, Arya kangen sama Papa!" sang anak memeluk dengan erat.
Alya nampak menatap lekat dari arah jendela kamarnya dengan kedatangan sang suami. Dadanya seketika memanas kesal. Tatkala melirik kembali ke arah ponselnya yang baru dia aktifkan karena disana dia melihat beberapa gambar Alex bersama dengan Diana yang dikirim oleh Bram.
"Aku geram lihat muka suamiku!" Alya mendelik kesal.
_____
Tok...
Tok...
Tok...
"Al, buka pintunya dan cepat keluar. Alex suami kamu datang," teriak sang Ibu di luar pintu kamar.
Alya nampak seakan malas untuk sekedar membuka pintu karena dihinggapi rasa kecewa yang teramat terhadap Alex. Dia malah memberikan sebuah pesan kepada Bram dan mengabarkan berita kepada Bram, bahwa Alex sang suami baru tiba datang di rumah orang tuanya.
{"Sabar Al, aku juga sebenarnya kesal dengan kelakuan Alex. Tapi kamu harus hadapi dia dan kamu bicarakan baik-baik semuanya bersama kedua orang tua kamu. Kedepannya mau seperti apa hubungan kamu dengan Alex,"} pesan dari Bram seakan menyemangati Alya.
_____
Alya nampak menghela nafas secara perlahan. Dia pun mencoba tenang dan jangan sampai terpancing emosi. Dia berpikir dalam hatinya harus kuat dan harus mengambil keputusan yang tegas.
"Al, buka pintunya!" teriak sang Bapak dari arah luar kamar. Sekarang giliran sang Bapak yang mengetuk pintu kamar Alya.
"Iya,iya,tunggu!" Alya terdengar kesal ketika berucap. Rasanya dia enggan untuk menemui sang suami yang tengah menunggu.
__ADS_1
CEKLEK...
Tiba-tiba Arya sang anak memasuki kamar dan tersenyum gembira ke arah Alya. Dia merengek kepada Alya untuk segera keluar menemui Alex.
"Mah, ada Papa jemput. Ayo! Kita pulang," Arya terlihat menarik tangan Alya.
"Arya, jangan memaksa Mama seperti ini. Arya keluar dulu, biar nanti Mama keluar. Bilang sama Papa, Mamanya sedang mandi," ucap Alya terlihat mencoba menenangkan anak yang terlihat merengek menyuruh Alya keluar kamar.
Arya nampak menganggukkan kepalanya dan berlalu keluar kamar yang dihinggapi rasa kecewa karena sang Mama terlihat dari raut mukanya seakan tidak suka dengan kedatangan sang Papa.
______
Nampak di ruang keluarga.
"Mamanya sedang mandi," ucap Arya ketika dia duduk di pinggir sang Papa.
Terlihat kedua orang tuanya Alya hanya terdiam seakan tidak bisa berkata apa-apa di hadapan sang menantunya itu. Ibunya Alya yang terlihat selalu ramah pun terhadap menantunya, nampak kurang ramah saat itu dan pandangannya seakan tidak mau menatap sang menantu.
"Akhirnya kamu datang juga Lex!" sindir Wisnu, Kakak dari Alya yang tiba-tiba datang.
Alex nampak mukanya merah merona dan tersenyum kepada Wisnu, sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
______
Beberapa menit kemudian.
Tiba-tiba datang Alya dari arah dalam kamar dengan muka yang terlihat tidak ramah tatkala melirik ke arah sang suami. Tapi beda dengan Alex yang menatap dengan senyuman sumringah.
"Dari rumah jam berapa!?" tanya Alya penuh curiga kepada Alex sambil menghempaskan badannya di kursi dengan bersebelahan bersama sang Bapak.
"Tiga jam yang lalu, sekitar jam 10 an," jawab Alex kepada sang istri.
"Terus tadi pagi kamu pergi kemana dulu!?" sindir Alya kepada sang suami.
_____
__ADS_1
Alya nampak terlihat salah tingkah tatkala sang istri berucap seperti itu. Sepertinya dia dihinggapi rasa bersalah kepada sang istri yang tadi sudah bertemu dengan Diana.
"Langsung dari rumah kok," Alex memberikan sebuah alasan.
"Jangan bohong kamu!" Alya matanya melotot ke arah sang suami. Kemudian memperlihatkan sebuah gambar foto kepada Alex yang tengah bersama Diana. Sontak Alex terkejut dengan melihat gambar foto tersebut. Alex pun nampak berpikir dalam hatinya, istrinya mendapatkan foto tersebut dari mana.
"Kamu dapat gambar dari mana ini?" Alex terlihat gugup.
_____
Sontak Wisnu menyambar ponsel sang adik. Kemudian di lihatnya foto gambar tersebut dengan lekat. Wisnu sang Kakak nampak membelalak matanya tatkala melihat foto gambar tersebut, jantungnya terasa di remas. Wisnu seakan merasakan kegundahan sang adik tatkala melihat foto gambar tersebut dan Wisnu pun terlihat matanya melotot tatkala pandangan matanya menatap lekat ke arah Alex. Bapaknya Alya terlihat melihat gambar tersebut karena dengan cepat Wisnu memperlihatkan kepada Bapaknya. Terlihat sang Bapak menghela nafas panjang dan menatap Alex.
"Kurang ajar kamu!" Wisnu mengepalkan tangannya. Terlihat dia berdiri dan akan menghantam bogem mentah kepada Alex. Namun dengan cepat sang Bapak melarang Wisnu dan tetap duduk di tempat.
"Wisnu duduk!" perintah sang Bapak dengan deru nafas yang mulai tidak beraturan.
Rasa kesal, kecewa, marah, mungkin menyatu menjadi satu di dalam diri sang Bapak saat ini. Tapi sang Bapak terlihat masih sabar menghadapi dan dia pun tidak mau gegabah dengan tindakan yang akan dia ambil.
_____
Setelah sang Bapak terasa tenang dan sang istri terlihat memberikan segelas air putih. Sang Bapak pun kemudian berucap dan menatap lekat ke arah sang menantu.
"Coba kamu jawab jujur dengan foto gambar tersebut," sang Bapak berbicara dengan tenang sambil menunjukkan foto tersebut kepada Alex.
Terlihat Alex membuang nafas kasar kemudian dia pun menceritakan semuanya. Bahwa tadi pagi Bu Wina minta tolong kepadanya agar Bu Wina dan Diana minta di antar ke rumah adiknya Bu Wina yang sedang sakit. Tapi kemudian Bu Wina ada tamu yang akan mengambil barang, jadi Bu Wina membatalkan kepergiannya dan yang pergi hanyalah dia dan Diana. Sebelum tiba di rumah Tantenya Diana, mereka mampir ke sebuah rumah makan karena Diana yang meminta dengan alasan perutnya lapar. Tanpa sepengetahuan Alex dan dengan spontan Diana mencoba memegang erat tangannya ketika di Mall.
____
"Apa Bapak percaya dengan ucapan menantu Bapak yang berkali-kali mengkhianati anakmu." Alya terlihat meneteskan air mata.
Nampak sang Bapak menghela nafas secara perlahan. Kemudian mengelus pundak sang anak seakan mencoba menyabarkan dan menenangkan hati sang anak.
"Kali ini Bapak percaya sama Alex." ucap sang Bapak.
"Apa!!" ucap Alya dan Wisnu secara bersamaan. Mereka seakan dihinggapi rasa kecewa dengan apa yang di ucapkan oleh sang Bapak. Mereka pikir sang Bapak akan membela anaknya dan memarahi menantunya itu. Tapi kenyataannya sang Bapak malah membela sang menantu yang jelas-jelas di foto tersebut mereka terlihat akrab. Terlihat Wisnu dihinggapi rasa geram dan dia pun seakan tidak terima dengan ucapan sang Bapak.
__ADS_1
"Bapak jangan membela Alex!" Wisnu terlihat menatap lekat ke arah sang Bapak.
Bersambung...