Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 24 Hati Alya Berdesir


__ADS_3

Keesokan harinya nampak keluarga Alex akan pergi untuk mengajak sang anak berenang dan sang mertua nampak sudah bersolek sedari pagi. Sedangkan Alya terlihat repot sekali di dapur masak untuk membawa bekal nanti ke pusat rekreasi dan sang mertua pun seakan enggan untuk membantu di dapur.


Setelah beres masak kemudian Alya nampak membersihkan badannya. Terlihat disana sang suami tengah asik fokus dengan ponselnya sambil tersenyum sendiri.


"Mas, Bu Wina dan Diana jadi di ajak sama kamu pergi rekreasi?" tanya Ana kepada sang suami dan sepertinya Alya tidak mau mengajak tetangga dan sang mertua.


Dia ingin perginya hanya dengan sang suami dan anak-anaknya karena biar Alya tidak canggung ketika berada di tempat rekreasi. Entah mengapa pikiran Alya pun melayang jauh dan dia berpikir dalam hatinya terasa ada kejanggalan mengapa keluarga Bu Wina mesti dibawa.


________


"Kamu bagaimana sih, masa ajak tetangga sendiri gak boleh. Kan kita sudah anggap Bu Wina saudara kita sendiri lagian bukannya kamu nanti malah enak, karena anakmu ada yang yang gantikan gendong," jawab Alex seakan beralasan.


Sang istri hanya menghela napas panjang, dia seakan tidak paham dengan maksud dari sang suami. Alya hanya ingin tidak ada pihak ke-3 dan ketika dia berlibur santai dengan kedua anaknya itu.


______


"Mah, Kak Diana ikut ya?" tanya sang anak sambil menatap sang Mama yang tengah fokus berdandan. Nampak Alya hanya menganggukkan kepalanya.


Alex memerhatikan Alya yang tengah merias diri dan tidak bisa dipungkiri sang istri sangat cantik ketika berdandan, pakaiannya pun terlihat rapi. Mengapa hanya ada Ibunya saja kalau dia berdandan, mungkin karena takut kena omelan sang Ibu mertua. Padahal jika berdandan rapi mungkin Alex pun akan betah melihat istrinya.


"Kamu coba begini, kalau tidak ada Ibu pun dandan," ucap sang suami.


"Malas Mas, lagian mau kemana!" jawab Alya dengan pandangan mendelik.


Alya malah terlihat kesal karena dia pikir percuma dia dandan juga uang buat beli kosmetik pun tidak ada. Memangnya beli kosmetik beli pakai daun, untuk beli susu Amira pun berebut dengan uang resiko dapur dan Alya pun seakan enggan untuk dandan semenjak suaminya itu ketahuan selingkuh.


"Ya, sudah terserah kamu!" sang suami nampak kesal dia pun berlalu pergi dari kamar.


______


Terlihat Diana sudah berada di teras rumah dengan memakai celana jeans pendek dan kaos lengan pendek berwarna pink seakan terlihat muda dan enerjik penampilannya dan hal ini membuat Alex seakan betah berlama-lama untuk menatap anak tetangganya itu.

__ADS_1


"Kamu cantik Na, padahal cepat punya pacar," goda Ibunya Alex.


"Kerja dulu yang benar jangan pacaran," sambung Alex seakan cemburu ketika ibunya berucap seperti itu karena jika Diana punya pacar waktunya dengan Diana pasti terbatas.


"Terserah dia dong Alex, mau punya pacar juga enggak apa-apa," ucap sang Ibu tersenyum tipis.


____


"Wah, Mbak Alya cantik sekali," ucap Diana kepada Alya yang tiba-tiba datang dengan menggendong Amira.


Terlihat oleh Diana Alya saat itu tatkala berdandan terlihat cantik dan pakaian yang dia pakai sangat rapi.


Sang Ibu mertua pun nampak menatap Alya yang terlihat cantik dan rapi saat berpakaian. Tapi entah mengapa nampak dia tersenyum sinis. Entah mengapa padahal itu kan semua kemauan dia untuk berdandan di hadapan suami dan Ibu mertua. Yang di rasakan oleh hati Alya saat ini adalah rasa serba salah saat ketika menghadapi sang Ibu mertua.


"Ayo, Ibumu sudah beres belum Na!?" tanya Ibunya Alex menatap ke arah Diana sambil tersenyum. Diana pun teriak memanggil sang Ibu dan tidak lama kemudian terlihat sang Ibu datang dengan membawa beberapa makanan.


______


"Diana semalam yang bawa," jawab Bu Wina.


Nampak Alya pun dihinggapi rasa penasaran dengan makanan yang dibawa Diana semalam. Alya berpikir dalam hatinya mungkin saja makanan tersebut dibelikannya oleh Alex karena Alya berpikir Diana belum gajian dan tidak mempunyai uang. Sontak seketika bibir Alya mengerucut dan dia nampak cemberut ketika memasuki mobil.


Entah mengapa Arya, anak pertama dari Alya merengek ingin duduk di depan dengan ditemani Diana. Terlihat Diana seakan ragu untuk duduk di depan karena melihat Alya yang tengah cemberut. Dan sang Ibu mertua anehnya malah mendukung sang cucu agar duduk dengan Diana di kursi depan dengan alasan agar tidak rewel.


"Di depan saja Na, tidak apa-apa kok," ucap Ibunya Alex dengan tersenyum.


Ibunya Alex dengan mendorong halus badan Diana ke kursi depan bersama Arya. Sementara Alya terasa berdesir hatinya tatkala melihat hal tersebut. Alya mencoba menormalkan detak jantungnya yang mulai tidak beraturan dan menghela napas secara perlahan.


"Sabar, sabar Alya," gumam hatinya.


______

__ADS_1


Di dalam mobil.


Nampak Alya tidak bicara sedikitpun sementara Amira sang anak tengah tertidur lelap sehabis minum satu botol susu. Gelak tawa terdengar di dalam mobil tersebut antara Ibunya Diana dan sang Ibu mertua.


Dan ada kejanggalan kalau menurut Alya karena sang Ibu mertua seakan memperhatikan Diana dari mulai pergi hingga di tengah perjalanan. Dia selalu menawarkan makanan kepada Diana yang dia beli tadi pagi di warung sebelah.


Terlihat Bu Wina nampak seakan tahu apa yang Alya rasakan saat ini. Alya tengah cemburu terhadap perilaku Ibu mertua kepada anaknya, sedangkan dia sang menantu tidak diperhatikan sama sekali oleh Ibu mertua.


"Al, ini Ibu juga bawa makanan, ayo!" Bu Wina nampak menawarkan beberapa makanan kepada Alya.


Alya hanya tersenyum tipis dia seakan tidak selera dengan makanan yang di sodorkan oleh Bu Wina tetangganya tersebut. Nampak Alex pun melirik Alya dari arah kaca spion dalam terlihat Alex pun gusar. Dia pun seakan merasakan keresahan dan kegundahan yang Alya sang istri rasakan saat ini seperti apa.


______


"Kenapa Al, kamu diam saja!" sindir sang Ibu mertua menatap sinis ke arah menantunya itu. Alya hanya diam dan tersenyum tipis seakan malas untuk menjawab.


"Mungkin mabuk perjalanan ya, jadi Alya enggak banyak ngomong," ucap Ibu Wina seakan menenangkan hati Alya.


Bu Wina seakan tahu bahwa sang Ibu mertuanya itu selalu menyindir Alya dengan ucapan yang sangat menusuk hati jadi Bu Wina pun membela Alya saat itu. Walaupun sebenarnya, dia pun tengah ada rencana terhadap Alex suami dari Alya. Dia akan mencoba mendekatkan anaknya dengan Alex biar nyaman ketika Alex dekat dengan anaknya tersebut karena masalah utang semata agar Alex tidak cepat menagihnya.


"Aku harus pandai mendapatkan simpati dari Alya agar Alya juga simpati terhadapku," gumam hati Bu Wina.


_____


Sampai di tujuan.


Tibalah saatnya di tempat tujuan dan Alya nampak menghela napas panjang saat sampai di tempat rekreasi. Dia berpikir betapa tidak nyamannya dia ketika baru saja di dalam mobil.


"Aku harus sabar seperti yang Rani bilang. Sampai dimana rasa kesabaranku ini!" gumam hati Alya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2