Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 12 Alya Kecewa Kepada Bu Wina dan Alex.


__ADS_3

Di rumah Bu Wina.


"Bu, Mas Alex itu baik ya, kok dia bisa-bisanya pinjemin Ibu uang, padahal kalau menurut cerita Ibu sebelumnya kan Mas Alex perhitungan kepada istri alias pelit!" ucap Diana kepada sang Ibu yaitu Bu Wina.


Bu Wina pun nampak seakan tidak percaya dengan kebaikan Alex yang mau meminjamkan uang kepada dirinya. Padahal Alex sangat perhitungan dalam hal masalah finansial kepada sang istri.


Bu Wina pun tahu semua itu dari Alya yang selalu mengeluh tentang masalah keuangannya yang kurang atau telat memberikan kepada sang istri.


"Tadi pagi malah Alya cerita sama Ibu kalau dia belum diberikan gaji bulanan sama suaminya. Ibu pun enggak ngerti." jawab sang Ibu dengan mengernyitkan keningnya.


_____


Diana nampak terlihat heran juga dengan sifat Alex yang misterius dan tidak loyal terhadap sang istri padahal sang istri tipe wanita yang sabar, lembut. Semenjak kejadian perselingkuhan saja yang dilakukan oleh Alex nampak sang istri perangainya cepat mudah marah dan tersinggung.


Diana pun selalu dengar dari Alya cerita tentang Alex kalau sang suami pernah berselingkuh tapi kalau masalah keuangan yang tidak terbuka dan pelit sama istri Alya tidak menceritakannya. Beda cerita kepada Bu Wina, dia selalu cerita apapun itu termasuk masalah perselingkuhannya dengan wanita lain karena Alya sudah menganggap Bu Wina, ibunya sendiri.


"Masa Bu, kasihan juga ya! Lalu uangnya kenapa belum diberikan kepada istrinya, sedangkan sama Ibu ada untuk meminjamkan," ucap Diana terlihat dihinggapi rasa penasaran.


"Sudah ah, kamu jangan kepo Nak!" ucap sang Ibu sambil berlalu ke arah dapur untuk mengambil makanan karena tadi pagi dia membuat puding untuk anaknya Alya.


_______


Di rumah Alya.


"Mas, Alya ada?" tanya Bu Wina sambil membawa puding kesukaan dari anak-anak Alya. Kemudian Bu Wina melirik ke arah ruang tamu yang nampak terlihat sepi.


"Ada di kamar sedang menemani anak-anak tidur siang," jawab Alex sambil melirik puding yang dibawa Bu Wina. Dan Bu Wina pun nampak duduk.


"Wah, terima kasih Bu, bawa apa ini. Puding kesukaan anak-anak ya, memang Bu Wina ini pandai sekali mengambil hati anak-anak," ucap Alex sambil mengambil puding yang berada di meja teras yang sudah dipotong rapi oleh Bu Wina sebelumnya.


_____

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Bu Wina langsung menceritakan rasa terima kasih atas pinjaman uangnya yang diberikan oleh Alex karena dia tidak diganggu lagi oleh penagih hutang dan dia pun bercerita, entah kapan uang pinjaman tersebut akan dibayarnya. Bu Wina mencoba menanyakan lagi lowongan kerja buat Diana. Bu Wina berdalih jika Diana sudah kerja dia pasti akan bisa menyicil uang pinjaman tersebut. Kalau uang suami menurut Bu Wina tidak seberapa karena hanya cukup untuk biaya resiko dapur sehari-hari.


"Sudah Bu, jangan dipikirkan kapan saja bayarnya, anggap saja sebagai rasa terima kasih Alex kepada Bu Wina dan Diana karena yang mengasuh anak-anak aku selama ini Ibu dan Diana." ucap Alex.


______


DEGH...


Nampak Lia dari tadi padahal sedang menguping dibalik jendela kamarnya dan Lia terlihat mengintip di balik gorden. Terasa sesak dada Lia tatkala mendengar percakapan antara sang suami dan Bu Wina, bahwa Bu Wina meminjam uang padahal Alya belum diberikan uang resiko bulanan oleh sang suami. Alya pun nampak berpikir jauh dan menjadi tanda tanya dalam benaknya.


"Aneh, pinjemin uang kepada Bu Wina, istri sendiri enggak dikasih uang." ucap Alya terlihat mukanya sangat kecewa.


Alya pun mencoba mengatur deru napasnya yang mulai tidak beraturan dan tidak terkontrol. Dia pun kemudian berlalu dari kamar dan menyeret langkah kakinya ke arah teras rumah. Nampak Alya berdehem tatkala sudah berdiri di depan pintu.


_____


Ehemm..


"Mas, apa kamu tidak lihat sudah 3 hari ini susu anak sudah habis dan Ibuku yang membelikan!" sindir Alya dengan pandangan mendelik ke arah sang suami dan Alya pun nampak cemberut bibirnya ketika melirik ke arah Bu Wina. Sontak Bu Wina seperti dihinggapi bersalah dan malu. Dia pun berpikir bahwa Alya barusan tengah mendengarkan obrolannya dengan Alex mengenai masalah pinjaman uang.


"Ma-Mah, anak-anak sudah tidur!?" terdengar Alex sang suami begitu gugup ketika berucap. Dia pun nampak seperti dihinggapi rasa bersalah dan takut.


Takut jika Alya baru saja mendengar obrolan dirinya dengan Bu Wina. Alex terlihat melirik ke arah Bu Wina dan nampak terlihat Bu Wina tengah menundukkan kepalanya dengan wajah yang merah merona.


_______


Nampak Alya tidak bicara sedikitpun hanya pandangan matanya yang terlihat sinis seakan kesal dan kecewa. Kemudian Alya berlalu pergi dari hadapan kedua orang tersebut memasuki rumah kembali karena terdengar rengekan Amira di kamar tengah menangis. Rupanya sang anak terbangun kembali dari tidurnya.


Sontak Bu Wina dengan cepat mengekor dari arah belakang Alya sepertinya dia mau menghampiri Amira yang tengah menangis. Tapi dengan cepat Alya menutup pintu kamar nya. Entah disengaja atau tidak yang jelas hati Alya saat ini sedang kecewa.


Alex pun melihat kejadian tersebut. Tatkala Bu Wina mau memasuki kamar dan pintu di tutup dengan cepat oleh Alya, nampak Alex terlihat dihinggapi rasa serba salah dan dihinggapi rasa malu oleh Bu Wina dengan kelakuan sang istri yang menurutnya tidak sopan karena biasanya Alya selalu ramah, dan kalau Bu Wina masuk ke kamarnya Alya pun selalu berlaku sopan. Tapi nampak apa yang dilihat oleh Alex barusan seakan sang istri saat ini kurang bersahabat sifatnya.

__ADS_1


_______


"Bu, maaf mungkin barusan Alya buru-buru masuk kamar karena mendengar Amira menangis dan dia tidak tahu bahwa Ibu sedang ada di belakang," ucap Alex meminta permohonan maaf kepada tetangganya itu.


"Enggak apa-apa Mas, mungkin Alya tadi buru-buru, hehehe,," Bu Wina mencoba tersenyum ramah dan seakan menutupi rasa malunya.


Bu Wina sepertinya dihinggapi rasa bersalah dan takut jika Alya kecewa karena obrolan dia tadi dengan Alex. Bu Wina pun nampak pamit kepada Alex. Terlihat ketika Bu Wina berlalu dari hadapan Alex, kemudian Alex pun nampak memasuki kamar.


______


Setelah berada di kamar nampak Alya sedang menggendong Amira dan memberikan susu botol.


Alex kemudian duduk di meja rias dan dia merogoh ponselnya yang berada di dalam saku celananya. Kemudian dia membuka aplikasi M-Banking. Alex pun mentransfer sejumlah uang bulanan kepada istrinya itu.


"Sudah aku transfer Mah, uang bulanannya," ucap Alex.


Alex masih dengan pandangan mengarah ke layar ponsel. Sementara Alya nampak bibirnya mengerucut. Dia seakan kesal, kecewa, marah, campur menjadi satu. Dalam benak pikiran Alya seakan mengingat kembali obrolan yang di bicarakan oleh suami dan Bu Wina itu benar adanya atau hanya pendengaran dia saja yang salah. Alya nampak memijit keningnya seakan mengingat kembali obrolan barusan antara Alex dan Bu Wina. Nampak Alya menghembus napas kasar, dia pun seakan ingin bertanya langsung kepada sang suami karena dihinggapi rasa penasaran yang begitu dalam.


"Mas, aku mau nanya sama kamu, tapi jawab jujur!" ucap Alya menatap lekat ke arah Alex.


DEGH...


Alex terlihat sedikit terkejut karena dia yakin kalau Alya pasti menanyakan masalah Bu Wina dan entah mengapa Alex begitu yakin kalau Alya tadi mendengar obrolan dia dengan Bu Wina.


"Apa kamu benar meminjamkan uang kepada Bu Wina!?" tanya Alya.


Nampak Alya tidak bisa dibohongi jika dia merasa terkejut dan seakan dihinggapi rasa bersalah karena dia tidak jujur kepada sang istri dengan cara meminjamkan uang kepada tetangganya tersebut. Sedangkan uang resiko dapur belum memberikan kepada istri atau telat dan baru sekarang diberikan kepada Alya, itu pun karena Alya yang meminta.


"Mama kata siapa!? Enggak lah," jawabnya terlihat gugup nampak dari gestur tubuhnya seakan salah tingkah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2