
Tiba di rumah.
Setelah tiba di rumah Alya nampak merebahkan badannya di dalam kamar dan terlihat sang anak Amira pun tengah tertidur pulas, mungkin karena cape sudah bepergian.
Terlihat disana sang Ibu mertua sedang duduk di kursi sofa bersama Alex. Entah mereka sedang membicarakan apa yang jelas terdengar sayup-sayup mengucapkan nama dirinya Alya.
Alya pun seakan tidak mau mempedulikan hal tersebut karena dia berpikir mungkin mereka tengah membicarakan kesalahan dirinya yang selalu di ungkit walau hal sepele.
______
Beberapa menit kemudian.
"Seperti ada suara Diana," gumam hati Alya.
Alya pun secara perlahan, dia mengintip dari arah jendela kamar dekat pintu. Dan benar saja disana nampak terlihat Diana tengah duduk di pinggir sang Ibu mertua. Entah mengapa hati Alya seakan tidak karuan dengan melihat Diana terlihat begitu akrab dengan Ibu mertuanya dan tatapan dari sang suami begitu lekat ke arah Diana seakan tidak bisa berkedip sedikitpun.
Kedua mata Alya melebar sempurna dan seketika tubuhnya membeku. Alya pun mencoba menetralkan debar jantungnya yang kian tidak terkontrol. Kemudian dia duduk di kursi dekat jendela tersebut. Terlihat ada air mineral di dalam botol lalu dia meneguknya seakan kerongkongannya sesak dengan rasa kecewa.
_____
Alya kemudian memberikan sebuah pesan kepada Rani sang sahabat. Alya pun menceritakan semuanya apa yang terjadi hari ini. Dengan mencoba menahan sesak agar air mata tidak menetes, Alya mencoba menguatkan perasaannya.
{"Sabar Al, belum saatnya kamu untuk marah dan melabrak suami kamu dan Diana. Belum tentu mereka ada hubungan karena Alex juga sudah anggap Diana sebagai adiknya. Apalagi keluarga Diana sudah dekat dengan Ibu mertua kamu,"} pesan dari Rani seakan membuat hati Alya bisa meredam sedikit rasa emosinya yang kian bergejolak.
Alya menghela napas panjang kemudian dia kembali mengintip ke arah jendela dan nampak Diana terlihat pamit pulang dengan membawa piring kosong. Dalam hati Alya mungkin dia tadi memberikan makanan datang ke rumahnya.
______
Tiba-tiba terlihat sang suami tengah berjalan ke arah kamar dan nampak Alya pun dengan cepat berpura-pura tidur dengan menggulung tubuhnya memakai selimut tebal.
Terdengar tiba-tiba hujan mengguyur. Alex pun sang suami memeluk sang istri dari arah belakang. Sontak Alya seakan enggan untuk di peluk oleh sang suami. Tatapan suaminya yang baru saja dia lihat terhadap Diana seakan membuatnya dihinggapi rasa cemburu. Seketika jantungnya berdegup kencang, dadanya mulai naik turun karena amarah yang menguasai.
"Diam, Mas, aku pusing!" ucapnya seakan mengelak ajakan suami yang ingin menumpahkan rasa rindu.
Alex nampak seakan tersinggung dengan penolakan sang istri. Alex pun membalikkan badannya, kemudian dia mengambil ponsel yang baru saja dia simpan di atas nakas.
________
TING..
__ADS_1
Nampak pesan muncul setelah Alex baru saja memberikan sebuah pesan kepada Diana.
Terlihat di pesan tersebut Diana menolak ajakan Alex untuk keluar rumah karena baru saja Alex mengajaknya untuk keluar rumah dengan alasan lagi kesal kepada Alya.
{"Gimana kalau sudah reda,"} ajak Alex kembali di sebuah pesan.
{"Kayaknya enggak bisa Mas, soalnya ada Bapak,"} balas pesan Diana.
Nampak Alex pun merasa kecewa karena dia tidak jadi pergi bersama Diana. Alex membuang napas kasar, dia menatap langit-langit kemudian memejamkan matanya. Terlihat dia tersenyum sendiri seakan mengingat sosok Diana yang baru saja pergi berlalu dari rumahnya.
_______
Setengah jam kemudian hujan pun reda dan terlihat Alya masih membelakangi sang suami di tempat tidurnya karena dihinggapi rasa curiga dan cemburu.
TING. .
{"Mas, ternyata Bapak lembur kerja dan baru saja dia pergi ke pabrik jadi aku tunggu dimana?"} pesan yang tertulis dari Diana begitu membuat Alex terlihat dihinggapi rasa gembira.
{"Di mini market dekat rumah,"} balas pesan Alex.
Alex pun tanpa pikir panjang dia lalu mengganti pakaiannya dan menyemprotkan parfum. Wangi parfum yang di pakai oleh Alex sangat menyeruak indera penciuman. Alya pun yang tengah berada di dalam selimut seakan mencium aroma minyak wangi tersebut dan nampak dia dihinggapi rasa tanya dalam dirinya.
"Mau kemana dia," gumam hati Alya.
________
CEKLEK..
Baru saja membuka pintu terdengar sang istri memanggilnya. Sontak Alex pun mematung di depan pintu.
"Mau kemana!?" tanya Alya dengan pandangan menyorot tajam ke arah sang suami.
DEGH....
Sontak Alex terkejut dengan suara istrinya tersebut yang menanyakan dirinya yang terlihat keluar dari dalam kamar. Dalam benak sang suami berpikir, apa harus di jawab dengan kebohongan kembali karena dia tengah dihinggapi rasa kesal kepada sang istri.
"Ketemu teman kantor," jawabnya tanpa melirik ke arah sang istri.
BRUKK...
__ADS_1
Pintu pun di tutup dengan kasar oleh Alex dan sontak sang Ibu yang tengah lekat di layar televisi terlihat dihinggapi rasa terkejut. Sang Ibu menatap Alex seakan beribu tanya hinggap di dalam diri.
_______
"Kamu kenapa Nak, berantem sama istrimu ya?" tanya sang Ibu dihinggapi rasa khawatir.
Nampak Alex hanya terdiam dengan sorot mata yang terlihat memendam kekesalan. Alex pun berlalu dari arah sang Ibu tanpa menampakkan senyum sedikitpun dari bibirnya.
"Alex pergi dulu ada perlu sama teman," ucap Alex dengan cepat berlalu dari dalam rumah.
Sang Ibu nampak mendelik pandangannya ke arah kamar Alya. Sang Ibu terlihat kesal kepada menantunya tersebut walaupun dia tidak tahu kejadiannya seperti apa.
______
Sementara di dalam kamar Alya tengah melamun dan dihinggapi rasa curiga terhadap sang suami yang tiba-tiba pergi setelah menerima pesan.
Alya pun kemudian mencoba menghubungi Bram dan menanyakan kepada sahabat suaminya itu. Apakah dia malam ini keluar bersama Alex.
{"Tidak Al, memangnya suami kamu tadi bilangnya pergi sama siapa?"} tanya Bram di sambungan teleponnya.
Alya pun bertambah rasa curiganya karena biasanya sang suami perginya selalu bersama Bram. Tapi sekarang entah sama siapa, Alya pun nampak meminta tolong kepada Bram agar dia malam ini menyelidiki sang suami.
{"Oke, Al, nanti aku selidiki suami kamu sedang bersama siapa saat ini,"} ucap Bram.
Sambungan telepon pun nampak terputus dan nampak Alya mencoba menetralkan debar jantungnya.
______
Setengah jam kemudian.
Pesan kemudian muncul dari Bram dan terlihat di bunyi pesan tersebut Bram tidak tahu dengan keberadaan Alex sekarang dimana.
{"Maaf banget Al, aku sudah menanyakan ke semua teman kantornya. Tapi mereka tidak tahu keberadaan Alex saat ini sedang dimana,"} tulis pesan Bram.
Alya pun berpikir sejenak dan dihinggapi rasa curiga kembali karena tadi Alex bicara kepadanya kepergiannya bersama teman kantornya.
{"Halo, Al, kamu masih disana!?"} tanya Bram karena nampak tidak terdengar suara Alya kembali di sambungan teleponnya.
{"Iya, Bram tidak apa-apa, mungkin dia sedang cari angin,"} jawab Alya.
__ADS_1
Alya pun berpikir dia mungkin tadi salah kepada sang suami karena ketika sang suami meminta dirinya untuk menumpahkan rasa rindu di atas ranjang nampak Alya menolaknya jadi Alex kesal.
Bersambung...