Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 59 Pertengkaran


__ADS_3

Pertengkaran pun terjadi di antara Alex dan Bram. Mereka bersekesilih paham dan membela ego masing-masing. Alex seakan tidak terima jika Bram berlaku kasar terhadapnya dengan cara menamparnya. Bram pun seakan memendam rasa emosi yang dia tahan selama berada di kampung di rumah kedua orang tuanya Alya. Pengakuan Alya yang terdengar sangat menyayat hati begitu seakan memilukan hati Bram sebagai temannya.


"Jangan-jangan kamu suka ya, sama istri aku! Sejak kapan kamu begitu peduli sama Alya!?" sindir Alex dengan senyum sinis.


Sontak Bram tersinggung dengan apa yang di ucapkan oleh Alex karena dia merasa tidak.dihargai dan di fitnah dengan tuduhan tersebut. Bram terlihat ingin menampar kembali pipi Alex karena tangannya sudah mengepal.


______


"Silahkan kamu pergi dari rumahku! Tidak sopan kamu ya, datang-datang dengan berani menampar aku," bentak Alex dengan telunjuk mengarah ke halaman rumah dan pandangan yang melotot.


Bram pun seakan sudah malas untuk berlama-lama tinggal disana. Dia melengos pergi dengan pandangan kesal ke arah sahabatnya itu.


Sementara di teras rumah Bu Wina nampak terlihat pandangan matanya begitu tajam melihat percekcokan yang terjadi di antara Bram dan Alex. Terlihat muka dari Bu Wina seakan gusar.


______


"Ada apa Bu!" sang suami menepuk pundak sang istri. Sontak Bu Wina terlihat terkejut dengan tepukan yang diberikan oleh sang suami tersebut dan dia nampak gugup.


"Itu Alex barusan menampar temannya, Bram." jawab Bu Wina.


Terlihat sang suami pun seperti dihinggapi rasa penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh sang istri. Dia pun menatap ke arah teras rumah Alex dan terlihat Alex sedang memegang pipinya yang terlihat meringis menahan rasa sakit.


"Apa Alex di tampar oleh temannya? Sepertinya dia meringis menahan rasa sakit," tanya suami dari Bu Wina. Terlihat sang istri menganggukkan kepalanya.


_______


Sang suami pun dengan cepat menyeret langkah kakinya menuju teras rumah Alex. Dia berpikir inilah saat yang tepat untuk dia bisa mengeluarkan semua rasa sesal dia, yang terpendam karena Alex dan anaknya sudah berani melakukan pengkhianatan di belakang Alya.


Nampak Bu Wina seakan tahu maksud dari suaminya itu. Sang suami mau berbicara lebar mengenai hubungan sang anak dengan Alex ketika beberapa hari kemarin. Dan sang Ibu terlihat takut kalau sang suami nantinya akan melakukan hal yang ceroboh yang mengakibatkan tidak bisa mengontrol rasa isinya kepada Alex tetangganya itu.

__ADS_1


_______


Tiba di teras rumah Alex.


"Nak Alex, maaf ada apa ya?" Bapaknya Diana berpura-pura tidak tahu apa-apa dan menanyakan kabar Alex yang terlihat sedang memegang pipinya yang sedikit berwarna merah.


"Eh, Bapak, tidak apa-apa Pak," jawabnya dengan memalingkan mukanya dan terlihat merah merona dan gugup karena dia pun tahu bahwa saat ini telah melakukan kesalahan karena telah mendekati anaknya Pak Hasan.


Alex pun mencoba mempersilahkan duduk kepada Pak Hasan. Sesaat kemudian Pak Hasan menghela nafas panjang. Niat dia ingin berbicara dengan serius kepada Alex.


_____


"Gini loh, sebenarnya Bapak dari kemarin ingin bicara dengan kamu. Tapi waktunya belum tepat, dan mungkin kini waktunya yang sudah tepat untuk bicara semuanya terhadap Nak Alex," ucap Pak Hasan.


Nampak Alex seakan mengetahui apa yang akan di sampaikan oleh Pak Hasan, pasti dia akan membicarakan masalah mengenai kedekatan dirinya dengan Diana.


"Kamu ada hubungan apa dengan anak Bapak?" dengan tegas Pak Hasan bertanya dan penuh curiga.


"Maksud Bapak apa? Saya tidak mengerti," jawab Alex mencoba tenang walau dalam hatinya sudah mengetahui dengan arah bicara Pak Hasan itu sebenarnya apa.


______


Pak Hasan pun dengan gamblang menceritakan semuanya tanpa ada yang dia sembunyikan. Nampak Pak Hasan terlihat serius dan sepertinya dia sangat menyayangkan dengan sifat Alex yang mencoba mendekati anaknya, dan Pak Hasan pun disini dia, tidak menyudutkan Alex. Tapi Pak Hasan pun terlihat mencoba bersikap adil, dia pun menyalahkan sang anak Diana yang tidak bisa menjaga hatinya. Padahal jelas-jelas Alya sudah menganggap adik kepada Diana. Bu Wina istri dari Pak Hasan pun terseret namanya disini oleh sang suami karena Bu Wina sebagai sang istri tidak bisa mengarahkan sang anak dengan baik.


"Bapak akui, anak Bapak salah dan ceroboh. Akhirnya istrimu Alya, pergi dari rumah kan, sekarang." ucap Pak Hasan.


Terlihat Alex menundukkan kepalanya, dia pun seakan malu dengan semua yang terucap dari bibir Pak Hasan. Nampak Alex meminta maaf kepada Pak Hasan. Dia berdalih karena khilaf dan tidak akan melakukan kesalahan lagi.


"Buktikan saja ya Nak Alex, kalau ingin rumah tangga kamu selamat," sindir Pak Hasan dan dia pun berlalu pamit dari hadapan Alex.

__ADS_1


_______


Tiba di rumah nampak Pak Hasan bercerita kepada sang istri bahwa dia sudah bicara dengan Alex mengenai kedekatan sang anak dengan Alex yang dinilai tidak terpuji. Dan Pak Hasan pun sangat mewanti-wanti istrinya tersebut. Jangan sampai sang istri mampir lagi ke rumah tetangganya itu karena akan menimbulkan perselisihan di kemudian hari.


"Bapak selalu berpikir buruk, Alex kasihan sendiri di rumah dan Alya istrinya tidak ada di rumah. Jadi wajar kalau aku sedikit memberikan perhatian dengan cara memberi kopi atau teh hangat. Anggap saja aku ini Ibunya dia karena bagaimanapun Alex terhadap kita sangat baik," bela sang Ibu nampak seakan tidak mau di salahkan.


"Kamu ngeyel ya, sudah aku peringatkan. Jangan lagi kamu dekat dengan keluarga Alex!" sang suami terdengar membentak.


_____


Sementara sang anak Diana yang sedari tadi mendengar pertengkaran yang terjadi diantara kedua orang tuanya hanya menutupi kuping. Dia seakan jemu dengan semuanya. Apalagi yang notabene Diana saat ini sudah tidak bekerja lagi.


Kegiatan dia hanya merinci keluar masuknya barang dan mempromosikan barang dagangan lewat sosial media. Mungkin terasa jenuh jika bekerja di rumah beda dengan berada diluar rumah. Dia bisa bertemu dengan teman-teman dan bercengkrama ngobrol.


"Bapakku bentar lagi kerja malam," gumam hatinya. Sang Bapak belum keluar kerja sepenuhnya dari pabrik. Mungkin jarak satu bulanan lagi baru dia akan keluar.


_____


Nampak sepertinya Diana mempunyai akal licik. Dia ingin keluar rumah disaat sang Bapak pergi kerja, dan niat licik pun dia pergunakan dengan memberikan sebuah pesan kepada Alex bahwa dia akan bertemu dengan lelaki itu malam ini.


Baru saja tidak bertemu dengan Alex 2 hari. Terasa rasa gundah tengah menyelimuti hati Diana. Terlihat Diana mengambil ponselnya yang berada di atas nakas kemudian Diana mencoba memberikan sebuah pesan kepada Alex.


{"Mas, Bapakku kerja dinas malam. Entah mengapa aku ingin bertemu denganmu. Aku khawatir dengan keadaan kamu. Katanya Alya pergi dari rumah ya,"} tulis pesan Diana kepada Alex.


Nampaknya rasa tidak tahu malu dan licik, tengah menyelimuti hati Diana yang tengah mabuk asmara.


Bersambung...


...

__ADS_1


__ADS_2