
Diana langsung berlalu dari hadapan rumah Alya. Setelah dia mengambil barang baju yang berceceran yang masih terbungkus plastik yang berada di lantai. Terlihat Alex dihinggapi rasa heran karena Diana pergi berlalu begitu saja tanpa memasuki rumah terlebih dahulu. Alya hanya tersenyum puas dalam hatinya. Dia berpikir pasti Diana di suruh oleh Ibunya untuk menawarkan baju kepadanya.
"Bocah ingusan itu sepertinya dia cemburu kepada suamiku," gumam hati Alya.
"Ada apa dengan Diana ya," bisik hati Alex dihinggapi rasa khawatir.
Alya kemudian kembali memeluk sang suami dengan erat. Nampak Alex pun merasa bahagia dalam dirinya karena sang istri sekarang sudah tidak marah lagi kepada dirinya. Tapi tetap pikiran Alex menerawang memikirkan Diana yang baru saja menghilang dengan cepat.
______
Alya pun menarik sang suami duduk di kursi meja makan. Kemudian dia membuka tudung saji dan nampak terlihat masakan sudah tersaji disana. Alex tersenyum sumringah tatkala sayur lodeh beserta sambel dan ayam goreng sudah tersedia disana karena itu makanan favorit dia.
"Wah, sudah lama aku tidak menikmati masakan kamu ini," ucap Alex mengecup pipi sang istri. Kemudian dia pun mengambil piring lalu mengambil nasi beserta lauknya.
Alya nampak senang karena Alex sangat lahap sekali ketika makan masakan dia. Alya pun berharap Alex akan berubah sifatnya dan tidak lagi mengulangi perselingkuhan terhadap dirinya.
_____
"Enak Pah, masakan yang Mama masak?" tanya Alya menatap sang suami.
Alex menganggukkan kepalanya dan mengacungkan jempolnya pertanda masakan yang di masak sang istri enak dan Alex menikmatinya.
"Alya,,,!"
Teriakan dari luar terdengar masuk ke dalam rumah. Sontak Alya dan Alex menoleh ke arah depan rumah dan terlihat Bu Wina membawa beberapa potong baju yang tadi dibawa oleh Diana. Alya hanya mengelus dada dalam dirinya berpikir, Bu Wina tidak tahu malu padahal jelas-jelas dia tadi tidak bersikap ramah kepadanya. Tapi tetap saja masih menghampiri rumahnya.
"Masuk Bu," ucap Alex sambil melirik ke arah Alya. Nampak Alex pun seakan canggung untuk mengajak Bu Wina masuk ke dalam rumah karena dia menghargai perasaan sang istri yang masih tidak nyaman dengan tetangganya itu.
_____
Bu Wina tersenyum lebar dan memasuki rumah Alya dengan berpura-pura menanyakan keberadaan Arya dan Amira anak dari Alya dimana.
__ADS_1
"Anak-anak kamu kemana Al? Kok tidak kelihatan," ucap Bu Wina dengan pandangan matanya berselancar mengelilingi sudut ruangan.
"Tidur," jawab Alya singkat dengan pandangan mendelik.
"Makan Bu," ucap Alex terlihat gugup karena dia tahu sang istri tengah kesal terhadap tetangganya tersebut.
Bu Wina pun tanpa ragu duduk berhadapan dengan Alex kemudian dia mengeluarkan beberapa baju yang masih terbungkus rapi di plastik dan dia menawarkan baju tersebut kepada Diana.
______
"Nak Alex bagus kan bajunya, apalagi Alya yang memakainya," ucap Bu Wina menggoda Alex agar mau membeli barang dagangannya.
Bu Wina kepepet kekurangan uang untuk membayar cicilan motor Diana. Sedangkan uang yang diberikan oleh suaminya, dia hamburkan untuk berfoya-foya bersama Diana dengan berbelanja dan makan di Restoran.
"Berapa Bu, harganya," ucap Alex terlihat iba terhadap tetangganya itu.
"Aku gak mau beli baju Bu Wina, Mas!" sindir Alya. Terlihat seketika Bu Wina dan Alex pun melirik ke arah Alya. Mereka berpikir tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Alya. Terlihat raut wajah Alya sinis tidak ramah sedikitpun.
______
Alex pun seakan tidak bisa berbuat apa-apa karena dia pun masih takut dan menghargai istrinya itu. Dalam hati Alex sebenarnya dia tidak enak dengan Bu Wina yang di tolak secara halus untuk membeli barang dagangannya oleh Alya sang istri.
Setelah beres makan terlihat Alex berlalu ke wastafel untuk mencuci tangannya dan tanpa dia sadari ponselnya tertinggal di atas meja makan. Dan seketika bunyi notifikasi pesan muncul dari ponselnya Alex. Terlihat dari layar ponsel Diana memberikan sebuah pesan.
{"Mas, jujur aku cemburu pas tadi lihat kamu sedang memeluk istrimu dan Ibuku barusan bicara sama aku bahwa dia tersinggung dengan ucapan Mbak Alya,"} tulis pesan Diana.
Seketika Alya matanya membulat sempurna tatkala membaca pesan tersebut. Dalam hatinya tersenyum puas karena sudah membuat sang tetangga terbakar api cemburu.
_____
Eheem...
__ADS_1
Suara deheman Alex membuat Alya dihinggapi rasa kaget karena dia tengah asik menatap layar ponsel sang suami. Tapi untung saja tatapan Alex tidak mengarah ke meja makan tapi ke arah kamar. Dia terlihat sedang memastikan anak-anaknya sudah bangun dari tidur atau belum.
"Mah, aku mau pergi ada perlu ke tempat teman ada urusan bisnis dan kalau Mama mau ikut ayo! Tapi kasihan ya, anak-anak tidurnya nyenyak kasihan kalau di bangunin," ucap Alex.
"Iya enggak apa-apa besok saja kita jalan-jalan bawa anak keluar. Papa saja sendiri sekarang ketemu teman itu lebih penting," jawab Alya.
______
Alex pun berlalu pergi dan beberapa menit kemudian datanglah Bram ke rumah Alya. Itu pun tanpa menelepon terlebih dahulu kepada Alex maupun Alya. Sontak Alya terkejut dengan kedatangan Bram ke rumahnya tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.
"Kenapa enggak kasih kabar kalau mau datang kesini," ucap Alya sambil membawakan secangkir kopi yang tengah duduk di teras rumah.
Bram menatap Alya dengan tatapan yang penuh makna tidak seperti biasanya dan hal tersebut membuat Alya dihinggapi rasa salah tingkah karena Bram tatapannya begitu mengisyaratkan rasa khawatir dia kalau Alex dan Alya kembali bertengkar dan Alya saat ini masih terluka, itu pikiran buruk Bram.
"Al, kamu baik-baik saja kan?" Bram memegang tangan Alya secara spontan.
_____
Tanpa mereka sadari Bu Wina tengah memfoto kebersamaan mereka berdua. Bu Wina terlihat dari arah jauh tersenyum puas dan licik tatkala mendapatkan foto tersebut.
Dengan sigap Alya menepis genggaman tangan dari Bram. Dan dia merasa terkejut dengan hal spontan yang dilakukan oleh Bram. Sontak Bram terlihat terkejut juga dan dia merasa khilaf karena secara spontan tanpa di sadari dia telah mengkhawatirkan keadaan Alya.
"Ma-maafkan aku, itu tidak seperti yang kamu kira dan aku hanya khawatir saja," Bram langsung memalingkan mukanya ke sembarang arah. Terlihat dia sangat menyesali diri kenapa dia melakukan hal ceroboh padahal dia hanyalah sahabat dari temannya dan sangat peduli dan khawatir dengan keadaan Alya.
______
"Mama,,,"
Tiba-tiba Arya sang anak datang dari dalam rumah dan duduk di pangkuan Alya. Kemudian Bram memberikan satu kotak coklat di dalam tas nya. Terlihat Arya sangat senang dan tersenyum gembira.
Bram mengelus dada dalam hatinya berpikir untung ada Arya yang menyelematkan rasa terkejut dia karena telah melakukan hal yang ceroboh.
__ADS_1
Bersambung...