Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab 8 Tiba Di Kampung Halaman


__ADS_3

Nampak Alya pun tiba di kampung halamannya. Dia terlihat senang ketika di sambut oleh Abah dan Emaknya. Mereka orang tua yang sangat sayang terhadap sang anak dan Alya selalu terbuka kepada kedua orang tuanya masalah apapun.


"Neng, kumaha damang?" tanya Emak dengan logat sundanya menanyakan kabar dari anaknya itu yang nampak lelah dan banyak pikiran. Alya biasa dipanggil dengan sebutan Neng oleh kedua orang tuanya dan tetangga sekitar rumah.


"Alhamdulillah sehat, Mak," jawab Alya tersenyum walaupun dirinya sedang dihinggapi rasa gundah gulana.


"Ciga anu kurang sehat, Neng!" tanya Abah seakan curiga dengan kondisi Alya yang nampak wajahnya lesu.


"Sehat Bah, mungkin tadi mabuk perjalanan di mobil Travel," jawab Alya sambil mendudukkan Amira di pangkuan Emaknya.


Alya seakan tahu jika kedua orang tuanya itu sangat mengkhawatirkan keadaannya.


"Ibak heula, kasep," ucap Abah kepada Arya sang cucu dengan memeluknya erat. Sang Kakek menawarkan untuk mandi kepada cucunya itu. Tapi sang Nenek mengajak cucunya dan sang anak untuk makan terlebih dahulu.


_____


Setelah makan dan mandi nampak anak-anak Alya tertidur mungkin karena rasa lelah perjalanan jauh yang menempuh jarak tiga jam selama dalam Travel. Sang cucu terlihat dengan di temani oleh sang Kakek didalam kamar.


Nampak Ibunya Alya tengah asik menonton televisi yang sesekali melirik sang anak yang tengah fokus di layar ponselnya namun pandangannya seakan kosong.


"Neng, kamu lagi banyak pikiran ya, gimana suami kamu! Apa dia masih suka godain wanita lain," Emak seakan mengkhawatirkan keadaan anaknya yang pernah dikhianati oleh suaminya.


Nampak Alya melirik ke arah sang Ibu dengan wajah yang terlihat lelah.


"Kumat lagi Mak," ucap Alya dengan menghela napas panjang.


"Kumat lagi, kok bisa sih. Alex terus-menerus selingkuh. Padahal kamu sebagai istri kurang gimana nurut sama dia enggak banyak nuntut." ucap sang Ibu.


"Enggak tahu Mak, mungkin selingkuh sudah mendarah daging," jawab Alya.


"Sama wanita yang kata kamu kenalan di sosmed itu, atau wanita selingkuhnya beda lagi?" tanya sang Ibu seperti dihinggapi rasa penasaran.


"Beda lagi Mak, kayaknya masih kenalan dia di sosmed untung keburu ketahuan, jadi mereka putus," jawab Alya.


"Kamu kan tidak tahu Neng, apa benar putus atau tidak Alex dengan wanita itu," ucap sang Ibu seperti dihinggapi rasa khawatir.


____


Alya nampak terdiam beberapa saat kemudian dia memejamkan matanya dan kembali mengingat kejadian seminggu yang lalu tatkala dia mencoba melakukan bunuh diri karena sudah tidak kuat melihat sang suami yang main perempuan terus.


"Sebenarnya Neng, minggu kemarin akan melakukan bunuh diri Mak," ucapnya pelan dengan melihat pintu kamar dimana keberadaan Bapak dan anak-anaknya sedang tertidur. Dia takut kalau obrolannya di dengar oleh Bapaknya makanannya tatkala berbicara Alya cukup pelan dan berhati-hati.


"Apa!!!" sang Ibu sontak terkejut tatkala mendengar pengakuan sang anak mencoba akan melakukan percobaan bunuh diri.


"Iya, Bu, tapi Arya keburu datang dari arah kamar. Neng, sudah tidak tahan dengan kelakuan Alex dan masalah keuangan pun dia pelit untuk beli susu Amira saja, aku kalau minta mesti merengek. Aku ingin kerja tapi anak-anak enggak ada yang urus," ucap Alya dengan menitikkan air mata.


_______


Sang Ibu pun kemudian menghampiri anaknya dan memeluknya erat. Kemudian mencium kening sang anak dengan penuh kelembutan.


"Neng, istighfar. Kamu kenapa mencoba melakukan percobaan bunuh diri. Itu sangat dibenci dan dilarang oleh Allah. Emak tidak rela kalau hidup kamu menderita bersama suamimu disana. Lebih baik kamu pindah tinggal disini saja. Meskipun hidup di kampung enggak apa-apa yang penting hati kamu tentram," ucap sang Ibu dengan tersedu menangis.


"Tidak, tidak mungkin Mak. Kalau Neng pindah kesini berarti harus ninggalin Alex dan dia akan bebas untuk berselingkuh dengan wanita lain karena tidak ada yang memperhatikan dia," ucap Alya menolak


•••


Dia berpikir jika meninggalkan sang suami dan dia hidup di kampung bersama kedua orang tuanya berarti itu akan membuat rasa aman dari sang suami karena tidak ada perhatian dari Alya sang istri.

__ADS_1


"Emak ikut saja ke Bandung, ke rumah kamu Neng, dan Emak akan urus cucu kamu sementara kamu kerja," ucap sang Ibu.


"Akan rumit Mak, masalahnya. Masa Emak mau ninggalin Abah disini kecuali Emak nanti kalau Arya libur sekolah baru datang ke rumah Neng nengok cucu beberapa hari saja," ucap Alya mencoba menjelaskan.


"Sebenarnya aku ingin cerai dari Alex, tapi Alex tidak mau dengan alasan anak kita masih kecil," ucap Alya yang beberapa kali mengucap kata cerai kepada sang suami.


"Menurut Emak juga sebaiknya kamu jangan cerai dari suamimu karena anak-anak masih kecil kasihan mereka," jawab sang Ibu.


Nampak Alya pun seakan dihadapi dilema yang sangat dalam. Pertama dia harus memikirkan sang anak juga jika harus bercerai tapi dia nampaknya sudah tidak nyaman dengan Alex sang suami.


______


Ehemm..


"Kamu kayak orang yang enggak punya iman saja Neng, masa mau bunuh diri. Abah mengajarkan kamu agama dari kecil kenapa kamu tidak menerapkannya. Abah kecewa dengan sikap kamu seakan kamu itu tidak dididik oleh Abah dan Emak kamu," ucap sang Bapak tiba-tiba datang dari arah kamar.


DEGH...


Nampak Alya dan sang Ibu terkejut dengan kedatangan sang Bapak karena mereka pikir sang Bapak sedang tidur tapi ternyata mendengarkan semua obrolan antara dirinya dan Ibunya.


"Abah! Kirain tidur," Alya terlihat mukanya merah merona dan dihinggapi rasa gelisah.


"Awas, Neng! Kalau Abah dengar lagi kamu mau mencoba bunuh diri." sang Bapak kembali mewanti-wanti sang anak dan nampak Alya pun seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Mungkin dia sedang khilaf Bah, jangan memojokkan anakmu!" jawab sang Ibu.


______


Alya pun merasa menyesali dengan apa yang telah di ucapkannya. "Mengapa aku spontan bicara kepada Abah dan Emak, dasar bodoh. Seharusnya diam saja," gumam hati Alya.


"Sudah gini saja, Emak ikut dengan Neng ke Kota biar anaknya ada yang ngasuh dulu. Abah yakin kamu sedang sakit tapi kamu di paksakan datang kesini. enggak apa-apa Emak disana sebulan dulu," ucap sang Bapak melirik ke arah sang istri seakan memberikan sebuah solusi.


•••


"Abah, enggak ada teman di rumah Bah, kalau Emak ikut Neng ke Bandung," Alya mencoba memberikan alasan.


"Tenang saja Kakakmu, Wisnu dengan istrinya akan suruh Abah menginap disini," ucap sang Bapak seakan menepis kegundahan hati anaknya itu.


Wisnu kakak dari Alya rumahnya dekat dengan kedua orang tuanya dan mereka sekarang sedang pergi keluar kota karena ada acara kantor jadi Alya belum bertemu dengan sang Kakak.


•••


"Iya, Neng, enggak apa-apa kan kalau Emak sementara waktu tinggal di rumah kamu," ucap sang Ibu seakan berharap.


Orang tua Alya dari segi finansial cukup berada dan jika Alya memberikan uang pun mereka selalu menolaknya dengan alasan mereka ada dan mereka berdalih dari pada diberikan kepada kedua orang tuanya lebih baik untuk keperluan anak-anaknya Alya karena mereka tahu Alya diberikan uang oleh Alex sang suami terbatas.


Bapak Alya yang bernama Pak Samsul punya bisnis di bidang kuliner yang dikelola oleh karyawan dan saudara-saudaranya.


Begitupun dengan Ibunya Alya yang bernama Bu Lastri, dia ada bisnis kecil-kecilan dengan istri dari Wisnu yang bernama Mila.


______


Alya nampak berpikir lama dan akhirnya dia pun menyetujui jika sang Ibu boleh ikut ke rumahnya.


"Iya Bu, kalau Ibu mau ikut ke Bandung sama Neng, enggak apa-apa." ucap Alya.


"Mau bawa oleh-oleh apa Neng, buat tetangga kamu yang pinggir rumah kamu itu. Dia kan orangnya baik sama kamu," ucap sang Ibu.

__ADS_1


"Nanti saja gampang Bu, kalau sudah mau dekat pulang baru belanja oleh-oleh." jawab Alya kepada sang Ibu.


Terlihat sang Ibu gembira tatkala mendengar bahwa dirinya akan ikut ke rumah anaknya. Sang Ibu berpikir akan membuat sang menantu agar sayang kepada sang istri dan jika ada keberadaannya mungkin pulang ke rumah tidak telat lagi.


_____


Tok..


Tok...


Tok...


Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk dari arah depan dengan mengucapkan kata salam dan Alya pun nampak akan membuka pintu.


"Wa'alaikum salam," balas ucapan salam nampak dijawab serentak oleh seisi rumah.


Ceklek..


Pintu dibuka lebar oleh Alya dan nampak Alya tersenyum lebar ketika melihat sosok yang datang.


"Yana, sudah besar kamu," ucap Alya kepada Yana anak dari sang kakak Wisnu.


Yana kemudian mencium punggung Tantenya itu dan tersenyum ramah.


•••


"Bapakmu sudah pulang Yan?" tanya sang Kakek ketika baru saja Yana duduk di hadapan sang Kakek.


"Belum Bah," ucap Yana.


"Bah, Yana ada panggilan kerja di Bandung dan minggu depan sudah mulai kerja," ucapnya memberikan kabar gembira kepada Kakek dan melirik Neneknya.


"Wah, Abah senang dengarnya," ucap sang Kakek, begitupun dengan sang Nenek nampak senang tatkala mendengar kabar tersebut.


•••


"Kerja dimana Yan?" tanya Alya.


"Di Perusahaan pabrik sepatu," ucapnya.


Kemudian Yana memperlihatkan alamat kantor pabrik sepatu itu yang sudah dia simpan dan berada di ponselnya.


"Wah ini pabrik sepatu ternama dan terbesar di Bandung," ucap Alya.


•••


Alya pun nampak seperti sedang berpikir serius. "Kalau tidak salah suaminya Bu Wina kerja disini tapi dia hanya buruh saja tidak punya jabatan," gumam hati Alya yang beda dengan Yana dia bekerja nanti di pabrik tersebut sebagai kepala staf.


"Iya, alhamdulillah,".jawab Yana.


"Bareng saja nanti ke Bandung nya sama Tante ya, kebetulan pabrik ini dekat dengan rumah Tante," ucap Alya tersenyum lebar.


"Asik kalau begitu Yan, pabriknya kalau dekat dengan Tante kamu jadi kamu sementara bisa tinggal di rumah Tante kamu," ucap sang Kakek.


"Tapi katanya ada Mess tempat untuk karyawan jadi Yana nanti akan tinggal disana," jawabnya.


"Ya, sudah enggak apa-apa yang penting nanti kakau libur bisa mampir ke rumah Tante kamu," sambung sang Nenek.

__ADS_1


Alya nampak tersenyum sumringah karena sang anak dari Kakaknya satu perusahaan dengan suaminya Bu Wina.


Bersambung...


__ADS_2