Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 68 Alex Kecewa


__ADS_3

"Awas Alya tunggu pembalasanku, pasti suami kamu akan kecewa dengan melihat foto gambar ini," Bu Wina tertawa terkekeh. Tatkala sudah mendapatkan foto gambar ketika tadi secara spontan Bram memegang tangan Alya.


Bu Wina nampak berlalu ke dalam rumah dan dengan cepat dia perlihatkan foto tersebut kepada Diana. Terlihat Diana pun tertawa puas dengan pekerjaan licik sang Ibu yang telah mendapatkan foto kebersamaan Alya dan Bram.


"Ibuku pintar! Hahaha,," terdengar Diana tertawa lepas dan puas. Dia seakan ingin cepat-cepat memberikan foto tersebut kepada Alex.


Tanpa pikir panjang Bu Wina pun memberikan gambar foto tersebut kepada Alex karena sang anak Diana yang terus menerus mendorong sang Ibu untuk memberikan foto gambar tersebut kepada Alex.


________


TING ..


Foto gambar pun terkirim kepada Alex dari ponsel Bu Wina. Terlihat masih belum dibuka oleh Alex pesan dari Bu Wina. Nampak Bu Wina dan Diana terlihat dihinggapi rasa sudah tidak sabar ingin cepat Alex membuka gambar yang diberikan oleh Bu Wina tersebut. Dan beberapa menit kemudian barulah Bu Wina tersenyum lebar tatkala gambar tersebut sudah dibuka oleh Alex.


"Tapi Alex tidak membalas pesan Ibu kenapa?" Diana dihinggapi rasa penasaran karena yang dia inginkan adalah Alex marah dan menanyakan gambar tersebut.


"Tenang Nak, sebentar lagi bakal ada perang di rumah tetangga kita. Hahaha.." tawa Bu Wina seakan menggelegar puas.


"Aku sudah tidak sabar nunggu teriakan Alya seperti dulu ketika dia mau percobaan bunuh diri. Hahaha,," Diana pun tertawa terbahak.


______


Tawa mereka pun nampak terdengar ke kuping Arya yang sedang menikmati coklat pemberian dari Bram.


"Kakak Diana dan Ibu, sedang apa ya, kok ketawanya sampai terdengar kesini," ucap sang anak menatap Alya.


"Enggak tahu Sayang, sudah jangan urus mereka lagi. Mama kan kemarin sudah cerita sama Arya semuanya. Kamu paham Nak!" ucap Alya kepada sang anak. Arya hanya menganggukkan kepalanya secara perlahan.


"Al, aku pamit pulang ya," ucap Bram nampak dia mau pamit pulang padahal baru beberapa menit dia duduk di teras dan kopi pun baru satu teguk dia minum.


"Enggak apa-apa kok, aku cuma khawatir sama kamu dan anakmu itu saja. Tidak lebih dari itu. Enggak enak juga sama tetangga kalau tidak ada suami kamu berkunjung kesini," ucap Bram. Kemudian Bram pun pamit dan mencium kening Arya.

__ADS_1


____


Alya pun dan sang anak berlalu memasuki rumah. Terlihat mereka duduk di ruang keluarga. Arya memeluk sang Mama dengan erat di kursi sofa. Tiba-tiba terdengar suara mobil Alex memasuki halaman rumah. Sontak mata Arya tertuju keluar rumah dan dia pun berlari kecil ke arah halaman rumah untuk menyambut sang Papa.


"Sudah bangun Nak!" ucap Alex tatkala baru saja dia keluar dari dalam mobilnya.


Nampak muka Alex cemberut dan senyumannya tipis tidak melebar ke arah sang anak. Alex pun terlihat memasuki rumah bersama sang anak.


_____


"Pah, kok cepat sekali ketemu temannya," ucap Alya tersenyum lebar ke arah Alex sang suami.


Alex hanya duduk tidak tersenyum sedikitpun dan pandangan fokus ke layar ponsel. Alya pun mendekati Alex dan mengelus pundak sang suami. Terlihat Alex dengan cepat menggeser posisi duduknya dan masih menampakkan muka cemberutnya. Alya pun dihinggapi rasa penasaran dengan perubahan gestur tubuh sang suami yang nampak tidak ramah tersebut dan terlihat marah.


"Ada apa Pah? Gimana bisnis Papa sama temannya gagal. Sabar Pah," ucap Alya.


"Sabar, sabar, sementara suami lagi ada urusan bisnis kamu enak-enak berdua sama Bram!" bentak Alex.


_____


Alya nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Alex. Dia pun seakan tidak mengerti maksud dari perkataan suaminya tersebut mengarah kemana.


"Maksud Papa, apa sih!?" Alya terlihat dihinggapi rasa penasaran dan heran.


"Ini apa!" Alex kemudian memperlihatkan foto gambar kebersamaan Alya dan Bram.


Alya nampak terkejut dengan foto gambar tersebut karena terlihat disana. Bram tengah menggenggam tangan Alya dan wajah Bram merah merona. Sementara Alya pandangannya sedang menunduk.


"Ka-kamu dapat dari mana foto gambar ini Pah!" Alya terdengar gugup.


"Kamu tidak perlu tanya foto ini dapat dari mana. Aku tidak menyangka ternyata kamu ada hubungan spesial dengan Bram. Kamu mau balas dendam kepadaku! Dengan cara kamu juga bisa berselingkuh!" tatapan Alex menyorot tajam.

__ADS_1


______


Arya sang anak berlalu ke dalam kamar melihat sang Papa sedang marah terhadap Mamanya. Dia pun memeluk erat sang adik yang sedang tertidur lelap.


"Pah, itu tidak seperti yang kamu kira," jawab Alya dengan mata yang berkaca-kaca.


Alya pun berpikir pasti Bu Wina atau Diana yang memfoto dia. Alya terlihat menahan tangisannya dalam hati. Dia sangat kecewa, kesal bercampur menjadi satu atas kejahatan dari Bu Wina yang mencoba memfitnah dan memporak-porandakan rumah tangganya yang baru saja akur.


"Terus kamu mau membela apa! Jelas-jelas di foto ini kalian tengah bermesraan. Jangan-jangan hubungan kalian sudah lama terjalin," Alex penuh curiga terhadap Alya sang istri.


_____


Alya pun tidak mau jika dia di salahkan oleh suaminya tersebut. Dia kemudian menceritakan semuanya kepada sang suami kalau Bram hanya khawatir dengan keadaannya dan anaknya. Takut terjadi lagi perselisihan antara Alya dan Alex karena Alya yang notabene pernah melakukan percobaan bunuh diri.


"Tapi aku tetap tidak percaya." jawab Alex dengan dada yang bergemuruh karena dihinggapi rasa cemburu yang begitu dalam.


"Kalau kamu tidak percaya telpon Bram dan lebih baik Bu Wina panggil kesini biar masalahnya tidak simpang siur. Bu Wina kan yang mengirimkan gambar itu. Dia tidak mau kita damai karena dia menginginkan anaknya bisa di nikahi sama kamu." ucap Alya membela diri.


_____


Alya pun mencoba menelepon Bram tapi terdengar bunyi ponsel dari Bram nampak sedang tidak aktif. Alya meremas rambutnya dengan kasar nampak dia mengepalkan tangannya karena dihinggapi rasa kesal kepada Bu Wina yang telah mengadu domba dirinya dan suaminya.


Alex terlihat kecewa dan menahan rasa amarah yang hinggap di dada. Kemudian dia pun berlalu ke ruang tempat kerjanya dan kebetulan disana ada kursi sofanya jadi kemungkinan dia akan tidur disana.


BRUKK..


Suara pintu di tutup dengan kasar oleh Alex. Tatkala melihat sang suami seperti dihinggapi rasa marah. Alya hanya bisa menitikkan air mata. Dia berpikir sungguh ini diluar dugaannya akan terjadi hal yang buat dia sedih dan salah paham. Alya melirik ke arah jendela dan menatap lekat ke rumah Bu Wina dan terlihat amarah di wajahnya seakan ingin dia luapkan saat itu juga.


"Kurang ajar tetanggaku yang satu ini. Sudah ku anggap keluarga sendiri dan aku baik sama dia. Ternyata dia tidak puas dengan kepedihan aku dan dia tidak puas jika belum mendapatkan suamiku ke pelukan anaknya," gumam hati Alya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2