
Seakan tidak hentinya sang suami membahas kegundahan hatinya yang kesal terhadap anaknya yaitu Diana. Sementara sang anak tengah berada di dalam kamar tidak keluar karena masih takut terhadap sang Bapak.
Amira yang sudah terlelap tidur di gendongan Bu Wina dan terlihat Bu Wina seakan enggan untuk menidurkan anak tersebut. Dia hanya menatapnya dan mengelus lembut sang anak tersebut. Mungkin juga ini siasat dari Bu Wina juga karena jika Bu Wina menggendong Amira, sang suami nada bicaranya tidak menggebu-gebu karena ada anak kecil yang tertidur di dekapan sang istri.
"Sudah Pak, dari tadi terus saja bahas Diana dan Alex. Aku sudah paham kok," ucap sang istri.
"Pokoknya awas kalau anak kita mencoba menggoda Alex dan aku tidak segan akan Bapak bawa dia ke rumah Neneknya di kampung biar jaga toko di sana bantuin Neneknya," ancam sang suami.
Nenek dari Diana kebetulan membuka toko di kampung sana dan ada pegawai yang jaga. Sang Bapak berpikir kalau Diana melakukan hal ceroboh lagi, dia akan ungsikan sang anak ke kampung untuk menemani sang Nenek disana.
"Diana kan sudah mau keluar kerja dan Bapak sendiri yang nyuruh agar tidak dekat dengan Alex lagi," ucap sang istri dengan nada suara meninggi.
_____
DEGH...
Alya yang sedari tadi mematung di depan pintu luar, ternyata dia mendengar semua apa yang sedang dibicarakan oleh tetangga tersebut. Muka Alya pucat pasi seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Alya mundur beberapa langkah dari teras rumah tetangganya tersebut, lalu dengan cepat dia menyeret langkah kakinya menuju ke arah rumahnya.
"Tidak,,! Apa aku barusan salah dengar atau aku sedang bermimpi." ucap Alya menangis tersedu.
Alya yang barusan hendak membawa Amira untuk pulang seakan mengurungkan niatnya untuk memasuki rumah tetangganya tersebut. Hati Alya terasa hancur berkeping, Alya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar bahwa sang suami kembali tengah dekat dengan Diana.
_______
Alya menelepon Rani sahabatnya dan dia pun menumpahkan semua rasa gundahnya kepada sahabatnya itu dengan derain air mata.
{"Ran, aku harus gimana sekarang. Apa aku kembali ke rumah Bu Wina untuk mencoba meminta penjelasan semua yang terjadi atau aku langsung telepon suamiku sekarang juga,"} ucap Alya di sambungan teleponnya.
{"Aku akan ke rumah kamu Al, tunggu aku dan kamu jangan kemana-mana,"} jawab Rani.
__ADS_1
Tut...
Tut...
Akhirnya sambungan telepon pun hening seketika dan nampak Rani memutuskan sambungan teleponnya kepada Alya dan dia hendak pergi bergegas datang ke rumah sahabatnya itu.
______
Beberapa menit kemudian nampak Rani sang sahabat datang dan dia terlihat mencoba menenangkan hati Alya yang pikirannya sedang gundah gulana. Jarak dari rumah Rani dan Alya tidak terlalu jauh, apalagi barusan Rani dengan menggunakan sepeda motor jadi dia bisa datang dengan cepat untuk menenangkan hati Alya.
"Sabar Al, kamu harus sabar. Tarik nafas dari hidung dan buang dari mulut," perintah Rani kepada sahabatnya itu.
Terlihat muka dari Alya gelisah, gestur tubuhnya salah tingkah. Dia pun berucap ingin sekali bertemu dengan Diana dan Alex sang suami sekarang juga untuk meluruskan semuanya. Tapi sang sahabat mencoba melarangnya dan lebih baik Alya tenangkan diri dulu jangan mengambil keputusan disaat hati sedang dihinggapi rasa amarah.
_______
"Kamu tadi tidak salah dengar kan," ucap Rani setelah terlihat sang sahabat tidak gelisah dan Rani memberikan teh hangat untuk Alya.
Rani terlihat menghela nafas panjang, dia pun seakan berpikir jauh. Mengapa Alex tidak bisa berubah sifatnya dengan terus menerus melukai hati istrinya dan yang lebih parah lagi Alex menjalin kedekatan dengan tetangganya yang notabene sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.
_____
"Nanti tunggu setelah suami kamu datang, kamu bicara baik-baik semuanya sama dia dan jangan ada yang kamu sembunyikan. Kegelisahan kamu selama ini ungkapkan semuanya kepada dia," ucap Rani.
"Aku ingin pisah saja sama Alex." jawab Alya.
"Hus,, kamu ngomong apa Al, kamu baru saja baikan sama Alex, dan Alex suami kamu sudah mulai terbuka dengan kamu. Masa kamu mau minta pisah dari dia," telunjuk Rani menempel ke arah bibir Alya.
"Ya, buktinya dia tidak berubah sedikitpun. Jadi aku harus gimana?" Alya seakan sudah cape dengan semua drama yang diberikan oleh suaminya itu.
__ADS_1
______
TOK ..
TOK ..
"Al,,," teriakan Bu Wina terdengar diluar rumah dan Rani pun mencoba menenangkan hati Alya yang terlihat mukanya berubah menjadi gusar karena rasa kecewa terhadap tetangganya itu kembali muncul.
"Sudah Al, lebih baik kamu nenangin diri dulu dan jangan keluar. Biar aku yang keluar," Rani yang sangat memahami keadaan sang sahabatnya itu kemudian dia menyeret langkah kakinya menuju keluar untuk bertemu dengan Bu Wina. Mungkin Bu Wina datang untuk mengantarkan Amira anak dari Alya yang sedari pagi di asuh oleh Bu Wina.
"Alya sedang mandi Bu," ucap Rani setelah berada di teras rumah dan dia mencoba tersenyum walau hatinya seakan merasakan kegundahan sang sahabat. Dia.juga seakan kesal kepada Bu Wina.
"Oh, ini Amira anaknya sudah bangun," ucap Bu Wina tersenyum. Bu Wina pun akhirnya pamit pergi berlalu dari hadapan Rani.
_____
Terlihat Alya sedang menerima telepon dari Bram sahabat dari suaminya. Alya pun sungguh tidak menyangka, jika dia tengah berselisih paham dengan sang suami selalu datang kehadiran Bram untuk menenangkan hatinya. Nampak air mata Alya terlihat menetes di hamparan pipinya seakan dia tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya itu. Terlihat Rani berbisik kepada Alya.
"Kamu jangan ngadu semuanya sama Bram, kan dia laki-laki bisa saja nanti terjadi kesalahpahaman," ucap Rani.
Alya menggelengkan kepalanya seakan semuanya aman-aman saja karena Bram sudah sangat dekatnya dan Alex tidak ada sesuatu apapun yang di sembunyikan.
Sambungan telepon dari Bram pun di tutup oleh Alya dan nampak dia menatap wajah Rani. Alya mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Bram karena dia tengah dihinggapi rasa gelisah. Namun terlihat Rani melarang Alya pun bisa bertemu dengan Bram karena itu tidak baik. Bagaimanapun Alya kini masih status istri orang dan Bram lelaki lajang nanti kalau ada yang melihatnya mereka jalan berdua itu beresiko.
______
"Aku ingin mendapatkan kabar berita yang akurat dari Bram karena Bram kemarin melihat suamiku berdua di mobil dengan Diana," Alya terlihat emosi seakan ingin amarah yang ada di hatinya kian memuncak. Alya sepertinya sudah dikendalikan dengan rasa kesal yang teramat terhadap sang suami.
"Alya, kamu mau nurut omongan aku tidak!? Kalau kamu bersikukuh dengan pendirian kamu dan amarah yang membabi buta lebih baik aku yang keluar dari rumah ini. Dan terserah kamu kedepannya seperti apa, aku tidak mau jadi sahabat kamu. Percuma kamu cerita apapun sama aku, tapi ternyata tidak di percaya sama kamu. Bram yang kamu percaya!" tegas Rani matanya melotot ke arah sahabatnya itu.
__ADS_1
Alya seketika menundukkan kepalanya, dia tidak menyangka sahabatnya itu akan tegas kepada dirinya. Dan baru kali ini sang sahabat terlihat kesal terhadapnya karena terlihat dari pandangan matanya.
Bersambung..