
Nampak Alya duduk di teras rumahnya. Dia terlihat nampak tegar untuk menjalani hidupnya kembali. Dalam hatinya berpikir dia tidak mau kalah oleh keadaan meskipun sang tetangga selalu mencoba menggoda suaminya. Dia akan hadapi semuanya dan tidak boleh menyerah dan di tindas oleh tetangganya itu.
"Al, kamu sudah pulang," Bu Wina tiba-tiba datang menghampiri Alya dan duduk di pinggir Alya. Dalam hati Alya berpikir, sungguh Bu Wina tidak tahu malu padahal dia mempunyai salah terhadap dirinya. Nampak Alya tidak menampakkan wajah ramah tatkala sang tetangga tersebut menegurnya.
Alya tetap fokus ke arah ponselnya dan hanya menganggukkan kepalanya. Bu Wina pun kemudian bercerita bahwa sang anak Diana sekarang sudah tidak bekerja lagi. Tapi dia fokus membangun usaha sang Bapak di rumah dan Bu Wina menawarkan kepada Alya barang yang di jual di rumah.
_____
"Al, bajunya bagus-bagus loh, ada untuk anakmu dan juga kamu. Kamu belajar berbisnis Al, bawa baju ke sekolah Arya untuk di jual. Kan lumayan uangnya untuk kebutuhan kamu dan anak-anak," ucap Bu Wina kepada Alya.
"Maaf Bu, aku malas untuk berjualan saat ini. Meski uang suamiku kadang di bagi untuk yang lain dan yang aku dengar terakhir di pake untuk bayar cicilan motor orang lain," sindir Alya.
DEGH ..
Bu Wina nampak seketika mukanya merah padam tatkala mendengar apa yang di ucapkan oleh Alya karena itu merupakan sindiran pedas yang di tujukan kepadanya. Sebulan yang lalu dia diberi uang oleh Alex untuk cicilan motor. Bu Wina pun berpikir dalam hatinya. Mengapa Alya tahu jika dia diberikan uang untuk cicilan motor oleh Alex suami dari Alya.
Bu Wina mencoba menepis kegugupannya itu. Dia kemudian menghela nafas secara perlahan sebelum memulai obrolan lagi.
______
"Teman kantornya? Atau saudara dari suami kamu Al, yang Alex pinjamkan uang," ucap Bu Wina berharap cemas dengan jawaban Alya. Takut Alya menjawab kalau pelakunya adalah dirinya sendiri.
"Kurasa Ibu tahu siapa orangnya!" jawab Alya tersenyum sinis ke arah Bu Wina.
Bu Wina nampak menundukkan pandangannya. Dia pun seakan ragu untuk berbicara kembali. Bu Wina berpikir dalam hatinya, Alya sang tetangga tidak seperti biasanya dari cara berbicara dia terlihat sinis dan tidak ramah.
"Oh, iya Al, kamu bawa oleh-oleh apa dari kampung halaman," Bu Wina melemparkan obrolan.
__ADS_1
"Banyak Bu, oleh-oleh yang saya bawa, tapi sudah habis di bawa ke sekolah Arya dan kantor Mas Alex," jawabnya sinis.
Bu Wina sontak bibirnya mengerucut dalam hatinya dihinggapi rasa kecewa karena dia berpikir. Mengapa Alya tidak memberikan oleh-oleh kepada dirinya, padahal dia tetangga pinggir rumahnya. Bu Wina merasa dalam hatinya tidak dihargai lagi oleh Alya dan ada sesuatu yang berbeda dalam diri Alya yang nampak tidak bersahabat.
_____
"Ya sudah Al, Ibu pamit dulu ya," ucap Bu Wina.
Bu Wina tersenyum palsu kepada Alya karena dalam hatinya berharap mendapatkan oleh-oleh dari kampung halaman Alya. Biasanya jika Alya pulang kampung pasti semua oleh-oleh di berikan kepada Bu Wina dan Bu Wina yang mengatur semuanya. Oleh-oleh tersebut Bu Wina bagikan kembali kepada tetangganya yang lain. Tapi kali ini Alya tidak melakukan hal itu.
Alya nampak hanya menganggukkan kepalanya saat Bu Wina pamit dari hadapannya. Dalam dirinya dihinggapi rasa puas karena telah mempermainkan hati Bu Wina yang terlihat kesal dan kecewa.
____
Beberapa menit kemudian.
Setelah Bu Wina memasuki rumah, tiba-tiba terlihat Pak Hasan suami dari Bu Wina datang dengan memakai sepeda motor. Sesampainya di teras rumahnya terlihat Pak Hasan melirik ke arah Alya kemudian tersenyum lebar.
Terlihat Pak Hasan suami dari Bu Wina menghampiri karena beliau pun sudah menganggap Alya seperti anaknya sendiri. Pak Hasan tersenyum ramah tatkala berada tepat di depan Alya dan nampak mengulurkan tangannya.
"Sehat Al," ucap Pak Hasan.
Alya hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Baginya Pak Hasan adalah sama bagian dari keluarga Bu Wina yang anaknya telah mengkhianati hati dan perasaannya. Sebenarnya Alya tidak tega kalau dia pun bersikap tidak ramah kepada Pak Hasan karena Pak Hasan jika di bandingkan dengan Bu Wina istrinya, dia jauh lebih baik sifat dan sikapnya.
_______
"Al, maafkan anak Bapak ya. Sebenarnya Bapak malu dengan kamu dan keluarga kamu," ucap Pak Hasan menghela nafas panjang.
__ADS_1
Alya nampak terkejut dengan pernyataan yang di sampaikan oleh Pak Hasan karena diluar dugaan dia. Ternyata Pak Hasan berucap minta maaf terhadap dirinya. Padahal seharusnya yang meminta permintaan maaf itu adalah Bu Wina dan Diana. Tapi nyatanya tadi Wina ketika berkunjung ke rumahnya malah menanyakan oleh-oleh kepada Alya. Berarti Bu Wina memang niatnya jahat terhadap Alya.
"Ya, semoga saja anak Bapak tidak mengulangi perbuatannya itu," jawab Alya dengan pandangan mengarah ke sembarang arah.
Pak Hasan dalam hatinya berpikir bahwa Alya sedang tidak mau untuk di ajak ngobrol serius saat ini karena terlihat dari gestur tubuhnya yang terlihat begitu kaku. Beberapa menit kemudian Pak Hasan pun pamit dan berlalu dari hadapan Alya.
_____
Sore pun tiba.
Nampak Alex pulang kerja dan Alya pun berusaha melupakan kejadian yang menimpa rumah tangganya. Dia berpikir kalau dia tidak melayani suami dengan baik maka sang suami di khawatir akan kembali menjalin hubungan dengan sang tetangga. Jadi dalam diri Alya berpikir dia harus melayani suami dengan semaksimal mungkin dan jangan sampai sang suami kembali ke pelukan wanita manapun.
Nampak Alya pun memoles make-up ke wajahnya dan terlihat sangat cantik. Alex pun sang suami merasa nyaman tatkala melihat raut wajah sang istri yang terlihat segar dan tersenyum manis.
Alex memeluk Alya dengan penuh kehangatan dan Alya pun tidak melepaskan pelukan dari sang suami. Dia sangat merasakan pelukan dari sang suami begitu terasa tulus dan nyaman.
"Pah, belum di tutup pintunya, nanti ada orang masuk datang ke rumah," bisik Alya.
"Engga apa-apa Mah, kita kan suami istri. Aku kangen sama kamu," sang suami pun mengecup kening sang istri dengan lembut.
______
BRUKK...
Tiba-tiba terdengar suara barang terjatuh. Sontak Alya dan Alex pandangan matanya melirik ke arah pintu depan rumah. Terlihat disana Diana sedang membawa barang dagangan bajunya dan sebagian terjatuh. Jadi barang bajunya berceceran di lantai teras rumah. Melihat Diana datang dengan wajah gugup karena baru saja Diana terbakar cemburu dengan melihat Alex dan Alya tengah berpelukan. Alya seperti sengaja akan membuat hati Diana yang masih berusia muda itu agar dihinggapi rasa cemburu.
"Mas, kita lanjut malam ya," ucap Alya sambil mengecup bibir Alex. Dan pandangan Alya melihat sinis ke arah Diana.
__ADS_1
"Ada apa ya, Na!" Alya menatap tajam ke arah Diana yang tengah gugup dan terbakar api cemburu.
Bersambung...