
Setelah sang Ibu mertua berlalu dari hadapan rumahnya, kemudian nampak Alya mengekor sang suami dari arah belakang. Kebetulan Alex setelah Ibunya pergi dia langsung masuk ke dalam rumah. Nampak dia duduk di ruang keluarga dan matanya lekat ke layar televisi.
Kemudahan Alya duduk dipinggir sang suami. Sebelum berbicara nampak dia menghela napas panjang.
"Mas, aku mau bicara serius sama kamu, tapi jawab jujur," ucap Alya dengan pandangan mata lekat ke mata Alex.
"Ngomong saja," dengan santainya Alex sang suami menjawab.
"Kamu sedang banyak duit kan? Kenapa kamu tidak memberi aku uang lebih. Padahal aku juga ingin belanja, aku juga ingin main, aku juga ingin memberi kepada Ibuku!" Alya pun seakan tidak bisa menahan rasa emosinya dan sekarang ucapannya meninggi.
"Ingin apa lagi? Apa lagi!?" jawab Alex.
________
Entah mengapa Alex terlihat dihinggapi rasa emosi dan kesal terhadap Alya. Tatkala Alya sang istri seakan menggertak dirinya yang sekarang tengah mempunyai uang lebih. Dan nampaknya Alex tidak suka di perlakukan seperti ada gertakan dari sang istri karena merasa tidak nyaman dan di interogasi.
"Ingin kamu jujur!" tegas Alya dengan mata melotot ke arah sang suami.
Sontak Alex dihinggapi rasa terkejut dengan gestur tubuh sang istri yang nampak terlihat dari sang istri. Mata merah menyala, dengan emosi yang meluap seakan menyimpan amarah terhadap dirinya. Alex kemudian berdiri dan dia nampaknya tidak mau jika terjadi percekcokan di antara dia dan sang istri. Kemudian Alex mencoba melangkahkan kakinya. Niat dia ingin berlalu pergi dari hadapan sang istri. Namun baru saja Alex melangkah dari hadapan sang istri.
________
"Mau kemana kamu? Kita belum selesai!' Alya menarik tangan Alex dengan kasar.
Sontak Alex menarik paksa tangannya yang sedang di pegang oleh Alya.
"Lepaskan, kenapa sih, kamu!?" Alex pun dengan cepat berlalu dari hadapan sang istri.
Tidak sampai disana ternyata Alya untuk menyerang Alex yang nampak terlihat cuek kepada sang istri. Ketika Alex hendak menutup pintu dengan cepat Alya mendorong pintu tersebut dan memaksa masuk ke dalam kamar. Dada Alya bergemuruh karena memendam rasa kesal yang sedari kemarin coba dia tahan.
"Kamu tidak jujur sama istri, kamu egois!" bentak Alya dengan suara bergetar.
__ADS_1
________
Alex nampak terlihat duduk di kursi depan meja rias, kemudian dia pun membuka layar ponsel. Dengan cepat Alya pun mengambil ponsel milik Alex secara paksa. Alex merasa kesal dengan perlakuan Alya terhadap dirinya bersifat kasar. Alex pun matanya melotot seakan ingin menerkam sang istri yang menurut dia mengganggu.
"Kamu kenapa sih!" Alex pun membentak Alya seakan tidak mau kalah.
Alex merebut ponsel yang tengah di pegang oleh Alya, namun dengan cepat Alya melemparnya ke kasur. Antara kesal dan berucap syukur yang hinggap di hati Alex saat ini. Kesalnya Alya tidak memberikan ponsel itu kepada dirinya, malah dia lempar ke kasur. Bersyukur karena ponselnya tidak di lempar oleh Alya ke lantai. Tapi kalau saja dia buang ke lantai, mungkin Alya akan habis di marahin oleh sang suami. Bisa-bisa tamparan indah melayang kembali di pipi Alya yang dulu pernah Alex lakukan ketika itu.
________
Alex dulu ketahuan selingkuh oleh Alya yang nampak dari beberapa pesan masuk di ponsel milik Alex, dan Alya ketika itu marah besar. Kemudian Alya melemparkan ponsel Alex ke lantai. Jadi ponsel Alex berantakan dan akhirnya rusak.
"Aku ingin kamu jujur!" telunjuk Alya mengarah ke wajah Alex.
"Soal apa! Coba jelaskan jujur soal apa!?" jawab Alex. Entah dia pura-pura tidak tahu atau padahal tahu maksud dari yang Alya bicarakan.
"Soal uang! Kamu saat ini sedang punya uang karena bisnis kamu di Restoran. Tapi mana untuk istri enggak ada kamu kasih. Istri kamu hanya kamu kasih terbatas, untuk beli susu sang anak pun kadang aku harus menunggu dari kamu dengan sabar." jawab Alya terlihat dihinggapi rasa emosi.
"Kamu tidak perlu tahu aku dapat uang berapa yang penting kamu sudah aku kasih uang bulanan." ucap Alex egois.
________
Alya berpikir uang bulanan yang Alex berikan kepada dirinya sangat pas-pasan bahkan kurang. Hati Alya terasa getir kalau harus mengatur keuangan. Dengan harga sembako dan susu yang melonjak naik. Sementara uang yang diberikan oleh sang suami nampak sedikit bahkan tidak cukup untuk resiko dan keperluan anaknya.
"Kamu kurang bersyukur!" bentak Alex.
"Kalau begitu aku kerja saja Mas!" jawab Alya.
Dia berpikir dengan kerja dia bisa memenuhi kebutuhannya. Dia bisa membeli susu anak, dia bisa beli baju, bisa makan sama anak diluar dan bisa membeli make-up.
"Enggak boleh, kamu enggak boleh kerja!" jawab sang suami dengan pandangan mendelik.
__ADS_1
Dalam hati Alex berkata mau ditaruh dimana muka dia kalau istri kerja. Mungkin dia akan di pandang sebelah mata oleh teman-temannya karena mereka menganggap Alex tidak mencukupi sang istri.
Dan Alex merasa takut jika sang istri kerja.karena dengan bekerja Alya akan bersolek dan mempunyai teman dan itu yang di takutkan oleh Alex.
_______
Alex terlihat cuek padahal dia lelaki yang pencemburu berat. Alya kalau dandan pun ketika jalan di Mall dan ada yang meliriknya, sang suami seakan marah tidak jelas.
Dulu ketika Alya berada di sebuah Kafe ada seorang lelaki yang meliriknya dan Alya pun tidak menyadari hal itu. Kemudian Alex marah tidak jelas kepada sang istri dan berdalih dandanan sang istri terlihat menor dan tebal. Padahal menurut Alya biasa saja.
"Lalu kalau aku ingin ini, ingin itu, harus minta sama siapa!?" tanya Alya kembali.
"Diam saja kamu jangan banyak minta," jawab sang suami.
Alya sebenarnya dalam hatinya ingin diberi sedikit saja uang, dari hasil Alex bisnis di Restoran. Tapi nyatanya suami dengan bersikukuh tidak mau memberikan kepada sang istri.
_______
"Kalau kamu memberikan kepada Ibumu, atau teman juga tidak apa-apa begitu? Kalau aku sih, tidak apa-apa kalau kamu memberikan uang kepada Ibumu karena itu Ibu kandungmu. Atau kamu pinjamkan uang itu ke tetangga. Tapi alangkah baiknya kalau kamu bicara dulu sama aku jadi aku merasa dihargai," ucap Alya.
"Tidak, tidak perlu kamu tahu, uang itu aku kasih sama siapa! Sudahlah masalah gini jadi di besar-besarkan." tetap Alex tidak mau kalah dengan ucap dan pendiriannya. Dia pun berlalu keluar kamar setelah mengambil.ponselnya.
_______
Aakkkkhhh....
Alya meremas rambutnya dengan kasar. Dia pun seakan buntu dengan permasalahan yang ada. Karena dihinggapi rasa kesal dan emosi yang berkecamuk di dada. Akhirnya dia pun seakan mempunyai ide untuk menelepon sang sahabat Rani untuk menanyakan lowongan kerja. Kebetulan suami dari Rani ada kenalan event organizer untuk lowongan kerja. Tanpa pikir panjang Alya pun memberikan sebuah pesan kepada Rani.
{Ran, aku mau kerja dan tolong bilang sama suami kamu, ada lowongan tidak untuk aku,"} tulis pesan dari Alya kepada Rani.
Rani nampak lama membalaskan pesan kepada Alya. Dan akhirnya beberapa menit kemudian Rani pun membalaskan pesan kepada Alya.
__ADS_1
{"Apa kamu tidak salah kirim atau salah tulis Al,"} balas pesan dari Rani.
Bersambung...