Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 69 Alya Mendatangi Rumah Bu Wina


__ADS_3

Keesokan harinya.


Nampak Alex sudah pergi pagi sekali dan Alya nampak bangun kesiangan sekitar pukul 7 pagi. Alya terkesiap tatkala bangun dari tidurnya. Terlihat disana sang anak Arya tengah duduk di tepi ranjang dan menatapnya.


"Mama sudah bangun," ucap Arya tersenyum lembut ke arah sang Mama.


"Sayang, ini jam berapa?" tanya Alya sambil melirik ke arah jendela yang disana terlihat ada pancaran sinar matahari memantul.


"Jam 7 Mah, tadi Papa sudah pergi. Padahal ini kan hari libur, katanya Mama mau ajak jalan-jalan Arya sama Papa," rengek sang anak.


______


Alya nampak menghela nafas secara perlahan. Dia pun memejamkan matanya dan mencoba mengingat kejadian semalam. Nampak Alya menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan kejadian yang menimpanya semalam. Sang suami begitu marah besar terhadap dirinya karena masalah foto yang di kirim oleh Bu Wina.


"Aku harus datangi rumah Bu Wina, biar dia ada sifat jera!" gumam hati Alya.


Alya pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


______


Setengah jam kemudian.


"Nak, tunggu adikmu ya, Mama mau ke rumah Bu Wina sebentar," ucap Alya kepada sang anak. Arya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah sang adik yang sedang duduk di box bayi.


Alya nampak membuang nafas kasar sebelum dia menyeret langkah kakinya menuju rumah Bu Wina. Dengan hati berdegup kencang tidak karuan dia mencoba tenang agar tidak terjadi keributan tatkala berada di rumah Bu Wina.


TOKK...


TOKK...


Alya mengetuk pintu rumah Bu Wina beberapa kali dan nampak motornya Diana tidak ada disana. Alya berpikir pasti Diana sedang pergi tidak ada di rumah. Tapi terlihat jendela rumah terbuka berarti Bu Wina ada di dalam ada di rumah.

__ADS_1


______


CEKLEK...


Terlihat pintu terbuka lebar saat Bu Wina dari arah dalam rumah membuka pintu tersebut. Nampak wajah Bu Wina panik saat mengetahui kedatangan Alya yang sudah berdiri tegak di depan pintu.


"Al-Alya,,,!"


Bu Wina terdengar gugup ketika memanggil nama Alya dan peluh bercucuran. Alya hanya tersenyum sinis mengarah kepada Bu Wina. Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk menahan rasa amarahnya yang dia pendam dari semalam.


"Kenapa gugup Bu!" sindir Alya.


"Ma-masuk Al," ajak Bu Wina kepada Alya.


"Tidak perlu! Aku hanya ingin mengingatkan kepada Bu Wina, jangan menjadi orang yang suka mengadu domba rumah tangga orang lain. Dan jangan berharap anak Ibu akan dinikahi oleh suamiku!" sindir Alya dengan pandangan matanya lekat ke arah Bu Wina.


______


DEGH...


"Ibu tidak mengerti dengan kamu Al, sebenarnya ada apa," jawabnya terdengar gugup dan pura-pura tidak paham dengan apa yang sedang di ucapkan oleh Alya.


"Maksud Ibu apa, memfoto aku dengan Bram. Kami tidak ada hubungan apa-apa Bu. Kenapa foto tersebut Ibu kirim ke suamiku jadi kami semalam bertengkar," ucap Alya mencoba menjelaskan.


"Ibu tidak tahu soal itu Al, maaf," Bu Wina seakan tidak mau mengakui kesalahannya.


_______


Alya pun nampak membujuk Bu Wina agar mengakui kesalahannya dan Alya tidak mau jika Bu Wina melakukan kebohongan. Karena ketika dia melihat gambar semalam, terlihat yang memberikan pesan tersebut adalah Bu Wina di ponsel suaminya.


"Ngaku saja Bu. Atau nanti aku ngomong kepada suami Ibu bahwa Ibu licik karena ingin menghancurkan keluargaku," ucap Alya kembali.

__ADS_1


Bu Wina nampak tertegun dia pun seakan dihinggapi rasa bersalah yang teramat kepada Alya karena dengan berani dia memfoto Alya dan Bram dan memberikan foto tersebut kepada suaminya. Bu Wina pun berpikir dalam hatinya jika sampai Alya bicara kepada suaminya mungkin masalah akan melebar dan menjadi besar.


"Maafkan kalau begitu Al. Ibu hanya iseng kok," ucapnya enteng.


"Iseng, Ibu kok enteng banget bicara seperti itu," Alya terlihat kesal kepada tetangganya tersebut.


"Sudah Al, Ibu sedang masak. Malas bicara sama kamu!" ucapnya dengan melengos arah dalam rumah.


_____


Tapi ketika Bu Wina hendak berlalu dari hadapan Alya, dengan sigap Alya menarik tangan Bu Wina dan mereka kini beradu pandang sangat lekat. Terlihat sorot mata dari Bu Wina penuh kelicikan sedangkan mata dari Alya terlihat berkaca-kaca seakan ada air mata yang akan tertumpah disana. Bu Wina nampak menundukkan kepalanya dengan cepat, dia tidak mau lebih lama menatap wajah tetangga itu yang sudah berkali-kali dia khianati.


"Lihat Aku, Bu, lihat!" ucap Alya dengan suara bergetar sepertinya dia sedang menahan rasa emosi dan tangisan yang akan tumpah di hamparan pipinya.


Bu Wina kemudian memberanikan diri mendongakkan wajahnya ke arah Alya. Dan nampak sekarang wajah mereka beradu sangat dekat satu sama lain. Alya yang terlihat matanya berembun sementara Bu Wina matanya merah menyala seakan dihinggapi rasa malu sekaligus marah karena dia merasa di permalukan dan kecewa oleh Alya karena di hari kemari Alya menolak barang dagangannya.


_______


"Aku sudah menganggap Ibu sendiri kepada Bu Wina dan berbuat baik. Lalu inilah balasan yang Ibu berikan kepadaku dengan cara mengkhianati dan dengan sadar ingin memporak-porandakan keutuhan rumah tanggaku dengan Mas Alex!" tegas Alya dengan meneteskan air mata.


Sepertinya Alya tidak bisa menahan air matanya yang menggenang di kedua bola matanya. Air mata yang dia coba tahan untuk tidak keluar pun akhirnya tumpah ruah di hamparan pipinya. Nampak Bu Wina pun kembali menunduk pandangannya seakan tidak kuasa untuk melihat Alya yang tengah terisak tangis.


"Sudah Al, Ibu mau masak dan sekarang juga kamu keluar dari rumah Ibu," sang tetangga terlihat mengusir secara halus. Bu Wina menghempas pegangan tangan Alya yang begitu erat dan terlihat dia meringis seperti menahan rasa sakit.


"Aku mau nanti Ibu dan Bapak datang ke rumah saya setelah suamiku datang. Aku ingin meluruskan semuanya," pinta Alya.


________


BRUKK...


Dengan cepat Bu Wina pun menutup pintunya. Sementara Alya masih mematung di depan pintu dengan air mata yang berderai. Dalam hati Alya dihinggapi rasa kesal, kecewa dan marah campur menjadi satu. Saat ini pikirannya bercabang dan kepalanya terasa pusing. Pandangan Alya seketika entah mengapa kabur, dia pun mencoba duduk dulu di kursi teras rumah Bu Wina karena seakan tidak kuasa untuk berjalan ke arah rumahnya. Alya nampak memijit keningnya yang terasa pusing dan berat.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar bunyi suara motor memasuki halaman rumah Bu Wina dan terlihat disana Diana baru datang.


Bersambung...


__ADS_2