
Keesokan harinya.
Nampak sang Ibu telah bersiap untuk pulang. Dan Alex pun nampak sudah datang. Jadi dia kerja setengah hari seakan menghormati kepergian sang Ibu yang akan pamit pulang.
Sang Ibu nampak sedang duduk di depan teras menunggu datangnya supir yang akan menjemputnya. Tadinya Bapaknya Alex yang akan menjemput sang istri, tapi sang Bapak cape karena dia baru pulang dari luar kota untuk urusan pekerjaan.
Sang Ibu pun tidak hentinya memberikan sebuah wejangan kepada Alex. Agar Alex bersikap tegas kepada Alya karena Alya sang istri kutang bersikap baik dan tidak melayani suami dengan sigap.
Sepertinya sang Ibu tidak melihat bahwa penyebab semua ketidakharmonisan rumah tangga sang anak di sebabkan karena ulah anaknya sendiri yang selalu bermain api dengan wanita lain.
_______
"Bu, sudah jangan menyalahkan Alya terus nanti dia dengar," bisik Akex kepada sang Ibu.
"Lah, biarin saja! Biar dia mikir. Lama-lama kamu juga pasti kesal dengan sikap istrimu yang seakan tidak mau ngurus suaminya. Kalau tidak ada Ibu terus kamu pulang kerja di sediakan makan sama siapa? Selama Ibu ada disini Ibu yang selalu sediakan makan untuk kamu. Sementara istrimu terus saja ngurus anakmu yang kecil seakan tiada hentinya." sang Ibu terlihat ngomel-ngomel tidak jelas.
Dia senagaja berucap keras agar sang menantu dengar tatkala dia ngoceh. Tapi nampak sosok Alya tidak muncul. Sementara sang Ibu pandangan matanya melirik ke arah kamar Alya, dia berharap Alya keluar dari dalam kamar.
_______
Tiba-tiba Bu Wina datang.
"Bu, ini oleh-oleh alakadarnya," ucap Bu Wina datang dengan membawa satu kantong makanan.
Terlihat Ibunya Alex nampak senang sekali. Tersenyum lebar saat Bu Wina membawa oleh-oleh untuknya. Alex pun dalam hati berpikir oleh-oleh yang diberikan oleh Bu Wina itu adalah yang dibelikan oleh Diana. Dan uangnya diberikan oleh Alex.
Lelaki yang menyimpan rasa suka terhadap anaknya Bu Wina pun terlihat tersenyum, karena melihat Ibunya terlihat bahagia, saat di berikan satu kantong oleh-oleh dari tetangganya itu.
__ADS_1
"Terima kasih ya, Bu. Alya mana ada dia, belikan oleh-oleh," ucapnya pelan dan tertawa terkekeh seakan menyindir menantunya itu.
Bu Wina hanya tersenyum tipis dia seakan tahu bahwa Alya jarang di beri uang oleh Alex. Jadi mana bisa dia belikan oleh-oleh untuk Ibu mertuanya itu.
"Nunggu jemputan Bu?" tanya Bu Wina.
"Iya, tapi belum datang, mungkin macet" jawab Ibunya Alex dengan pandangan terus melirik ke arah jalan.
Bu Wina pun nampak pamit karena sang suami tiba-tiba memanggilnya. Tidak lupa Bu Wina memeluk erat Ibunya Alex dan mengucap, semoga selamat sampai tujuan.
_______
Alex kemudian berlalu ke kamar. Dan ketika di dalam kamar dia mengambil sebuah dompet yang ada di tasnya. Setelah itu dia berlalu lagi keluar. Dan nampak Alya yang tengah menidurkan sang anak melirik ke arah sang suami ketika mengambil dompet.
Entah mengapa Alya dihinggapi rasa penasaran. Kemudian Alya berdiri di dekat jendela kamar yang posisinya menghadap ke teras rumah. Nampak Alya mengintip dari arah sana. Terlihat sang suami sedang mengeluarkan amplop berwarna coklat, kemudian menyerahkannya kepada sang Ibu.
"Nak, ini banyak loh, kamu dapat uang dari mana? Kan belum gajian," tanya sang Ibu.
"Bu, bisnis Alex alhamdulilah lancar berkat doa dari Ibu juga kan," tersenyum renyah sang anak kepada Ibunya.
Alex selain kerja sebagai PNS, dia juga ada bisnis lain di bidang kuliner dan kebetulan saat ini usahanya sedang lancar. Pengunjung pun yang datang ke Restoran tersebut cukup ramai. Bisnis Alex di kelola bersama Bram sang sahabat dan satu orang lainnya yang bernama Andri, dia juga sama rekan kerja di kantor.
"Ibu hampir lupa kalau kamu punya usaha Nak, karena tiga bulan ini baru jalan kembali," sang Ibu pun seakan mengingat lagi kalau sang anak punya usaha yang dulu sempat tertunda.
_______
Alya nampak menghela napas panjang dan dia pun seakan mencoba mengontrol detak jantungnya yang kian tidak terkendali. Alya merasa tidak dihargai oleh sang suami karena dalam masalah keuangan sang suami nampak tidak terbuka. Dia hanya di kasih uang bulanan alakadarnya. Itu pun kadang kurang dan dia selalu diberikan pinjaman oleh Rani sahabatnya.
__ADS_1
"Aku sebenarnya sudah curiga dari bulan kemarin," gumam hati Alya.
Bulan kemarin nampak Bram sahabat dari Alex bercerita kepada Alya. Bahwa dia sudah membeli kendaraan baru karena yang lama sudah dia jual dan itu pun harga mobil yang lama dijual sangat murah. Alya saat itu bertanya kepada Bram, dia mempunyai uang dari mana untuk menambah mobil baru yang dia beli. Tapi saat itu Bram hanya tertawa dan mengucap kata. Nanti juga pasti Alya akan mendapatkan uang juga dari suami Setelah Alya paksa apa maksud dari ucapannya, Bram seakan tidak mau bicara sedikitpun uang tersebut dari mana.
"Semua terungkap! Berarti itu uang dari bisnis Restoran," gumam hati Alya.
Alya seakan ingin cepat bicara kepada sang suami mengenai uang tersebut karena dia pun sebenarnya pusing dengan membagi uang resiko yang diberikan selalu pas-pasan oleh sang suami.
_____
CEKLEK...
"Mah, ayo, keluar itu supirnya Nenek sudah datang," Arya sang anak tiba-tiba datang menghampiri ke dalam kamar sambil menggoyangkan tubuh sang Mama.
Alya nampak terkesiap karena sedang melamun dengan datangnya anak yang tiba-tiba menggoyangkan tubuhnya dan mengajaknya keluar. Alya pun kemudian keluar dan tangannya di genggam erat oleh sang anak.
Tatkala melihat Alya datang, dengan cepat sang mertua memasukkan amplop yang di berikan oleh Alex ke dalam tasnya. Dan Alya pun nampak melihat amplop tersebut yang dengan cepat di masukkan oleh sang mertua ke dalam tasnya.
"Ib-Ibu, mau pulang dulu, Al,,," ucap sang Ibu mertua terdengar gugup.
Rasa gugup yang tengah menghinggapi sang Ibu mertua seakan tidak bisa di sembunyikan dan wajahnya terlihat merah merona, karena sang Ibu pun seakan tahu bahwa dia baru saja memasukkan ke dalam tas sebuah amplop berisi uang yang telah diberikannya oleh Alex sang anak.
"Padahal biasa saja Bu, Alya tidak marah kok, kalau Mas Alex kasih uang kepada Ibunya sendiri. Cuma kesal kalau sama istri pelitnya minta ampun!" gumam hati Alya dengan pandangan mendelik.
"Iya Bu, hati-hati ya," ucap Alya tersenyum ramah dan memeluk sang Ibu mertua. Walau hati Alya tengah mendidih terhadap sang suami.
Hati Alya pun seakan dihinggapi rasa gembira tatkala sang Ibu mertua akan kembali pulang ke rumahnya, karena nampak tinggal disini pun dia selalu ngatur dirinya dan rasa tidak nyaman sangat menggangu hati Alya.
__ADS_1
Bersambung...