
Keesokan harinya.
Nampak Ibunya Alex datang beserta sang suami. Terlihat Ibunya Alex memeluk sang menantu dan matanya berkaca-kaca. Hal tersebut membuat rasa tanya di hati Alex dengan perubahan sikap sang Ibu yang begitu baik dan ramah.
Alex pun nampak berhati-hati dengan sikap sang ibu yang begitu ramah karena kemungkinan secara tiba-tiba, nanti sang Ibu menyindir lagi menantunya itu yang tidak becus mengurus cucunya.
"Loh, kamu mau kemana kan barang-barang kamu ini. Kok, semuanya sudah di kemas ke dalam dus dan tas besar," Bapaknya Alex nampak menatap lekat ke arah tumpukan barang yang akan Alex kemas dan sebagian sudah terbungkus rapi.
___
Kedua bola mata Alex nampak melirik ke arah istrinya dan nampak, dia pun seakan bingung mau menjawab apa. Karena sebelumnya dia belum memberitahukan kepada sang orang tua bahwa dia akan pindah rumah.
"Sebaiknya cerita saja sama Ibu dan Bapak," ucap Alya menatap lekat ke arah sang suami.
Kedua orang tuanya Alex pun nampak merasa bingung dengan apa yang di ucapkan oleh sang menantu.
"Ada apa sebenarnya ini," sang Ibu pun nampak dihinggapi rasa penasaran.
Alex pun mengajak kedua orang tuanya duduk santai di kursi sofa. Sementara Alya berlalu untuk mengambil teh hangat dan bolu kukus yang tadi pagi dia buat.
_____
Setelah Alya datang dengan membawa minuman dan bolu kukus. Nampak kedua orang tua dari Alex terlihat duduk dengan tenang dan santai.
Alex pun menceritakan semuanya. Dari mulai dia mau pindah rumah dan dia yang telah mengkhianati sang istri. Nampak Alex tertunduk ketika menceritakan semuanya apa yang telah terjadi.
Sontak kedua orang tua Alex, wajahnya terlihat kesal dan menyimpan rasa kecewa yang amat dalam. Dengan pengakuan Alex yang sangat jujur dan sulit di mengerti.
"Jadi kamu selama ini bermain api dengan tetangga kamu." sang Ibu nampak melotot ke arah Alex dan tatapannya sesaat kemudian melirik ke arah sang menantu.
Tatapan dari Ibunya Alex kepada Alya seakan dihinggapi rasa Iba dan menyesali diri. Terlihat sang Ibu menghela nafas secara perlahan tatkala menatap sang menantu, seakan tersirat disana rasa sesak begitu menghinggapi hatinya.
"Maafkan Alex sekali lagi, Bu!" jawab Alex.
"Kurang ajar kamu Lex!" ucap sang Bapak.
____
Terlihat sang Bapak mau melakukan bogem mentah, sebuah tamparan ke pipi sang anak. Namun dengan cepat Alya memohon kepada Bapak mertuanya, untuk bersikap tenang dan memaafkan semua kesalahan Alex
__ADS_1
"Pak, maafkan anak Bapak. Alya mohon, karena Alya pun sudah memaafkan dia. Biarlah ini menjadi pelajaran buat dia kedepannya agar lebih baik lagi terhadap istri dan anaknya," ucap Alya tersedu menangis.
Sontak sang Ibu mertua memeluk Alya dan meminta maaf. Sepertinya sang Ibu mertua sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi terhadap menantunya itu.
Alya yang berhati mulya dan sabar karena selama ini selalu dibuat tidak adil oleh Ibu mertua.
_____
"Al, maafkan Ibu. Ternyata anak Ibu selalu menyakiti hati kamu dan Ibu salah selama ini selalu bersikap cuek dan tidak ramah sama kamu," ucap sang Ibu terdengar sesunggukan menangis.
Alya hanya mengelus-elus pundak sang Ibu mertuanya itu seakan menguatkan hatinya. Terlihat suara tangisan sang Ibu semakin menjadi tatkala sebuah usapan tulus yang di lakukan oleh sang menantu terasa begitu dalam.
"Sudah Bu, semua pasti akan baik-baik saja," ucap Alya.
"Ya, sebaiknya kamu segera pindah dari rumah ini karena lebih cepat lebih baik," ucap kembali sang Bapak dan pandangan matanya kepada sang anak begitu sinis terlihat. Alex hanya menganggukkan kepalanya.
_____
DREETT...
DREETT..
DREETT..
{"Al, ini Emak dan Abah dalam perjalanan menuju rumah kamu,"} ucap Ibunya Alya terdengar ramah di sambungan teleponnya.
{"Iya, Mak, Alya tunggu dan kebetulan sedang ada kedua orang tuanya Mas Alex disini,"} ucap Alya kepada Ibunya di sambungan teleponnya.
Beberapa saat kemudian sambungan telepon pun terputus.
______
Satu jam kemudian.
"Assalamu'alaikum.."
Terlihat kedua orang tuanya Alya datang memasuki rumah dan Arya yang sedari tadi sudah menunggu di halaman rumah, nampak di gendong oleh sang Kakek atau Bapaknya Alya.
Kedua orang tuanya Alya nampak bersalaman dengan kedua orang tuanya Alex. Mereka pun akhirnya duduk di kursi sofa.
__ADS_1
Terlihat Bapaknya Alex memulai sebuah pembicaraan. Sebelum memulai obrolan nampak Bapaknya Alex menghela nafas panjang, seakan ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikirannya.
"Pak, Bu, sebelumnya saya minta maaf atas perlakuan anak kami yang telah mengkhianati Alya dan kami baru mengetahuinya barusan. Anak kami bercerita semuanya," ucap Bapaknya Alex dengan mata berkaca-kaca dan terlihat seperti menahan rasa kecewa yang dalam terhadap anaknya.
Bapaknya Alya melirik kepada sang istri dan terlihat tatapannya seperti menahan rasa sesak tapi coba ditahannya.
____
Bapaknya Alya nampak menghela nafas.
"Yang penting kita tatap saja kedepan seperti apa dan semoga semua akan baik-baik saja," ucap Bapaknya Alya.
Mungkin Alex sedikit terlihat lega karena keluarga dari masing-masing sudah memaafkan dirinya dan Alex pun berjanji di dalam dirinya. Tidak akan ada lagi sebuah perselingkuhan yang terjadi yang akan di lakukannya.
"Ayo! Sekarang kita makan dulu," ucap Alya mencoba membuyarkan obrolan.
Terlihat serius dan tegang di ruangan tersebut dan Alya pun mengkhawatirkan hal itu. Meskipun sang suami sudah melakukan kesalahan-kesalahan yang teramat menyakitkan. Tapi Alya berusaha untuk kuat dan tegar karena bagaimanapun Alex adalah suaminya yang patut dia hormati dan hargai.
______
Setengah jam sudah keluarga besar Alya menikmati makan dan setelah menikmati makan. Mereka nampak duduk di teras rumah sambil menikmati jus mangga yang di buatkan oleh Alya. Canda dan tawa terlihat akrab di antara mereka.
Nampak dari sebrang sana Bu Wina sedang mengintip keharmonisan yang tengah terjalin erat di antara keluarganya Alya.
Pandangan dari Bu Wina mendelik dan matanya berkaca-kaca. Dia terlihat iri melihat kebersamaan yang terjalin di antara keluarganya Alya .
"Mereka sepertinya sudah akur," gumam hati Bu Wina.
"Jangan iri di atas kebahagiaan orang lain," ucap suaminya Bu Wina sambil menepuk pundak sang istri
____
Bu Wina nampak terkejut dengan tepukan pundak dari sang suami dan dia terlihat gugup seakan tidak bisa berkata apapun.
Bu Wina nampak menundukkan kepalanya da pikirannya melayang jauh entah kemana.
"Besok temannya Bapak yang bernama Pak Abdul bersama Fahmi akan datang kesini. Maksud yang bapak bicarakan pasti Ibu mengerti kan," ucap sang suami sambil kembali melengos ke dalam rumah.
"Anaknya Pak Abdul, kan mau di jodohkan kepada Diana," gumam hati Bu Wina seakan mengingat kembali apa yang pernah di ucapkan oleh suaminya dulu. Mau menjodohkan anaknya dengan Fahmi.
__ADS_1
Bersambung...