Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 56 Alya Minggat Dari Rumah


__ADS_3

Setelah Rani pulang dari rumah Alya, kemudian Bu Wina kembali datang lagi ke rumah Alya. Entah mengapa hati dia seakan tidak tenang. Bu Wina langsung masuk saja kedalam rumah tanpa permisi mengetuk pintu karena pintu rumah Alya tidak terkunci dan terbuka lebar.


Terlihat di ruang tamu ada Arya yang tengah duduk bermain sendiri dan keberadaan Alya tidak disana tapi di dalam kamar.


"Mama kamu dimana Nak?" tanya Bu Wina kepada Arya dengan menatap lekat ke arah Arya anak dari Alya.


Alya langsung pandangan matanya melirik ke arah kamar. Pertanda sang Mama sedang berada disana. Bu Wina pun menyeret langkah kakinya ke arah pintu kamar. Setelah berada di pintu kamar langkah Bu Wina untuk memasuki kamar Alya terhenti karena terdengar Alya tengah menerima telepon begitu serius dengan suara yang bergetar dan terisak tangis. Pintu terlihat terbuka walau tidak nampak lebar.


______


"Kamu ngaku saja Mas, apa benar kamu kembali menjalin hubungan dengan Diana!?" tanya Alya di sambungan teleponnya.


DEGH ..


Seketika muka dari Bu Wina merah padam, tatkala mendengar apa yang di ucapkan oleh Alya barusan di sambungan teleponnya. Jantung Bu Wina berdetak lebih cepat tidak karuan dan peluh pun bercucuran. Dalam hati Bu Wina berpikir mengapa Alya mengetahui kalau Diana anaknya itu kembali dekat dengan Alex.


Secara perlahan Bu Wina berjalan menuju pintu luar dan dia nampak pamit kepada Arya. Sang anak terlihat dihinggapi rasa heran karena Bu Wina tidak jadi bertemu dengan Mamanya.


"Mama mungkin sedang sibuk menerima telepon, nanti Ibu kesini lagi ya, Nak!' ucap Bu Wina tersenyum gusar.


______


Alya terlihat memasukkan beberapa baju ke dalam koper. Dia nampak mau pergi ke rumah orang tuanya di kampung. Tapi tanpa dia menelepon dulu kepada orang tuanya karena Alya berpikir pasti nanti di larang oleh sang orang tua dengan alasan, Alya hanya tidak bisa menahan rasa cemburu dan tidak bisa mengontrol emosi. Mungkin juga kedua orang tuanya tidak akan percaya kalau suaminya Alex menjalin hubungan dengan Diana tetangganya sendiri.


"Mah, enggak nunggu Papa!?" tanya Arya menatap sang Mama.


"Enggak Sayang, ayo! Mobil travelnya sudah nunggu di depan jalan rumah," ucap Alya.


Nampaknya Arya tidak di mandikan dan ganti baju oleh Alya, dia hanya di kenakan jaket saja karena dia pikir akan memakan waktu takut nanti Alex keburu datang. Alya pun tidak pamit kepada Alex untuk pergi ke rumah orang tuanya tadi di sambungan teleponnya.


______

__ADS_1


Setelah semua beres Alya pun menutup pintu rumah tanpa dia kunci. Matanya melirik kearah rumah Bu Wina dan terlihat pintu rumah Bu Wina tertutup rapat dan sepi. Alya berpikir mungkin keluarga Bu Wina sedang istirahat di rumah karena hari menjelang maghrib.


"Ayo, cepat Nak!" bisik Alya kepada Arya sang anak dengan menyeret langkah kakinya cepat dan menarik sang anak secara perlahan. Amira anak kedua, dia gendong dengan erat.


Terlihat sang supir memberikan sebuah bunyi klakson ketika langkah kaki Alya, sudah mau mendekati mobil travel tersebut. Terlihat sang supir tersenyum kepada Arya karena keluarga kecil Alya sudah sering memakai mobil travel tersebut. Sudah menjadi langganan jadi sang supir sudah mengenali anak-anak Alya.


_______


"Waktu bulan yang lalu enggak jadi ya Neng, pulang ke kampungnya?" tanya sang supir penuh curiga.


Kala itu Alya tidak jadi pulang ke kampung, sewaktu dia berantem dengan Alex karena sang mertua keburu datang jadi keberangkatan dia di pending untuk memakai jasa travelnya.


"Aduh, ini supir ternyata masih ingat," bisik hati Alya terlihat gugup.


"Iy-iya Pak, mertua dadakan datang dari luar kota," ucap Alya memberikan alasan.


______


Jam menunjukkan pukul 8 malam dan nampak Alya di dalam mobil hanya diam dan matanya berkaca-kaca. Sementara sang anak dua-duanya tertidur pulas. Alya melirik ke arah ponselnya masih seperti semula tidak ada pesan masuk dan dia pun berpikir pasti Alex sang suami belum pulang dari luar kota karena dia belum ada kabar. Mungkin kalau dia pulang dan menemui sang istri dan anak-anaknya tidak ada di rumah, pasti dia akan menelpon dirinya dan menanyakan keberadaan dirinya sedang dimana.


Tiba-tiba pesan masuk dari Bram, teman dari Alex yang mengatakan kesehatan Alya sekarang.


{"Al, aku tahu pasti kamu tidak mau makan kalau lagi mikirin suami kamu. Jangan lupa makan ya, jaga kesehatan,"} Alya hanya membaca pesan tersebut tanpa membalaskannya.


{"Barusan suami kamu nelpon aku dan dia menceritakan semua yang terjadi. Antara dia dan kamu sekarang sedang berselisih paham lagi,"} pesan kembali masuk dari Bram


Kembali Alya hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya.


{"Setelah suami kamu sampai rumah, aku akan ke rumah kamu mau nengok anak-anak kamu,"} pesan kembali dari Bram muncul.


Alya kemudian memberikan sebuah gambar foto, anak-anaknya yang sedang tertidur di mobil travel kepada Bram.

__ADS_1


_____


DEGH..


Hati Bram entah mengapa tidak karuan tatkala melihat gambar foto yang di kirimkan oleh Alya.


{"Al, kamu mau kemana malam-malam gini. Aku khawatir, apa Alex mengetahui kamu akan pergi?"} tulis pesan Bram.


Bram walau hanya teman dari suaminya sangat menghawatirkan keadaan Alya dan anak-anak temannya itu. Dan dalam hati Bram berpikir Alya pasti akan pergi ke rumah kedua orang tuanya di kampung.


{"Aku akan nyusul kamu kesana Al!"} tulis pesan Bram kepada Alya.


Sontak mata Alya terbelalak dengan apa yang di tuliskan oleh Bram di pesan masuknya itu.


_____


{"Jangan! Untuk apa kamu nyusul aku!"} tulis pesan Alya kepada Bram.


{"Aku khawatir,"} balas Bram.


Bram sangat tahu sifat dari Alya istri temannya tersebut. Dia saat ini butuh support dan Bram takut jika Alya melakukan hal nekat lagi seperti dulu lagi dengan percobaan bunuh diri. Apalagi sekarang lebih parah seseorang yang tengah dekat dengan suaminya itu adalah tetangganya sendiri. Hati Alya pasti hancur berkeping karena selain tetangga, Diana sudah dianggap seperti adik sendiri oleh Alya.


______


Alya menghela nafas panjang dia memejamkan matanya tanpa membalas lagi pesan yang beberapa kali di berikan oleh Bram dan Alya pun dengan cepat mematikan ponselnya tersebut. Dia pikir malas banget kalau nanti sang suami Alex menelponnya dan menanyakan keberadaan dia sedang dimana.


"Aku sudah tidak peduli dengan Alex karena dia pun sudah tidak peduli dengan aku. Jadi untuk apa aku peduli kepada dia," gumam hati Alya.


Nampak Alya meneteskan air mata sepertinya rasa sesak telah menyelimuti hatinya. Untung mobil travel yang di tumpangi Alya sedang kosong tidak ada penumpang jadi hanya ada Alya dan anaknya saja.


Terlihat dari kaca spion dalam mobil sang supir melirik ke arah Alya, dan sang supir terlihat hanya menghela nafas secara perlahan. Tatkala melihat penumpangnya meneteskan air mata dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


"Apapun masalahnya semoga ada jalan yang terbaik," gumam hati sang supir tersebut.


Bersambung...


__ADS_2