Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 47 Diana Gembira


__ADS_3

Nampak Diana mau bersiap pulang dari kantornya. Tanpa dia sadari ada beberapa kali pesan muncul di ponsel miliknya. Tapi ponselnya tersebut dia simpan di dalam tas dan di silent jadi oleh pengguna ponsel tidak terdengar bunyi suara ponsel yang berada di tasnya tersebut.


Diana Kemudian merogoh ponselnya yang tengah berada di dalam tas dan niat dia mau menelepon sang Ibu, mau di bawakan makanan apa ke rumah. Kebetulan dia punya uang dari hasil lembur minggu kemarin.


"Wah, ada apa dengan Mas Alex, beberapa kali memberikan pesan," gumam hati Diana menatap lekat ke arah ponselnya tersebut.


Kemudian Diana pun membuka satu persatu pesan yang di tuliskan oleh Alex. Disana tertulis pesan bahwa Alex akan mengajak makan sore setelah Diana pulang kerja. Itu pun jika dia tidak keberatan. Sontak Diana dihinggapi rasa terkejut sekaligus gembira karena dia pikir nanti bisa meminta oleh-oleh makanan kepada Alex untuk Ibunya dan dibawa pulang ke rumahnya.


_______


{"Memangnya Mas Alex sekarang sedang dimana?} tulis pesan Diana.


{"Kebetulan di Kafe dekat kantormu,"} balas pesan Alex sambil memberikan gambar Kafe tersebut. Dimana dia sedang berada.


Terlihat Diana tersenyum lebar tatkala mendapati kabar dari Alex bahwa sang lelaki mengajaknya untuk makan sore bersama.


{"Oke, aku segera kesana,"} balas pesan Diana.


Dalam hati Diana berpikir mungkin ini kesempatan dirinya untuk bisa lebih dekat lagi dengan Alex yang kemarin sempat tertunda karena diketahui oleh Alya.


Dengan cepat Diana pun melajukan motornya menuju Kafe dimana Alex tengah berada disana.


______


Beberapa menit kemudian.


Diana pun sampai di Kafe tersebut dan terlihat Alex sedang menikmati kopi hitamnya dan roti panggang selai coklat. Alex pun melambaikan tangannya kepada sang pelayan Kafe tatkala melihat kedatangan Diana.


Nampak Diana duduk di hadapan Alex dan dia memesan beberapa makanan. Entah mengapa Diana begitu salah tingkah, beda dengan Alex yang nampak santai seakan menguasai keadaan.


"Bagaimana kerjaan kamu lancar?" tanya Alex sambil menyeruput kopi hitamnya.


Diana nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum renyah kepada Alex. Pertanda kerjaan dia lancar dan dia nyaman kerja disana.


"Syukurlah kalau begitu," jawab Alex dengan tersenyum tipis.


______

__ADS_1


Makanan yang di pesan oleh Diana pun datang. Terlihat Diana sangat lahap menikmati makanan tersebut. Alex pun terlihat senang tatkala melihat Diana tengah menikmati makanan tersebut dengan lahap.


"Besok hari libur ya, kamu ada acara tidak?" tanya Alex kepada Diana.


"Tidak, tidak ada acara Mas. Memangnya kenapa?" dengan cepat Diana menjawab pertanyaan dari Alex.


Dia seakan ingin mempertegas bahwa kalau Alex ingin mengajaknya besok keluar, dia pasti bisa karena besok dia tidak ada acara.


"Besok aku mau perjalanan keluar kota tapi bolak-balik sih, kemungkinan perjalanan kurang lebih 3 jam. Kalau kamu mau ikut, ayo," ucap Alex.


_____


Alex sepertinya senang jika Diana yang menemani dirinya perjalanan keluar kota selain Diana orangnya supel banyak bicara, Diana pribadi yang tidak rewel. Intinya Alex akan senang jika di temani oleh Diana untuk melakukan perjalanan keluar kota.


"Kenapa bolak-balik Mas, enggak menginap?" tanya Diana.


"Jadi kamu mau nginap ya, hehe,,,"' canda Alex dengan tersipu malu.


"Bu-bukan itu maksudnya Mas,,," Diana gugup dan nampak mukanya merah merona. Dalam hati Diana berpikir kenapa dia salah ucap jadi terjadi kesalahpahaman ketika berbicara.


"Tidak apa-apa Na, kamu jangan panik gitu. Aku juga becanda kok," kembali Alex menggoda Diana dengan senyum renyah.


______


Satu jam sudah mereka menikmati makan di sebuah Kafe. Dan ketika pamit pulang Alex bertanya kepada Diana dengan merogoh uang dari sakunya.


"Ibumu mau dibelikan apa? Ini ada uang belikan Ibu dan Bapakmu oleh-oleh ya," ucap Alex dengan menyelipkan 3 lembar uang berwarna merah ke telapak tangan Diana.


Sontak Diana pura-pura menolaknya dengan alasan merepotkan dan tangannya terlihat di hempaskan ketika Alex hendak memberinya uang. Tapi Alex secepat kilat memasukkan uang tersebut kedalam tas Diana yang tengah terbuka. Alex pun dengan cepat berlalu ke dalam mobilnya dan pamit pulang kepada Diana.


"Terima kasih," ucap Diana tersipu malu sambil melambaikan tangan ke arah mobil Alex yang tengah keluar dari dalam garasi Kafe.


_____


Sepulang dari Kafe Diana pun nampak membeli bebek goreng untuk Ibu dan Bapaknya beserta cemilan kue pukis. Dalam hatinya pasti Ibunya senang karena semua makanan itu adalah makanannya kesukaan Ibu dan Bapaknya.


Setelah selesai belanja langsung Diana pulang menuju rumah dan setelah sampai di teras rumah terlihat mobil Alex sang tetangga tengah berada di garasi dan terlihat disana ada Arya yang sedang duduk di teras. Sontak Arya berlari kecil ke arah Diana dan memeluknya.

__ADS_1


"Aduh Arya, sudah lama kakak tidak bertemu kamu," ucap Diana. Padahal baru 2 hari saja mereka tidak bertemu. Kemudian Diana mengeluarkan satu kotak kue pukis kepada Arya karena dia membeli 2 kotak kue pukis, yang 1 kotaknya berisi 10 biji kue pukis.


"Terima kasih Kak," ucap Arya.


Arya pun berlari kecil ke rumahnya dengan membawa kue pukis pemberian dari Diana.


______


"Mah, ini Kak Diana memberikan kue pukis," ucap Arya tatkala memasuki rumah dengan wajahnya tersenyum lebar.


Arya kemudian memberikan kue pukis tersebut kepada sang Mama. Dia ambil 1 yang rasa coklat.


"Mmpphhhhh....enak," coklat dari kue pukis tersebut lumer dan membuat Arya ketagihan. Setelah menghabiskan 1 kue pukis. Dia pun kembali mengambil kue pukis nya lagi.


•••


"Enak Sayang," ucap sang Papa yang tiba-tiba datang dari arah kamar mandi. Terlihat segar Alex sudah membersihkan badannya.


"Besok beli lagi Pah!" ucap Arya dengan lahapnya dia memakan kue pukis tersebut.


"Bilang terima kasih gak, sama Kak Diana?' tanya Alya kepada sang anak.


Arya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar.


"Kak Diana baik ya," ucap Arya sambil melahap kue pukis tersebut.


"Mungkin Kak Diana habis gajian," ucap Alya sambil mengusap lumeran coklat yang menempel di ujung bibir sang anak.


•••


"Memang Diana baik. Uang pemberian dari aku barusan, masih dia sisihkan untuk beli makanan buat anakku," gumam hati Alex.


"Iya, benar enak. Amira juga suka ini," ucap Alya. Dia pun mencoba 1 kue pukis tersebut.


Arya pun merengek kepada sang Papa agar besok di belikan kue pukis lagi yang sama persis dengan kue pukis yang di belikan oleh Diana. Alex tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Diana memang pandai menarik hati anakku," gumam hati Alex.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2