Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 7 kepergian Alya


__ADS_3

Alya nampak akan pergi ke rumah kedua orang tuanya yang berada di Kota Tasikmalaya. Dia pergi dengan memakai Travel tanpa diantar oleh sang suami. Rencana dia mau menginap satu minggu di sana dan Arya pun tengah libur sekolah jadi ini merupakan kesempatan bagi Alya untuk berkunjung ke rumah kedua orang tuanya.


"Sudah siap semuanya?" tanya sang suami kepada Alya yang sedang duduk di teras rumah menunggu jemputan Travel. Alya hanya menganggukkan kepalanya.


"Enak ya, kalau memakai Travel bisa antar jemput sampai tempat tujuan," ucap Bu Wina yang tengah duduk di samping Alya.


"Iya Bu. Oh iya Bu, nitip rumah ya Bu, takut Mas Alex pergi ngedadak keluar kota dan kunci biar nanti Mas Alex titip di Ibu saja," ucap Alya dengan tersenyum mengarah kepada Bu Wina.


"Tenang saja pasti aman rumahmu yang penting anak-anak biar rekreasi dulu ke kampung, ke rumah Kakek dan Neneknya. Biasanya kalau sudah dibawa pergi suka sembuh. Mungkin saja anak-anak kamu rindu dengan Kakek dan Neneknya jadi mereka rewel. Kan mereka deketnya sama kedua orang tua kamu," ucap Bu Wina.


"Iya, Bu, semoga saja sepulang dari kampung anak-anak sehat. Di buang penyakitnya nanti di sungai, hehe,," ucap Alya tersenyum terkekeh. Alya menatap Amira yang tengah di gendongnya.


"Sepi nanti, satu minggu kamu dan anak-anak pergi Al," ucap Bu Wina seakan sedih tatkala akan ditinggalkan oleh tetangganya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri


"Baru satu minggu Bu, dulu kan pernah Alya pergi satu Bulan," ucap Alya.


"Ya, Ibu kesepian enggak ada Arya sama Amira jadi Ibu dengan Diana pergi juga ke Neneknya Diana. Sementara Bapaknya Diana ditinggal disini sendiri karena kerja." sambung kembali Bu Wina.


_____


Bunyi klakson mobil Travel begitu terdengar nyaring dan nampak sang Kernet melambaikan tangannya ke arah Alya. Sontak Alya tersenyum lebar tatkala melihat mobil Travel yang dia tunggu datang.


"Mas, aku pergi dulu," ucap Alya dengan mencium punggung tangan sang suami. Alex pun mencium kening Alya.


"Hati-hati ya, semoga selamat sampai rumah," ucap sang suami.


Alex kemudian mencium kedua anaknya itu.


______


"Bawaannya ini!?" tanya sang Kernet kepada Alya dengan tersenyum ramah.


"Iya, Pak!" jawab Alya.


Sang Kernet pun membawa barang bawaan Alya untuk di masukkan kedalam bagasi mobil.


Alya pun nampak pamit kepada Bu Wina dan nampak Bu Wina meremas halus rambut Arya dan menciumnya.


"Jangan nakal kalau di rumah Nenek ya," ucap Bu Wina kepada Arya. Sang anak hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya, pergi ninggalin Kakak," tiba-tiba Diana datang menghampiri.


Nampak Diana membawa coklat dan beberapa kue dan di serahkan kepada Arya.


Nampak Arya tersenyum renyah saat diberikan makanan satu keresek oleh Diana.


"Aduh, Na, ngerepotin saja kamu," ucap Alya seperti dihinggapi rasa malu karena anaknya diberikan makanan yang begitu banyak oleh Diana.


"Enggak apa-apa Mbak, buat ngemil di Travel biar anaknya enggak rewel," ucap Diana dengan mencubit gemas pipi Amira lalu memeluk tubuh Arya.


Nampak Diana menggendong Arya dan mengantarkan ke mobil Travel sementara Alex dan Bu Wina hanya menatap dari arah teras ketika Alya tengah berjalan kearah mobil Travel tersebut.


______


Alya nampak duduk tepat di belakang supir.


"Nitip Mas Alex, awas nakal dia! Kalau bawa temen cewek telpon Mbak ya," bisik Alya kepada Diana dengan tersenyum tipis dan pandangan matanya mengarah ke sang suami dari kejauhan yang sedang menatapnya.


"Siap Mbak, hehehe,,," jawab Diana.


•••


Mobil pun berlalu dari hadapan Diana dan nampak dari arah rumah Alya, terlihat Alex sedang asik memperhatikan Diana yang sedang berjalan ke arahnya.


____


"Mas Alex,," Bu Wina nampak menepuk pundak Alex secara perlahan.


"Iy-iya Bu," jawab Alex seperti dihinggapi rasa terkejut karena dia tengah asik fokus pandangan matanya kearah Diana.


"Ibu pulang dulu ya, kalau ada apa-apa panggil Ibu, jangan sungkan," ucap Bu Wina.


Akhirnya Bu Wina pergi berlalu dari hadapan Alex.


•••


"Mas, gimana lowongan kerja sudah ada belum?" tanya Diana yang tiba-tiba datang menghampiri selepas mengantarkan Alya. Diana seakan begitu berharap ingin dimasukkan kerja oleh Alex.


"Nanti tunggu awal bulan ya, ada buat staf administrasi tapi kerjanya di kantor temanku, tapi jaraknya berdekatan kok, dengan kantor Mas Alex," ucap Alex yang dadanya tengah berdetak cepat karena nampak terlihat paha mulus Diana begitu terexpose.

__ADS_1


"Wah, terima kasih Mas! Diana janji kalau Mas Alex bisa masukan kerja, nanti gaji pertamaku akan Diana pakai untuk terakhir Mas Alex." tegas Diana antusias dan tertawa terkekeh.


"Aduh jangan repot-repot Na, yang penting kerja saja yang benar. Masalah nanti teraktiran biar Mas saja yang akan mentraktir kamu," jawab Alex.


"Enggak apa-apa kok Mas, karena Mas Alex sudah memasukkan kerja dan Diana tidak bisa memberikan yang lebih kepada Mas Alex," ucapnya.


Diana pun nampak pamit dari hadapan Alex dan nampak Alex pandangan matanya lekat mengarah ke Diana yang tengah berjalan berlalu pergi dari hadapannya itu.


_______


Ting...


Nampak pesan masuk dari ponselnya Alex dan terlihat Bram memberikan sebuah pesan.


{"Lex, istrimu sudah pergi?"} tulis pesan dari Bram kepada Alex.


{"Sudah baru saja,"} jawab pesan Alex.


{"Kasihan dia, kenapa kamu enggak mengantarkan dia ke rumah orang tuanya. Apalagi Alya bawa anak dua,"} tulis pesan Bram seakan mengkhawatirkan.


{"Sudah biasa kok, masa aku pergi mengantarkan dia sedangkan aku disini harus bekerja,"} Alex nampak memberikan sebuah alasan.


{"Maksudku kamu antarkan istri dan anakmu dulu ke kampung baru setelah itu keesokan harinya kamu bisa balik pulang,"} nampak pesan dari Bram membuat hati Alex dihinggapi rasa kesal.


Dia berpikir Bram terlalu mengatur dan mencampuri urusan pribadinya.


{"Kamu tahu sendiri kan, aku baru datang dari luar kota jadi cape. Sudahlah Bram lagian Alya nya juga ingin pergi tanpa ditemani aku."} balas pesan Alex.


{"Ya, sudah terserah kamu saja Lex, yang penting aku sudah bilang sama kamu,"} balas Bram terlihat kecewa karena temannya tersebut seakan tidak peduli dengan istri dan anaknya.


Alex hanya membaca pesan dari temannya itu tanpa mau membalasnya lagi.


_______


Alex pun kemudian berlalu menuju arah dalam rumah kemudian dia duduk di kursi sofa. Nampak dia tengah menatap foto kebersamaan dia dengan sang istri diwaktu masa pacaran dulu.


Alex terlihat menghela napas panjang karena dia tidak menyangka jika pernikahan yang dia jalani dengan Alya selalu terjadi percekcokan.


"Sinta! Dimanakah dia sekarang? Dia kekasih gelap aku yang selalu aku rindukan. Tapi sekarang dia telah menghilang di kehidupanku. Padahal aku sangat mencintainya, meskipun aku sudah punya Alya. Entah mengapa hingga kini bayangan Sinta selalu hadir dalam diri disaat hati ini sedang sepi," gumam hati Alex seakan rindu dengan sosok Sinta yang keberadaannya kini sudah tidak diketahui oleh Alex.

__ADS_1


Dulu Sinta ingin dijadikan istri kedua oleh Alex, dan Sinta sudah diberikan uang yang berlebih oleh Alex. Tapi kenyataannya malah tidak ada kabar berita dari wanita itu.


Bersambung...


__ADS_2