Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 22 Rasa Curiga Alya


__ADS_3

Tiba di rumah.


Nampak sang Ibu mertua berada di teras rumah sedang ngobrol bersama Bu Wina. Terlihat mereka sangat akrab sekali dan hal ini membuat Alya bisa menghela napas secara lega karena dia pikir tidak akan kena omelan dari sang Ibu mertua jika dia telat pulang karena sang Ibu mertua sedang sumringah tertawa lebar bersama Bu Wina.


Alya berpikir sekarang pukul 4 sore dan sebentar lagi sang suami akan pulang sementara Alya belum memasak untuk makan sore.


"Kok lama les nya," sindir sang Ibu mertua dengan melirik sang cucu.


Arya pun sang anak nampak sudah paham dengan situasi, dia sedikit pun tidak membuka rahasia bahwa sebenarnya sang cucu tidak les tapi telat pulang karena dia mampir bersama sang Ibu ke rumah temannya.


"Cepet masak Al, nanti suami kamu keburu datang," ucap Ibu mertua.


_____


Sang Ibu kemudian menggendong Amira tapi entah mengapa Amira gak mau di gendong sang Nenek dan nampak raut muka sang Nenek berubah kesal. Namun ketika Bu Wina menawarkan untuk menggendong Amira, sang anak tersebut seakan mau dan tersenyum. Hal ini membuat hati sang Nenek dihinggapi rasa kesal yang teramat dengan sang cucu.


"Ini akibat dari Alya yang tidak dekat dengan Ibu mertua jadi anaknya nurun!' sindir Ibu mertua.


Sontak Alya terlihat kesal dengan apa yang di ucapakan oleh sang Ibu mertua, namun Alya berpikir positif dan ingat apa yang baru saja dia obrolkan dengan sang sahabat Rani, bahwa jangan membantah dan sakit hati. Anggap saja sang Ibu mertua adalah Ibu kita sendiri jadi jangan tersinggung dengan ucapannya. Alya pun nampak hanya bisa menghela napas secara perlahan.


____


Alya pun berlalu ke dalam rumah sedangkan Amira di gendong oleh Bu Wina. Sementara Arya sang anak mengekor dari arah belakang sang Mama.


"Mah, Nenek kok, cerewet ya," ucap sang anak kepada Alya.


Alya hanya tersenyum tipis seakan membenarkan pertanyaan sang anak. Setelah Alya mengganti baju kemudian Alya pun berlalu ke dapur untuk segera memasak untuk menyiapkan makan sang suami yang akan segera datang dari kantor.


Drett...


Drett...


Drett...


Tiba-tiba pesan berbunyi dari ponsel Alya dan nampak Bram teman dari suaminya memberikan sebuah kabar menanyakan Alex karena dia menelepon Alex ponselnya tidak aktif. Dan Alya pun menanyakan kepada Bram tentang keberadaan Bram sedang dimana.


{"Ya, aku sedang di kantor Al, ini ada berkas yang ketinggalan di kantor tidak terbawa oleh suamimu,"} ucap Bram.

__ADS_1


{"Loh, Mas Alex memangnya sudah pulang?"} tanya Alya dihinggapi rasa penasaran.


{"Sudah darii tadi kok, kamu lupa ya, ini kan hari sabtu kita lembur setengah hari jadi dari jam 12 sudah pulang,"} jawab Bram.


{"Oh, iya, aku lupa Mas, mungkin dia ada perlu Mas, tapi biasanya kalau ada perlu dia selalu sama kamu Mas,"} ucap Alya kembali.


{"Mungkin dia ada perlu sama Diana pergi, hehehe,,,"} jawab Bram.


______


DEGH...


Alya nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Bram karena sang suami pergi dengan Diana tanpa ijin kepadanya. Tapi Alya pun seakan menepis semuanya dia seakan ingat omongan dari Rani sahabatnya harus berpikir positif. Mungkin Alex ada perlu sementara Diana masih berada di kantor karena kan kantor mereka berbeda.


"Al, kamu belum masak?" tanya Bu Wina yang tiba-tiba datang menghampiri dengan menggendong Amira yang sudah lelap tertidur. Bu Wina pun menidurkan Amira di box yang berada di ruangan keluarga.


Alya pun menutup sambungan teleponnya karena Bu Wina kini berada tepat di hadapannya.


"Belum Bu, barusan ada telepon dulu dari teman." jawabnya.


_____


Ketika Bu Wina berlalu dari hadapannya, nampak Alya pun seakan dihinggapi rasa penasaran kepada ucapan Bram bahwa sang suami ponselnya tidak aktif.


Kemudian Alya pun mencoba menghubungi suaminya ternyata benar setelah Alya memijit sambungan teleponnya dan ponsel sang suami pun tidak aktif. Alya pun seakan ingin menuntaskan rasa penasaran dia terhadap ucapan Bram kemudian dia menelepon Diana dengan berpura-pura akan menitip susu untuk Amira yang sudah habis.


____


{"Na, halo!"} ucap Alya di sambungan teleponnya.


Di sebrang sana suara Diana seakan tidak terdengar atau mungkin Diana ragu ketika berbicara karena ada sosok Alex yang sedang berada di hadapan Diana. Alya pun kemudian memanggil lagi nama Diana di sambungan teleponnya.


"Diana, ini Mbak Alya. Apa kamu dengar!" ucap Alya kembali.


"Iy-iya Mbak, maaf sinyalnya jelek," jawab Diana dan terdengar oleh Alya suara berisik disana seakan Diana sedang berada di pusat keramaian.


"Kamu sedang dimana Na?" tanya Alya

__ADS_1


_____


Alya pun mencoba tenang dan tidak curiga. Padahal dalam hati Alya berpikir Diana pun sudah pulang kerja karena dia sedang berada di pusat keramaian berarti keberadaannya sedang bersama Alex diluar. Beribu tanya hinggap di pikiran Alya, dan Alya pun seakan dihinggapi rasa curiga dalam dirinya kepada sosok sang suami dan Diana.


"Lagi diluar Mbak, ada apa ya Mbak," terdengar gugup Diana berbicara.


"Ouh, sudah pulang kamu Na? Mbak cuma mau nitip susu buat Amira dan uangnya di kamu dulu ya, nanti Mbak ganti di rumah," ucap kembali Alya.


_____


Terdengar samar oleh Alya suara lelaki dan Alya yakin itu adalah suara suaminya yaitu Alex yang bertanya kepada Diana sedang menerima telepon dari siapa.


"Na, kamu sedang sama siapa, kok kayak suara lelaki. Jangan-jangan sedang sama pacar kamu, hehehe,,," ucap Alya kembali seakan menjebak Diana.


"Sama teman kantor Mbak," jawab Diana.


Kemudian Diana menutup sambungan teleponnya dengan alasan dia sedang tanggung sedang bersama teman-temannya.


Nampak Alya pun dihinggapi rasa kesal dan cemburu kepada Diana. Alya seakan tidak ada mood untuk masak ke dapur. Alya duduk di meja makan dan memijit keningnya. Tapi dalam hati Alya seakan berpikir dan menepis semuanya, tidak mungkin akan terjadi jika Alex berani bermain api dengan Diana.


_____


"Aneh kok malah melamun Al, bukannya masak!" sang Ibu mertua tiba-tiba datang seakan mengejutkan Alya yang tengah melamun.


"Nanti saja Bu, mungkin Mas Alex pulangnya malam. Biar panas masakannya jadi masaknya bentar lagi," ucap Alya.


Nampaknya Alya ketika berucap dihinggapi rasa kesal dan spontan karena dihinggapi rasa kesal dan cemburu kepada sang suami.


Sontak sang Ibu mertua mengernyitkan dahinya seakan tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sang menantunya tersebut.


"Kenapa kamu tahu kalau suami kamu pulang malam!?" sang Ibu pandangan matanya lekat ke arah sang menantu.


"Menebak saja!" jawabnya singkat.


"Dasar menantu aneh!" sang Ibu mertua terlihat matanya melotot.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2