
Pagi itu matahari terlhat nampak sudah menampakkan sinarnya. Panas dan sejuknya udara pagi terasa buat semangat untuk melakukan aktifitas. Begitupun juga yang di rasakan oleh Alya hari ini. Dia seakan penuh semangat untuk pergi karena pagi ini dia ada acara interview untuk kerja.
"Kamu mau di antar sama aku?" tanya sang suami. Alex tidak menampakkan senyum sedikitpun kepada sang istri.
"Pake acara nanya segala mau di anterin. Masa Diana di anterin kerja sedangkan istri sendiri tidak," gumam hati Alya.
Alya terlihat menghela napas panjang.
"Iya, untuk hari ini saja di anterin soalnya besok aku mulai kerja pukul sepuluh pagi," jawabnya seakan mengatur rasa emosinya.
"Ya, sudah kalau begitu. Ayo!" ajak sang suami. Sementara sang anak dua-duanya sudah dibawa oleh Bu Wina ke rumahnya.
______
Di dalam mobil.
Nampak tidak ada kata sedikitpun yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Alex berpikir biasanya setiap pagi ketika dia mengemudikan mobilnya raut wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman dan tawa. Karena Diana yang selalu melumerkan suasana, dan sekarang yang tengah duduk di pinggirnya itu adalah sang istri Alya yang nampak terlihat tegang. Seakan tidak ada obrolan yang perlu di sampaikan. Hanya suara mobil saja yang mewarnai perjalanan mereka.
Ehemm...
Alya berdehem seakan membuyarkan keheningan yang terjadi di dalam mobil tersebut.
STOP..
Ucap Alya memberhentikan mobil yang terlihat sedang melaju yang di kemudikan oleh sang suami. Alex pun nampak berhenti. Alya kemudian mencium punggung tangan sang suami dengan tersenyum tipis.
_______
BRUK...
Suara pintu mobil di tutup oleh Alya dengan bibir cemberut dan pandangan menunduk. Tapi setelah dia mendongakkan kepalanya dan terlihat di sebrang sana. Tepat di kantornya, dimana dia nanti bekerja. Terlihat Dimas suami dari Rani sedang berdiri tegak, dengan kedua bola mata berselancar seakan mencari seseorang. Alya terlihat tersenyum lebar.
"Wah, pasti suaminya Rani sedang menunggu kehadiran aku," gumam hati Alya begitu percaya diri.
Dengan cepat Alya menyeret langkah kakinya menuju kantor tersebut. Wajahnya tersenyum lebar seakan tidak bisa di pungkiri rasa gembira tengah mewarnai hati dan perasaannya.
______
__ADS_1
"Al, akhirnya kamu datang juga. Temanku sudah menunggu kamu dari tadi," ucap Dimas sambil berlalu masuk ke dalam kantor dan nampak terlihat Alya mengekor dari arah belakang.
CEKLEK...
Pintu terbuka dengan lebar, sontak Alya matanya melebar sempurna tatkala melihat lelaki yang kini tengah ada di hadapannya itu. Dia adalah Andre teman SMA dulu dan kini kedepannya akan menjadi Bos-nya.
"Alya, kamu Alya kan!?" Andre tersenyum lebar. Alya pun nampak tersenyum sumringah tatkala Andre terlihat dengan ramah menyapanya.
Dimas sontak dihinggapi rasa terkejut karena ternyata mereka sudah saling kenal. Dan terlihat keakraban pun terjadi di antara Alya dan Andre. Dimas pun bersyukur dalam hati karena mereka sudah saling kenal. Dimas merasa kasian dengan Alya tatkala mendengar semua cerita dari Rani sang istri.
_______
"Jadi gimana, kalau hari ini kamu sudah mulai kerja. Apakah kamu mau?" tanya Andre.
Alya penuh semangat dia menganggukkan kepalanya. Alya akan di tempatkan di sebuah Mall yang terbesar di kota itu. Alya tidak sendirian untuk promo produk tersebut. Tapi berdua dengan teman kantornya yang baru bernama Amel.
"Nanti untuk makan di kasih dari kantor, dan untuk kerja di antar jemput oleh mobil kantor," ucap Andre menerangkan kepada Alya.
"Aku senang mendengarnya jadi uang bulanan aku nanti awet, karena uang makan dan bensin sudah dari kantor," jawab Alya tersenyum kepada Andre.
_______
Beribu tanya dalam diri menghinggapi hati dan pikirannya Andre. Terlihat sang teman tersebut seperti dihinggapi rasa penasaran dan nampaknya dia akan mencari tahu sendiri nanti kepada Dimas tidak mau menanyakan kepada Alya.
______
Beberapa menit kemudian.
"Wah, kalau sudah pakai seragam kerja nampak seperti anak gadis," goda Andre sambil tertawa terkekeh. Tatkala melihat Alya yang terlihat masih muda ketika sudah memakai seragam kerja.
"Kamu memang dari dulu pandai menghibur teman," jawab Alya nampak tersipu malu.
Alya pun dan teman barunya terlihat memasuki mobil untuk pergi ke sebuah Mall. Amel sang teman seorang janda dengan mempunyai anak satu baru berusia dua tahun. Dia cerai dari sang suami karena suaminya berselingkuh dan tidak memberikan napkah. ketika dalam perjalanan menuju Mall nampak Amel bercerita masalahnya dan terlihat Alya matanya berkaca-kaca tatkala mendengar cerita yang baru saja disampaikan oleh Amel.
_______
"Aku turut prihatin," ucap Alya dengan mengelus-elus pundak Amel seakan menyabarkan teman barunya tersebut.
__ADS_1
"Kak Alya sendiri, maaf masih mempunyai suami?" tanya Amel.
Terlihat Alya membuang napas kasar. Kemudian dia menganggukkan kepalanya, dan seketika matanya nampak berkaca-kaca dan raut mukanya seakan dihinggapi rasa kecewa yang teramat.
"Ada, aku ada suami. Tapi,,, berasa sendiri," jawabnya lirih.
"Maaf, maafkan aku Kak," ucap Amel seakan paham dengan kondisi teman barunya itu
_______.
Tiba di Mall.
Nampak Alya pun mulai kerja di sebuah Mall yang cukup terbilang paling besar di kota itu. Alya tadi ketika di dalam mobil sambil berdandan karena diberikan produk kosmetik tersebut oleh kantor. Dia terlihat sangat cantik karena notabene, sekarang dia bekerja di tempat kosmetik dan mempromosikan barang yang mengharuskan dia berdandan cantik.
"Mbak, lipstik yang di pakai Mbak cukup bagus. Aku mau dong beli," ucap pembeli yang tiba-tiba datang ke counter milik Alya dan Amel berada.
Terlihat disana nampak pengunjung berhamburan datang. Alya dan Amel terlihat senang dan menikmati kerja mereka karena begitu banyak pembeli yang datang ke counter mereka. Rasa lelah pun seakan sirna dan tidak dirasakan oleh mereka.
________
"Wah, jualannya laris ya, alhamdulillah. Kalian memang jago bagaimana cara memasarkan sebuah produk baru," ucap Andre yang tiba-tiba datang untuk mengontrol barang penjualan di Mall tersebut. Alya dan Amel nampak tersenyum dengan pujian yang diberikan oleh Bos-nya tersebut.
"Mungkin dewi fortuna tengah berpihak pada kita Pak," jawab Amel.
"Kalau kalian melebihi target penjualan. Maka akan aku kasih uang saku perhari 100 rb," ucap Andre seakan menyemangati karyawannya tersebut.
Sontak Alya dan Amel saling bertatapan dan mereka tersenyum lebar
"Asik, nah gitu dong, jadi kan kerjanya semangat terus," ucap Alya tertawa lebar.
"Iya, lumayan untuk beli susu anak. Kita kan tidak punya suami," celetuk Amel.
"Mel, kalau ngomong jaga," bisik Alya lekat ke kuping Amel.
"Kan tadi Kak Alya bilang, kalau saat ini Kakak seakan tidak punya suami karena suami Kakak kurang perhatian dan memberikan napkah selalu di atur tidak jujur," dengan polos Amel bicara.
Dan nampak terlihat Andre tersenyum tipis, walaupun Amel berbicara secara perlahan, tapi oleh Andre cukup jelas terdengar. Andre pun sekarang, seakan mengerti maksud Alya kerja karena dia kurang dicukupi kebutuhan sehari-hari oleh suaminya.
__ADS_1
Bersambung..