Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab 44 Alex Nampak Gugup


__ADS_3

Pagi itu Alya sedang tidak ada di rumah bersama anak-anaknya pergi ke acara sekolah Arya sang anak. Alya bersama sang anak sedang pergi rekreasi dan terlihat tadi pagi Rani sang sahabat menjemputnya.


Hari itu kebetulan sang suami Alex sedang berada di rumah tidak kemana-mana dan Bram sang teman pun datang ke rumah Alex. Sudah lama juga Bram tidak berkunjung datang ke rumah temannya itu. Tadinya Bram pikir mau melihat keadaan anak-anak Alex, tapi ternyata anak-anaknya Alex tidak ada di rumah.


"Kalau mau bertemu dengan anak-anakku bukannya tadi telepon dulu," ucap Alex kepada Bram yang terlihat menghela napas panjang karena tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya sahabatnya itu.


"Tadinya aku mau buat kejutan Lex," jawab Bram sambil menaruh satu kantong keresek makanan beserta susu untuk anak-anaknya Alex.


"Tunggu saja mungkin siang juga acaranya selesai," ucap Alex.


______


Mereka pun membicarakan bisnis dan pekerjaan mereka. Ternyata Alex dan Bram saat ini sedang mempunyai uang lebih dan Bram berencana mau beli kendaraan motor untuk dia berikan kepada sang adik. Bram pun menyindir Alex agar dia memberikan sebuah motor juga kepada sang istri Alya, agar sang istri kalau pergi sekolah atau sekedar ke super market bisa memakai motor sendiri.


"Tidak perlu kalau itu, sekolah jaraknya dekat," jawab Alex seakan tidak mau di atur oleh sahabatnya itu.


______


Tiba-tiba Bu Wina datang dan menanyakan keberadaan anak-anaknya Alex sedang kemana, karena nampak di dalam rumah sepi.


Alex pun memberi tahu kepada Bu Wina bahwa anak-anaknya sedang pergi bersama Alya acara sekolah Arya.


Terlihat dari raut muka Bu Wina seakan ada sesuatu yang ingin disampaikan. Tapi dia merasa canggung dengan Bram. Dan Alex sepertinya memahami hal itu. Lalu ketika Bu Wina hendak pamit keluar rumah, dengan sigap Alex pun mengikuti dari arah belakang dan terlihat bertanya kepada Bu Wina.


"Bu, kalau ada sesuatu yang penting bilang saja jangan ragu," ucap Alex.


______

__ADS_1


Bu Wina nampak terlihat canggung dari gestur tubuhnya. Kemudian Alex mempersilahkan Bu Wina duduk dulu di teras rumah. Setelah duduk kemudian Bu Wina menyampaikan keluh kesahnya kepada Alex, bahwa cicilan bayar motor yang baru saja berjalan satu bulan sudah telat jatuh tempo untuk membayarnya. Dan tadinya Bu Wina mau pinjam kepada Alya karena dia berpikir sekarang Alya uangnya berlebih.


"Jadi kurang berapa Bu, uangnya?" tanya Alex kepada Bu Wina.


"Kurang 1 juta," ucap Bu Wina tertunduk malu. Kebetulan cicilan motornya yaitu 1, 7 juta. Dan Diana hanya memegang uang 700 ribu.


"Ya, sudah Bu, mumpung saya sedang ada rezeki saya bantu," ucap Alex.


______


Alex pamit kepada Bu Wina untuk mengambil uang di dalam kamarnya. Dan setelah beberapa menit kemudian Alex pun kembali datang dan nampak terlihat Bram sang sahabat melihat ketika Alex memberikan uang kepada Bu Wina, dari arah jendela dalam rumah yang tertutup gorden warna putih transparan.


"Aku jadi curiga kepada Bu Wina," gumam hati Bram. Dia menjadi teringat dengan apa yang di ucapkan oleh Alya ketika itu. Bahwa Bu Wina tetangga dari Alya pernah meminjam uang kepada Alex dan sampai hari Bu Wina belum mengembalikannya dan tidak itu juga bahkan Alex selalu memberikan sembako kepada Bu Wina.


"Tapi kan Alya kemarin pernah bicara kepadaku juga bahwa Alex sudah berubah dan dia tidak mementingkan lagi kebutuhan Bu Wina," Bram kembali berpikir lama. Dia pun seakan tidak mau ikut campur dengan persoalan yang tengah dihadapi oleh Alex dan Alya. Bram mencoba menenangkan pikirannya dan dia mencoba berpikir positif bahwa Alex saat ini tengah membantu Bu Wina tidak lebih dari itu.


______


Bram nampak menghela napas panjang dan dia pun mencoba menepis bayangan buruk tentang sahabatnya itu.


"Alhamdulillah kalau kamu bisa membantu tetangga yang sedang membutuhkan," jawab Bram sambil menepuk pundak sahabatnya itu dengan tersenyum tipis.


"Kamu jangan bilang sama Alya ya, nanti salah paham," ucap Alex kepada Bram.


_______


Bram pun terlihat mengernyitkan dahi. Dia berpikir bukannya kalau meminjamkan uang sang suami kepada orang lain, harus bersifat terbuka kepada istri. Tapi beda yang dilakukan oleh Alex sahabatnya itu. Dia sangat tidak terbuka dengan istri. Bram pun berpikir pantesan selalu terjadi percekcokan diantara Alya dan Alex.

__ADS_1


"Bukannya lebih baik terbuka sama istri dan itu akan lebih baik," ucap Bram mencoba meyakinkan sahabatnya itu.


Alex pun hanya terdiam seakan tidak bisa berkata apapun. Dalam hatinya berpikir dia sebenarnya ingin berusaha jujur kepada Alya sang istri tapi entah mengapa begitu sulit. Rasa takut dalam diri Alex kian menghinggapi. Takut Alya nanti marah dan dihinggapi rasa cemburu jika dia berkata jujur. Rasa iba pun terasa menghinggapi kepada Bu Wina jika sang tetangga berkeluh kesah masalah keuangan Alex seakan tidak tega untuk menolak memberikan.


_______


"Aku tahu perasaanmu Lex, tapi menurutku apa lebih baik jika kamu jujur itu akan membuat Alya merasa dihargai sebagai istri," Bram kembali meyakinkan sahabatnya itu.


Alex nampak menghela napas panjang, dia pun seakan berpikir untuk bisa berkata jujur apapun terhadap sang istri.


"Iya, akan saya coba. Tapi mungkin tidak dengan waktu cepat, semua perlu proses," ucap Alex.


"Itu sih terserah kamu dan aku hanya mengingatkan saja dan menurutku kamu jangan terlalu baik terhadap Bu Wina. Maksudku kalau Bu Wina butuh uang jangan selalu kau beri," sindir Bram.


_______


Nampak Alex seakan tidak nyaman dengan apa yang di ucapkan oleh sahabatnya itu. Dia pun berpikir jauh bahwa Bram telah mengetahui sebelumnya bahwa dia selalu memberikan uang pinjaman kepada Bu Wina.


"Maksud kamu ngomong apa sih!?" Alex terlihat menatap tajam sang sahabat.


Bram pun seakan dihinggapi rasa khawatir takut jika temannya itu menyangka bahwa selama ini Alya selalu curhat masalah Bu Wina.


"Maksudku gini loh, jika nanti Bu Wina pinjam lagi uang, tanya betul keperluannya untuk apa. Bu Wina baru kan pinjam uang dari kamu," Bram berusaha mengalihkan obrolan agar Alex tidak curiga terhadapnya.


"Iya, dia baru pinjam uangnya," dengan spontan Alex berkata karena dihinggapi rasa gugup.


"Syukurlah kalau begitu," jawab Bram.

__ADS_1


Padahal dalam hati Bram berpikir, Alex tengah menutupi semuanya karena nampak dari gestur tubuhnya yang terlihat gugup dan mukanya merah merona.


Bersambung...


__ADS_2