
"Mungkin Ibu lupa menyimpannya," Diana kembali berucap. Sang Ibu terlihat telunjuknya menepuk-nepuk keningnya. Seakan mengingat kembali keberadaan amplop coklatnya dia simpan dimana.
"Perasaan tadi Diana kasih ke Ibu, waktu duduk di kursi sofa," ucap Diana terlihat mengingat kembali kejadian tadi, bahwa dia memberikan amplop Coklat itu kepada sang Ibu. Nampak sang Ibu membuka mata lebar dan berucap.
"Ya, Ibu sekarang baru ingat kalau uang itu Ibu simpan di dalam saku baju. Apakah tadi jatuh di kursi sofa? Tapi Ibu sudah cari tadi dan tidak ada," ucap sang Ibu terlihat gusar.
"Pasti ada Bu, jatuh di bawah meja atau kursi," ucap Diana sambil melengos dari hadapan Ibunya. Diana pun sudah tidak aneh dengan sikap sang Ibu yang sering lupa menyimpan sesuatu barang.
_____
"Pak, lihat amplop coklat tidak!?" tanya Bu Wina yang tiba-tiba datang dan memberanikan diri untuk bertanya kepada sang suami. Walaupun dalam dirinya dihinggapi rasa tanya. Jika nanti sang suami pasti menanyakan amplop tersebut milik siapa, dan Bu Wina sepertinya sudah siap dengan suatu jawaban yang akan dia ucapkan kepada sang sang suami.
"Amplop coklat apa? Memangnya isinya apa amplop tersebut, aku lihat kamu begitu gugup kalau kehilangan amplop itu," sindir sang suami.
"Uangnya milik Diana. Itu uang lemburnya yang dia kumpulkan beberapa minggu ini untuk membayar cicilan sepeda motor," jawab sang istri mencoba memberikan sebuah alasan.
"Kamu tidak sedang berbohong kan?" tanya sang suami menatap lekat ke arah sang istri.
______
Entah mengapa tatapan dari sang suami membuat hati sang istri dihinggapi rasa tidak karuan. Dia pun merasakan keanehan dari sorot mata sang suami yang nampak seakan menyimpan rasa curiga terhadap dirinya. Sang istri menghela nafas secara perlahan, dia mencoba mengatur detak jantungnya yang mulai tidak beraturan.
"Rasanya dia sudah mulai curiga," gumam hati sang istri terlihat gugup di hadapan suaminya tersebut.
"Jawab pertanyaanku Bu, apakah kamu tidak sedang berbohong!" tegas sang suami seperti mendesak sang istri agar tidak berkata bohong.
"Maksud Bapak apa sih!" jawab sang istri terlihat gugup.
"Uang yang ibu cari itu bukan uang yang di kumpulkan Diana dari hasil lembur. Tapi uang pemberian dari Alex karena Diana telah mengantar Alex keluar kota. Jadi Alex memberikan uang sebagai upah, bukannya begitu!?" sang suami dengan sorot mata tajam menatap sang istri.
__ADS_1
______
DEGH .
Debaran jantung sang istri nampak terasa berdetak kencang. Sang istri tidak menyangka dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sang suami. Terlihat disana sang suami mengeluarkan amplop berwarna coklat dan menyimpannya secara kasar di atas meja.
"Ini yang kamu cari Bu!" ucap kembali sang suami dengan meletakkan amplop tersebut.
Mata sang istri seketika membelalak saat melihat amplop coklat yang di simpan oleh suaminya tersebut. Kemudian dia dengan cepat mengambil amplop tersebut dan mata dia tertuju ke arah ujung amplop itu dan tulisannya sangat kecil sekali. Di sana tertulis. ("Terima kasih Diana sudah mau mengantar keluar kota..-Alex-").
Bu Wina pun dihinggapi rasa terkejut dengan tulisan tersebut karena dia baru menyadarinya. Mungkin juga sang anak tidak menyadarinya bahwa Alex menuliskan tulisan di ujung amplop tersebut.
______
"Sekarang kamu tidak bisa berbohong lagi kan." sindir sang suami tatkala melihat mata sang istri tengah fokus membaca tulisan di ujung amplop tersebut.
Sang istri mukanya merah padam tatkala mendapat sindiran dari sang suami yang membuatnya merasa terpojok.
Terlihat sang istri menundukkan kepalanya, dia pun seakan malu dengan apa yang di ucapkan oleh sang suaminya itu.
"Maafkan aku Pak, bukan maksudku untuk berbohong. Mungkin wajar kalau menurut Ibu, jika Alex memberikan uang kepada anak kita karena anak kita sudah mengantar Alex keluar kota. Alex pergi keluar kota itu untuk urusan kerja loh, jadi dia juga mendapatkan uang untuk urusan keluar kota itu," sang istri mencoba membela sang anak dan seakan ingin memahami hati sang suami agar tidak memuncak rasa emosinya.
"Sudah cukup Bu! Rasanya aku kalau bicara sama kamu tidak ada ujungnya. Selalu saja ada alasan yang kamu buat agar bisa membela anakmu itu," jawab sang suami.
______
Sepertinya sang suami kesal dengan apa yang di jelaskan oleh sang istri. Inginnya sang suami itu, sang istri nurut kepadanya dan menjauhkan sang anak dari Alex jangan terlalu dekat. Apalagi sampai di berikan uang terus-menerus. Hal yang paling di takutkan oleh sang suami adalah sang istri nekad akan mendekatkan sang anak dengan Alex.
"Awas ya, kalau kamu berani mendekatkan anak kita dengan Alex," ancam sang suami dengan pandangan mendelik.
__ADS_1
DEGH...
Sang istri nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami karena tanpa dia sadari sang suami ternyata berucap seperti itu. Dan sang istri berpikir dalam dirinya, bahwa sang suami akhirnya sudah tahu dengan apa yang dia rencanakan bahwa anaknya akan dia dekatkan dengan Alex suami dari Alya.
_____
"Ngomong apa sih, Pak!" jawab sang istri dengan cepat dia berkata. Dia pun takut jika sang suami marah dan mengetahui rencananya.
"Jangan pura-pura bodoh Bu! Hanya karena Alex mempunyai uang lebih, kamu ingin anakmu dekat dengan pria yang punya istri," sang suami kembali menyindir istrinya tersebut.
Terlihat sang istri lebih memilih meninggalkan sang suami yang tengah menyindirnya dengan pedas. Dia berpikir kalau pun beradu argumen rasanya tidak akan ada ujungnya. Jadi dia lebih baik yang mengalah untuk meninggalkan suaminya itu.
Sang Ibu memasuki kamar sang anak tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Di sana terlihat sang anak tengah fokus menatap layar ponselnya dan tersenyum lebar.
_______
"Na, Ibu barusan berselisih paham dengan Bapakmu," ucap sang Ibu terlihat mukanya lusuh dan tersenyum tipis.
Diana seakan tidak menyadari dengan kehadiran sang Ibu, atau dia sedang fokus membalas pesan dari Alex.
"Na,,,!!" nada suara dari sang Ibu sedikit keras
yang mengakibatkan sang anak terlihat menoleh cepat ke arah sang Ibu.
"Iya, Bu, ada apa!?" Diana tersenyum karena pengaruh dari pesan yang di berikan oleh Alex yang membuat dia dihinggapi rasa bahagia.
Sang Ibu kemudian menceritakan semuanya kepada Diana. Dimana dia dan Bapaknya Diana berselisih paham. Terlihat Diana pun seperti dihinggapi rasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu.
"Jadi Bapak sudah mengetahui semuanya," ucap Diana matanya menatap sempurna ke arah sang Ibu. Sementara sang Ibu hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Bersambung...