Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab 42 Alya Jatuh Sakit


__ADS_3

Beberapa hari ini Alya jatuh sakit dan akhirnya Bu Wina juga yang mengasuh kedua anaknya karena Rani, sahabat dari Alya tengah pergi ke kampung untuk menjenguk kedua orang tuanya. Nampak Bu Wina begitu telaten dengan mengurus Alya seperti anaknya sendiri. Bahkan yang dirasakan Alya rasa perhatian yang diberikan oleh Bu Wina terhadap dirinya melebihi perhatian yang diberikan dari Ibu mertuanya.


"Al, kamu benar-benar sudah memaafkan Diana kan!? Ibu khawatir kalau kamu tidak bisa memaafkan anak Ibu, bisa-bisa Bapaknya Diana murka sama Diana," ucap Bu Wina dihinggapi rasa tidak karuan takut Alya tidak bisa memaafkan kepada sang anak.


Alya menganggukkan kepalanya walau hatinya terasa perih. Dia pun sebenarnya dihinggapi rasa tanya. Sebenarnya yang salah itu siapa, sang suami saja atau Diana juga punya salah karena mereka begitu dekat. Tapi dengan hati legowo Alya memaafkan Diana, hanya karena Diana dan Bu Wina sudah dia anggap sebagai saudara sendiri.


"Kamu berhati baik Al, percayalah Diana tidak akan merebut suami kamu. Ibu tahu anak itu. Dia wanita baik dan menganggap kamu sebagai Kakak. Mana mungkin dia mengkhianati kamu," Bu Wina mencoba kembali meyakinkan hati Alya yang tidak karuan.


_______


Nampak sepulang kerja Diana berkunjung ke rumah Alya dengan membawa beberapa makanan untuk anaknya Alya. Terlihat Diana seakan sudah melupakan kejadian yang terjadi di sebuah Kafe ketika Alya dengan tegas memarahinya jangan sampai dekat lagi dengan suaminya.


Semenjak sang suami pindah tempat kerja, Alex pun pulang selalu malam setelah maghrib karena jaraknya cukup lumayan jauh.


"Mbak, ini Aku beliin jus biar badan Mbak Alya segar," ucap Diana terlihat dia menyodorkan satu gelas jus strawberry yang segar yang sudah dia tuangkan.


Alya tersenyum tipis dan mengucapkan rasa terima kasih.


"Kamu pergi kerja sama siapa Na?" tanya Alya seperti dihinggapi rasa penasaran karena mulai dia bicara kepada Diana jangan pernah bareng lagi dengan sang suami kedatangan pulang kerja Diana ke rumah selalu tepat waktu, tidak telat seperti waktu lalu.


"Diana sudah nyicil motor Al, alhamdulilah," ucap Bu Wina. Diana pun menundukkan kepalanya dia seakan gugup untuk menjawab pertanyaan dari Alya karena uang muka dari nyicil motor tersebut dia peroleh dari Alex suami dari Alya, seorang wanita yang kini tengah ada dihadapannya .


________


Sepertinya Bu Wina sudah paham dengan kondisi atau hati dari sang anak. Pasti sang anak akan merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang diberikan oleh Alya.


"Alhamdulillah gajimu sudah bisa membayar uang muka motor. Mungkin uang muka paling sedikit kan harus ada 5 juta kalau cicilan motor perbulannya tidak terlalu mahal." ucap Alya kembali menatap lekat kearah Diana. Sementara Diana hanya terdiam dan menundukkan kepalanya seakan dalam hatinya berpikir, sang Ibu saja yang menjawab semuanya.

__ADS_1


"Iya, Bapaknya ada rezeki jadi dia nambahin Al," ucap Bu Wina berbohong.


Padahal uang yang 5 juta full semua dari Alex untuk uang muka motor. Bu Wina tidak mau hati Alya terluka jika mengetahui yang memberikan uang muka untuk motor ieu adalah Alex suami dari Alya.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Alya tersenyum tipis. Alya pun tidak menaruh curiga apapun karena nampak suka baik-baik saja.


_______


Tiba-tiba Bapak dari Diana datang menjenguk. Dan dia terlihat dihinggapi rasa khawatir dengan kondisi keadaan Alya yang nampak mukanya pucat pasi. Bapak dari Diana tidak tahu menahu soal kedekatan Diana dengan Alex dan sang istri pun tidak pernah membahasnya. Uang muka motor pun yang diberikan oleh Alex sang suami dari Bu Wina tidak mengetahuinya. Dia hanya tahu uang itu pinjaman dari kantor Diana.


"Al, lebih baik kamu keluar kerja saja," ucap Bapaknya Diana.


"Aku tidak bisa Pak, karena aku sudah nyaman bekerja di tempat temanku itu," jawab Alya beralasan. Padahal yang paling penting adalah dia menjadi punya uang lebih kalau bekerja. Sementara Alex sang suami tidak memberikan kepadanya cukup uang resiko dan untuk susu anak.


"Pak, sudah jangan ikut campur," Bu Wina melirik dan mengedipkan matanya ke arah sang suami.


______


TINN....


TINN....


Suara klakson mobil terdengar memasuki garasi rumah Alya. Dan Alya yakin itu adalah sang suami yang datang. Begitupun dengan keluarga dari Bu Wina nampak mereka pamit untuk pulang karena Alex sudah tiba datang.


"Al, kita pamit dulu ya, Alex suami kamu sudah datang dan Ibu sudah siapkan nasi beserta lauknya untuk suami kamu, ada di meja." ucap Bu Wina.


Alya pun mengucap rasa terima kasih dan dia seakan merasa malu dengan perlakuan Bu Wina yang begitu memperhatikan secara detail keluarganya.

__ADS_1


Keluarga dari Bu Wina nampak keluar dari kamar Alya. Terdengar sang suami menyapa keluarga Bu Wina di teras, terasa begitu akrab kedekatannya seperti keluarga sendiri.


Alya pun berpikir dalam hatinya bahwa dia tidak boleh buruk sangka kedepannya kepada keluarga Bu Wina, bagaimanapun Bu Wina adalah sudah dia anggap seperti keluarganya sendiri. Bahkan kasih sayang yang diberikan oleh Bu Wina melebihi kasih sayang dari Ibu mertuanya.


_______


TING ..


Pesan masuk dari ponsel Alya dan nampak terlihat yang mengirimkan sebuah pesan tersebut adalah sang Ibu dari kampung. Ibunya Alya memberikan sebuah pesan, bahwa dia akan berkunjung ke rumah Alya besok pagi sendiri, karena dihinggapi rasa khawatir kepada sang anak. Namun Alya secara halus menolak kedatangan sang Ibu karena dia pikir dia pun akan lekas sembuh esok juga.


"Mak, teu kedah dongkap. Keadaan kondisi Alya tos mulai stabil alhamdulilah sehat,"} tulis pesan Alya dengan bahasa Sunda yang mengatakan sebaiknya sang Ibu jangan datang ke rumah karena keadaan badannya sudah mulai stabil sehat.


Alya berpikir kasihan Abah atau sang Bapak jika ditinggalkan oleh Emak sendiri di rumah. Alya pun berpikir dalam hatinya, pasti sang Ibu nanti bertanya kembali mengenai kedekatan Alex dengan Diana seperti apa. Alya dua hari lalu sudah terlanjur bicara kepada Emaknya bahwa Alex tengah mendekati Diana.


Tapi sekarang semuanya sudah baik-baik saja dan menurut Alya sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi mengenai semua ini.


{"Tapi sekarang kamu baik-baik saja Al? Maksud Emak, gimana hubungan Alex dengan Diana saat ini,"} tulis pesan kembali sang Ibu seakan mengkhawatirkan hal ini.


Alya pun berdalih di dalam balasan pesannya bahwa semuanya terjadi karena kesalahpahaman semata. Dan disini Alya seakan tidak mau membuat hati sang Ibu terluka dan menjadi beban pikiran.


"Al, kamu lebih baik keluar kerja saja. Biar untuk memenuhi kekurangan resiko kamu. Emak dan Abah yang kasih," ucap sang Ibu kembali.


Sang Ibu seakan tidak ingin jika sang anak kembali bekerja kalau di rasa setelah bekerja, Alya menjadi sakit dengan kondisi badannya yang kurang baik. Alya hanya terdiam tidak dengan cepat membalas pesan dari sang Ibu karena dia pun tidak mau merepotkan sang Ibu dengan cara sang Ibu memberikannya uang bulanan untuk kepentingan keluarganya.


"Seharusnya aku memberikan uang kepada Emakku bukannya aku yang diberi," gumam hati Alya menghela napas panjang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2