
Keesokan harinya nampak Bram sahabat dari suaminya Alya datang ke rumah kedua orang tuanya Alya di kampung. Alya pun seakan enggan menemui Bram, ketika sang Bapak memberitahunya ke kamar dan kebetulan Alya sedang termenung duduk di dalam kamarnya itu. Sementara anak-anak Alya tengah dibawa oleh sang Ibu keluar.
"Ayo! Temuin temanmu itu, tidak baik kalau kamu tidak menemui dia karena jauh-jauh datang dari kota kalau tidak kamu temui kasihan," ucap sang Bapak.
Dengan rasa malas Alya pun pergi menuju ruang tamu, dimana Bram temannya ada disana. Terlihat wajah Alya menunduk saat bertatap muka dengan Bram.
_______
"Al, kamu sehat? Aku khawatir loh, sama kamu dan anak-anak kamu. Alex pun terus menerus nelpon aku sepertinya dia mengkhawatirkan kamu juga," ucap Bram.
Bram terlihat mencoba menenangkan diri Alya, dan berharap Alya bisa lebih dewasa menyikapi permasalahan yang tengah terjadi.
"Aku ingin pisah saja dari Alex," ucapnya.
Kebetulan sang Bapak mendengar percakapan yang di utarakan oleh sang anak. Nampak dia terkejut dengan apa yang dia dengar itu. Kemudian sang Bapak menghampiri Alya yang tengah duduk bersama Bram di ruang tamu.
______
"Abah tidak setuju dengan apa yang kamu ucapkan barusan Nak! Kamu keadaan sedang kalut dan dihinggapi rasa cemburu. Jadi apapun yang kamu ucapkan terdengar benar olehmu sendiri," ucap sang Bapak.
Nampak Alya hanya terdiam dengan kedatangan sang Bapak. Dan terlihat meneteskan air mata. Sepertinya dia sudah tidak sanggup dengan kenyataan yang menimpanya saat ini.
"Bah, Mas Alex sudah berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Aku cape Bah!" Alya sesunggukan menangis.
______
"Alya,,,"
Sang Ibu yang tiba-tiba datang memasuki rumah dengan membawa kedua anak dari Alya, dihinggapi rasa terkejut karena anaknya terisak tangis dan sang Ibu nampak mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh sang anak, bahwa dia ingin berpisah dengan suaminya. Nampak sang Ibu pun tersenyum kepada tamu yaitu Bram yang terlihat di meja kosong belum ada apapun yang disuguhi.
Sepertinya dalam hati Alya berpikir sudah pasrah dengan semuanya. Meskipun kedua orang tuanya mengetahui dirinya tengah berselisih paham dengan Alex.
_____
__ADS_1
"Besok Abah akan ke rumahmu untuk mendengar dari mulut Alex, apa sebenarnya yang telah terjadi," tegas sang Bapak.
Sontak pandangan Alya menatap lekat ke arah sang Bapak. Dalam hatinya berpikir dia tidak mau jika sang Bapak pergi menemui Alex untuk meluruskan masalah.
"Jangan Bah! Aku hanya ingin melihat dia ada keberanian tidak, untuk datang kesini," ucap Alya. Dia berpikir jika Alex datang dengan cepat untuk menjelaskan semuanya itu baru lelaki dewasa yang mau mempertanggung jawabkan kesalahannya.
"Iya, Bah, lebih baik tunggu saja biar semuanya reda," sambung sang Ibu dengan membawa teh hangat dan cemilan makanan untuk tamu.
______
Terlihat Bram pun pulang dan dia tidak mau berlama-lama untuk tinggal di rumah kedua orang tuanya Alya. Takut menimbulkan fitnah karena bagaimanapun dia hanyalah sahabat dari suaminya dan Alya.
Entah mengapa selama di dalam perjalanan pulang, hati Bram terbayang wajah Alya dan dia terlihat meremas rambut secara kasar seakan ingin menumpahkan kekesalan kepada Alex.
"Awas, kamu Lex!" gumam hatinya sambil melajukan mobil ke arah rumah Alex.
Bram sengaja tidak kembali langsung pulang ke rumahnya. Tapi dia akan mampir ke rumah Alex dan kebetulan jam menunjukkan pukul 2 sore dan dia nanti tiba di rumah Alex sekitar pukul 5 sore jadi Alex pasti ada di rumah.
______
Terlihat di teras rumah Alex, ada Bu Wina tengah ngobrol serius dengan Alex. Sengaja mobil Bram tidak di parkir di dalam halaman rumah Alex. Melainkan dia parkir di depan arah jalan, jadi Bram berjalan kaki menuju rumah Alex.
Obrolan Bu Wina pun terdengar oleh Bram nampak Bu Wina terdengar sedang membanggakan sang anak Diana kepada Alex. Dan Bu Wina pun sudah pasrah dengan keputusan sang suami, jika Diana keluar kerja dan sekarang hanya bekerja di rumah saja ngurus usaha sang Bapak.
"Oh, Diana sekarang ada usaha di rumah dan dia sudah tidak bekerja lagi," gumam hati Bram.
Dari sini Bram timbul curiga mungkin karena sudah tercium perselingkuhan antara Diana dan Alex. Jadi Bapaknya Diana menyuruh Diana untuk keluar kerja agar pertemuan Diana dan Alex tidak sering terjadi.
______
Ehemm...
Bram berdehem membuat Bu Wina dan Alex terlihat terkejut dengan kedatangan Bram. Terlihat Bu Wina seperti salah tingkah karena Bu Wina tahu bahwa Bram selain dekat dengan Alex, dia pun dekat dengan Alya.
__ADS_1
"Kamu, Bram! Sengaja kesini? Kemana tadi, kamu enggak ngantor." tanya Alex terdengar gugup.
Bram malah menatap lekat ke arah Bu Wina dengan pandangan mata mendelik yang membuat hati Bu Wina dihinggapi rasa tidak karuan dan tanya. Bu Wina berpikir dalam hatinya, mengapa Bram pandangan matanya seakan menyimpan rasa kesal terhadapnya. Bu Wina pun segera pamit kepada Alex dan tersenyum ragu kepada Bram.
"Terserah saya mau ngantor apa tidak. Saya kecewa sama kamu Lex. Kenapa kamu melakukan perselingkuhan lagi!" Bram bertanya dengan sorot mata tajam kepada sahabatnya itu.
______
DEGH ..
Langkah Bu Wina saat itu juga terhenti tatkala dia sedang berjalan ke arah rumahnya karena mendengar apa yang tengah di ucapkan oleh Bram. Entah mengapa jantung Bu Wina terasa berdetak tidak karuan seakan tidak terkontrol.
"Wah, urusannya sudah runyam," gumam hati Bu Wina. Kaki dia pun seakan berat untuk bisa melangkah lagi.
PLAK ..
Suara tamparan keras pun terdengar oleh Bu Wina. Terlihat Bu Wina meringis seakan merasakan kesakitan yang di rasa oleh Alex. Bu Wina dengan cepat melirik ke belakang dan nampak Bram telah melakukan tamparan ke Alex mengenai pipinya. Alex meringis menahan rasa sakit di bagian pipinya.
______
"Aku kecewa dan aku merasakan sakit yang kamu lakukan kepada Alya. Kamu mikir Lex! Kenapa selalu mengulang kesalahan yang sama dari dulu dengan cara berselingkuh," ucap Bram dengan pandangan mata merah menyala.
"Kamu datang-datang menampar aku! Kenapa kamu Bram." Alex seakan tidak menerima dengan perlakuan yang diberikan oleh Bram.
"Kamu tahu, aku habis dari mana? Aku dari rumah orang tuanya Alya dan aku iba dengan kondisi istrimu saat ini. Dia saat ini terpukul!" ucap Bram terdengar dihinggapi rasa emosi yang mendalam.
______
Sontak Bu Wina terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Bram. Dia pun dengan cepat menyeret langkah kakinya menuju ke dalam rumahnya. Hatinya tidak karuan, dia merasa dihinggapi rasa salah yang teramat.
"Gawat! Pasti akan terjadi pertengkaran yang hebat antara Alex dan Bram," gumam hati Bu Wina terlihat gugup dan peluh pun bercucuran.
Bersambung...
__ADS_1