Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 15 Rasa Gembira Alex


__ADS_3

Alex pun nampak keluar dari dalam kamar dan tatkala melihat dari dekat sosok Diana, Alex terlihat terpesona dengan wajah dan tubuh seksi Diana. Dan hal ini membuat sang istri terlihat dihinggapi rasa cemburu tatkala melihat sang suami curi pandang kepada Diana.


"Sudah siap, Na," ucap Alex tersenyum renyah. Diana menganggukkan kepalanya dan membalas senyumannya.


Terlihat Alya sang istri mendelik tatkala melihat tingkah laku sang suami yang terlihat matanya jelalatan itu. Dalam hati Alya berpikir dan mencoba menenangkan hatinya, semoga saja Alex tidak macam-macam dengan Diana yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Alya pun mencoba menepis jika Alex akan kembali berselingkuh karena ketika kedua orang tuanya datang ke rumahnya Alex nampak diberikan pencerahan atau wejangan oleh kedua orang tuanya Alya, dan Alya berharap sang suami tidak kumat lagi.


"Mas, awas matanya jangan jelalatan," bisik Alya lekat ke kuping sang suami. Alex sontak terkejut dan berusaha menampakkan tersenyum untuk menutupi rasa keterkejutannya itu.


"Engga dong Mah," Alex mencubit pinggang sang istri dan nampak sang istri mendelik.


"Mbak Alya, Diana pergi dulu ya," Diana nampak melambaikan tangannya kepada Alya dan Alya pun nampak tersenyum melambaikan tangannya.


_____


Di dalam mobil.


Nampak di dalam mobil ketika Alex mengemudikan mobilnya terlihat tidak fokus karena rok yang di kenakan oleh Diana nampak seksi dan itu semua membuat hati Alex dihinggapi rasa dag-dig-dug tidak karuan. Kulit mulus Diana seakan membuat Alex tergoda. Beberapa kali Alex nampak menghela napas panjang.


"Sudah sarapan belum Na?" tanya Alex kepada Diana.


Nampaknya dia mau menawarkan atau mengajak sarapan kepada Diana. Dan Diana pun nampak menganggukkan kepalanya pertanda dia sudah sarapan tadi di rumah namun Alex nampak seperti ingin di temani sarapan pagi oleh Diana karena dia tadi tidak sempat sarapan di rumahnya. Kebiasaan dari Alya jika sedang marah sama sang suami dia cukup menyuguhkan minuman kopi atau teh hangat tanpa mau masak sarapan untuk sang suami dan hal ini menjadi suatu kebiasaan dan tidak aneh lagi bagi diri Alex.


"Mas Alex belum sarapan ya? Ayo, di temani sama Diana," jawab Diana.


Alex pun merasa senang karena Diana tidak menolak ajakannya dan niat Alex ingin bicara kepada Diana perihal nanti sore, dia mau di ajak olehnya untuk bertemu dengan temannya yang bernama Ronal. Alex berpikir masih ada waktu setengah jam lagi untuk masuk jam kantor.


_____

__ADS_1


Alex menatap lekat penampilan Diana yang begitu terlihat seksi dengan rambut tergerai. Semua mata seakan memandangi Diana dan nampak Alex terlihat percaya diri tatkala berjalan dengan Diana.


Ketika makan di satu meja nampak Diana senyuman bibirnya tidak pernah henti dan selalu mengembang. Dan ini seakan membuat Alex terpana dan merasa nyaman dibuatnya. Sedangkan sebaliknya Diana yang menganggap Alex sebagai kakak, nampak biasa saja tatkala Alex tengah asik memandanginya.


•••


Tidak terasa waktu setengah jam berlalu.


"Na, nanti pulangnya antar Mas, ketemu dengan teman ya," ucap Alex kepada Diana ketika Diana akan memasuki kantor barunya. Dan Diana pun seakan tidak mau menolak ajakan dari Alex karena dia tahu diri dimasukkan kerja oleh Alex, dan pergi kerja pun di antarkan olehnya, jadi pulang ke rumah pun harus bareng lagi dengan Alex.


"Boleh, Mas," jawabnya.


Alex pun berlalu dan dia pun pergi dari hadapan Diana untuk menuju ke kantornya dan kebetulan jarak kantor Diana dan Alex terhalang 3 kantor saja.


______


Nampak Diana sedang ngobrol dengan Bos barunya yang bernama Pak Hendrik yang tidak lain adalah temannya Alex. Nampak Pak Hendrik pun seakan salah tingkah melihat penampilan Diana tapi Pak Hendrik tidak seperti Alex yang mata jelalatan. Pak Hendrik pun mencoba mengalihkan pandangannya ketika Diana menatap lekat kepada ke arah Bos-nya itu.


Setelah perkenalan dan di arahkan cara kerja di tempat tersebut, Diana pun kemudian memasuki ruangannya yang di tunjukkan oleh Pak Hendrik.


"Pak Hendrik , terima kasih sudah menerima Diana kerja di kantornya Bapak dan semoga Diana betah," ucap Diana tersenyum ramah.


"Iya, aku harap kamu betah kerja disini," ucap Pak Hendrik membalas senyuman Diana.


______


Tak terasa jam menunjukkan pukul 4 Diana pun nampak membereskan dokumen yang nampak berantakan di meja kerjanya. Maklum ini adalah hari pertama dia kerja jadi semuanya terasa sibuk dan Diana masih belajar menyesuaikan semuanya di kantor itu.

__ADS_1


Diana nampak keluar dari kantornya dan tidak lupa pamit kepada Pak Hendrik. Ketika Diana tiba diluar kantor nampak sudah terlihat Alex menunggunya di dalam mobil. Melihat Alex yang sudah menunggunya di dalam mobil sontak Diana dihinggapi rasa gembira dan juga malu karena Diana berpikir Alex dengan setia menunggunya.


"Gimana hari pertama kamu kerja, kamu senang Na?" tanya Alex kepada Diana yang terlihat dari raut mukanya dia sepertinya senang. Diana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Senang banget Mas," jawabnya.


Alex pun nampak senang mendengar kabar tersebut, mobil pun berlalu kesebuah Restoran dan nampaknya dia mau bertemu dengan Ronal sang teman dan sore ini dia akan membuat Ronal terpana dengan wanita yang dibawa olehnya.


____


Tiba di Restoran.


"Aku sangat senang bisa bertemu dengan kamu Lex," ucap Ronal dan tatapan Ronal terlihat menatap Diana yang menurut Ronal, Diana sosok yang cantik dan wanita yang dia impikan selain masih muda dia juga terlihat ceria ketika berbicara.


"Kamu kenal dimana dengan wanita ini," bisik Ronal kepada Alex dan Alex hanya tersenyum. Dalam diri Alex berpikir dia sekarang ada yang menemani jika pergi dan pulang kerja yaitu sosok Diana.


Alex merasa dia sekarang pemenangnya di depan Ronal dengan membawa wanita cantik, muda dan juga seksi.


"Aku tidak akan memberitahu kamu kalau aku kenal dimana dengan wanita ini,' ejek Alex seakan ingin membuat penasaran temannya tersebut.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam dan suara bunyi pesan pun terdengar dari ponselnya milik Diana. Nampak terlihat sang Ibu menanyakan keberadaan Diana sedang dimana karena hari pertama kerja sudah malam sang anak belum pulang, dan hal ini membuat sang Ibu dihinggapi rasa khawatir.


"Mas, Ibuku kirim pesan katanya kenapa belum pulang, padahal sudah malam," ucap Diana secara perlahan kepada Alex.


Alex pun melihat arloji yang menempel di tangan kanannya, nampak Alex tersipu malu karena dia tidak menyadari jika waktu seakan begitu cepat berlalu. Akhirnya Alex berpamitan kepada Ronal.


"Entah mengapa aku bahagia ketika berjalan dengan Diana," gumam hati Alex. Entah mengapa hari ini hatinya terasa berbunga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2