Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 49 Bapaknya Diana Kecewa


__ADS_3

Sang Bapak menatap curiga kepada sang anak. Hari ini tanggal merah jadi sang anak libur kerja. Tapi tidak dengan Diana sepertinya dia mau pergi dengan memakai pakaian rapi dan wangi semerbak parfum yang wanginya sangat menggoda indera penciuman. Sang Bapak mengernyitkan dahi karena Alex pun sedang memanaskan mobil di garasi setelah tadi sang Bapak melihatnya tatkala duduk di teras rumah.


Pikiran sang Bapak pun berselancar jauh dan dalam hati dia, timbul rasa curiga bahwa sang anak akan pergi bersama Alex. Terlihat riang sang anak dengan menyanyikan sebuah lagu seperti orang yang tengah jatuh cinta.


_______


"Na, bukannya hari ini kamu libur kerja?" tanya sang Bapak menatap lekat ke arah sang anak yang sedang berdandan di depan cermin.


"Emang libur kerja Pak! Cuma hari ini aku mau menemani Mas Alex pergi keluar kota." ucap Diana tersenyum lebar sambil membenahi pakaiannya.


DEGH .


Sontak sang Bapak dihinggapi rasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang anak bahwa dia akan pergi bersama Alex. Sementara Diana mungkin dia tidak sadar dengan apa yang di ucapkan barusan.


"Apa! Bapak dengar barusan kamu mau pergi bersama Alex, mau kemana?" tanya sang Bapak dengan debaran jantung yang kian tidak terkontrol.


"Keluar kota Pak!" jawabnya.


"Tidak! Kamu jangan pergi bersama Alex, batalkan!" pinta sang Bapak dengan menahan rasa sesak dalam dada karena dia tidak mau sang anak mengganggu rumah tangga orang. Apalagi Alex tetangganya sendiri dan kedekatan dengan keluarganya begitu dekat layaknya seperti saudara sendiri.


"Maksud Bapak apa sih," Diana mencoba mengatur nafasnya. Dia pun seperti dihinggapi salah karena barusan dia telah berucap jujur kepada sang Bapak dengan bicara, akan pergi bersama Alex yang notabene adalah suami Alya. Tetangganya itu yang sudah dia anggap sebagai Kakaknya sendiri.


"Alex itu sudah punya istri dan kamu tidak pantas pergi dengannya!" tegas sang Bapak.


______


Diana pun hanya terdiam dengan apa yang di ucapakan oleh sang Bapak.


"Kamu jangan macam-macam ya, jangan mengganggu rumah tangga orang lain. Bapak tidak mengajarkan kamu untuk menjadi orang licik dengan mengambil hak orang lain," ucap kembali sang Bapak.


Sang Bapak pun berbicara kepada anak perempuannya itu. Bahwa Alex sudah di anggap sebagai saudara dan anak-anak Alya sudah di anggap seperti cucunya oleh sang Bapak. Jadi Diana jangan bermain api dengan Alex tetangganya itu.

__ADS_1


Diana nampak menghela nafas panjang. Dia mencoba menenangkan hati sang Bapak dan dia pun tidak mau jika sang Bapak tersulut emosinya.


"Pak, Diana hanya menemani Mas Alex keluar kota hanya urusan kerja saja. Tapi jika Bapak melarangnya tidak apa-apa kok, Diana tidak jadi pergi dengan Alex. Diana mau lembur saja kerja lumayan sehari dikasih 200 ribu dan nanti uangnya buat beli makanan sepulang nanti dari kantor," ucapnya memberi alasan.


Sang Bapak terlihat lega dengan apa yang di ucapakan oleh sang anak. Dan muka sang Bapak nampak sekarang tidak kesal lagi tapi tersenyum tipis.


_________


TING ..


{"Na, ini Mas, sudah nunggu di cafe dekat kantor kamu,"} pesan muncul dari Alex membuat Diana terlihat terburu-buru.


Diana pun nampak pamit kepada sang Bapak untuk pergi kerja lembur. Padahal sebenarnya dia nekad mau menemani Alex pergi keluar kota dan sepeda motornya mau dia simpan di cafe tersebut karena pulangnya sore.


"Bos sudah manggil Pak, dan Diana mau ijin pergi dulu," ucap Diana mencium punggung tangan sang Bapak dan berlalu dari hadapannya.


_____


Nampak ada rasa kecewa yang terlihat dari raut muka sang Ibu. Tatkala mendengar sang anak berkata tidak jadi pergi dengan Alex karena yang di harapkan oleh Ibu adalah sang anak pergi bersama Alex.


Ternyata sang Bapak mendengar percakapan sang anak dengan istrinya lewat jendela. Sang Bapak pun nampak menghampiri sang Ibu yang sedang menatap kepergian Diana dengan memakai sepeda motornya.


Sang Ibu terlihat duduk di depan teras dan pandangannya mengarah lakat ke arah sang anak, sampai kepergian sang anak menghilang jauh dari pandangannya.


_______


"Jadi kamu sudah mengetahui bahwa Diana akan pergi bersama Alex keluar kota!?" tanya sang suami terlihat kecewa.


"Ngomong apa sih Pak! Diana tidak jadi pergi bersama Alex keluar kotanya," jawab sang istri dengan pandangan mendelik dan dihinggapi rasa terkejut karena dia tidak menyangka bahwa sang suami ternyata tahu bahwa Diana akan pergi keluar kota bersama Alex.


"Maksud aku berarti kamu tahu kalau anak kita akan pergi bersama Alex. Kenapa kamu tidak melarangnya Bu!" bentak sang suami terlihat kesal dan menahan emosi.

__ADS_1


Terlihat sang istri menyembunyikan rasa gundahnya karena melihat sang suami sedang marah kepadanya. Dia mencoba mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan.


______


"Pak, Alex cuma mau di temani pergi saja oleh Diana. Mungkin biar tidak ngantuk di perjalanan lagian sebentar saja. Katanya mau kasih dokumen saja dan setelah itu pulang," bela sang Ibu mencoba tenang. Padahal dalam hatinya dihinggapi rasa gundah karena takut sang suami memuncak emosinya.


"Pokoknya apapun alasannya aku tidak mau dengar lagi bahwa anak kita ada hubungan spesial dengan Alex. Kamu tidak menjaga perasaan Alya kalau begitu Bu, jika membiarkan anakmu pergi dengan Alex," jawab sang Bapak seakan memojokkan sang istri untuk tidak bersifat licik.


Bu Wina pun seakan terpojok dengan keadaan seperti itu. Sang suami seakan kecewa terhadap dirinya. Bu Wina hanya diam seribu bahasa, keadaan pun seketika hening.


______


Beberapa menit kemudian.


"Bu, ini dari Mama!" ucap Arya anak dari Alya yang tiba-tiba datang kerumah Bu Wina dengan membawa bolu kukus yang masih panas.


Sontak Bu Wina dan sang suami mencoba tersenyum kehadapan Arya, walau hati mereka sedang dalam keadaan kesal karena terjadinya perselisihan.


Suami dari Bu Wina menatap lekat ke arah sang anak. Dia terlihat iba melihat sang anak karena Diana telah mengusik ketentraman dari keluarga kecil anak tersebut.


"Terima kasih ya, Mamanya lagi apa? Kenapa Amira enggak dibawa kesini," tanya Bapaknya Diana tersenyum renyah kepada Arya.


Arya membalas senyuman dari Bapaknya Diana. Wajah Arya yang mirip dengan Alya membuat hati Bapaknya Diana semakin iba melihatnya.


"Alya orang baik jangan sampai anakku Diana mengkhianati Alya," gumam hati sang Bapak sambil mengusap rambut Arya.


Kemudian anak tersebut duduk di pangkuan Bapaknya Diana. Kedekatan mereka


layaknya seperti seorang Kakek dan Cucu. Nampak sang istri hanya bisa menghela nafas secara perlahan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2