Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab 20 Ocehan Sang Mertua.


__ADS_3

Nampak Alya terlihat sibuk pagi itu, dia subuh sudah ke pasar dengan menggendong sang anak Amira karena kalau ada sang Ibu mertua, dia wajib masak menyediakan makanan sang Ibu mertua suka. Amira nampak rewel pagi itu tidak seperti biasanya. Mungkin karena sang Ibu pun rewel jadi sang anak ikut rewel. Alya seakan gundah gulana hatinya entah mengapa jika ada sosok sang Ibu mertua yang selalu ngatur dan menyindir gerak-gerik dia apapun salah di mata sang mertua.


"Kamu tadi ke pasar gak memoles wajahmu, pakai lipstick padahal sedikit saja jangan polos gitu kelihatan pucat. Nanti kan pasti orang berpikir. Suaminya gak becus merawat istrinya," sindir sang Ibu mertua tatkala Alya baru saja pulang dari pasar dengan peluh bercucuran.


Padahal dia masih capek sepulang dari pasar dengan berjalan kaki, menggendong sang anak, juga bawa belanjaan. Alya nampak hanya diam seakan malas untuk melawan omongan sang Ibu mertua. Baginya sudah cukup ucapan pedas mertua tersebut, kalau di lawan tidak ada artinya karena akhirnya dia yang kalah dan Ibu mertua tidak mau kalah.


"Ada apa ini Bu?" tanya Alex yang tiba-tiba datang menghampiri karena suara ocehan sang Ibu cukup nyaring terdengar ke dalam kamar.


"Istrimu ke pasar polos gitu gak pake polesan make-up sedikitpun terlihat seperti orang sakit," sindir sang Ibu.


_____


Nampak Alex hanya menghela napas panjang, dia pun di posisi serba salah. Jika dia membela sang Ibu, pasti s Alya akan tersinggung, begitupun sebaliknya jika Alex membela sang istri pasti sang Ibu akan tersinggung. Sepertinya Alex sangat memaklumi hal ini jika sang Ibu ngomel masalah make-up dari dulu. Dan entah mengapa Alya semenjak sang suami menyakitinya seakan enggan untuk dandan entah itu sengaja atau tidak.


"Aku tadi buru-buru Mas, jadi tidak sempat pake polesan lipstick sedikitpun," ucapnya dengan berlalu ke dalam dapur.


Alya terlihat di dalam dapur matanya berkaca-kaca dia berpikir dalam hatinya. Mengapa sang Ibu mertua selalu saja menyindir penampilannya, padahal jika sang wanita memakai polesan make-up akan mengundang para lelaki untuk memandanginya sedangkan dia sudah mempunyai suami, mungkin yang ada di benak Alya begitu.


______


Dahulu ketika semuanya belum terjadi perselisihan Alex belum mengenal wanita lain atau berselingkuh nampak Alya selalu memakai make-up dan ternyata ketika jalan bareng bersama sang suami ada lelaki yang meliriknya dan Alex terlihat cemburu dan dia menyarankan agar sang sang istri jangan pakai make-up, jadi menurut Alya serba salah.


"Hidup dihinggapi rasa serba salah itu tidak nyaman," ucap Alya sambil memotong-motong sayuran yang akan dia masak.


Terdengar Amira menangis dan Alya pun sempat meliriknya ke dalam rumah karena ketika tadi sepulang dari pasar sang suami langsung menggendong Amira dari pelukan sang istri ketika sang istri di ceramahin oleh sang Ibu.


"Alya, ini anakmu urus dulu di gendong sama Ibu juga dia gak mau," teriak sang Ibu mertua.

__ADS_1


"Bu Retno selalu teriak-teriak kalau manggil padahal bisa pelan juga," gerutu Alya kepada Ibu mertuanya yang bernama Retno.


_____


Alya nampak menggendong sang anak sambil memberikan susu botol dan nampak sang suami bersiap untuk pergi kantor. Sementara Alya terus mengusap-usap pucuk kepala sang anak dan meniupnya, pikir dia agar sang anak cepat tidur dan tidak rewel. Setelah sang anak diam tidak menangis lagi kemudian Alya mencoba mendudukkan anaknya di dalam box, tapi entah mengapa sang anak tidak mau seakan ingin di gendong terus oleh sang Mama.


•••


Beberapa menit kemudian sang suami keluar dari dalam kamar dan terlihat sudah siap untuk pergi ke kantor dan nampak sang Ibu dihinggapi rasa khawatir karena sang anak belum sarapan.


"Nak, kamu belum sarapan loh, entar masuk angin," ucap sang Ibu terlihat dihinggapi rasa khawatir yang sangat dalam, ketika melihat Alex mau pergi kerja sedangkan perutnya belum di isi sarapan apapun.


"Enggak apa-apa Bu, nanti saja di kantor," jawabnya dengan berlalu keluar rumah.


"Seharusnya siapkan dulu sarapan buat suami. Dasar lelet!" gerutu sang Ibu mertua dengan pandangan mendelik ke arah Alya. Dan nampak dia mengekor di belakang sang anak.


•••


Setelah itu ketika di pasar Alya memilih sayuran dan lauknya mungkin agak sedikit lama. Kebetulan ketika beli lauk antri. Jadi kedatangan Alya ke rumah dari pasar sudah agak kesiangan, dan waktunya sang suami pergi kantor.


Datang ke rumah di ceramahin sang Ibu mertua dan itu memakan waktu juga. Alhasil Alya tidak sempat memasak sarapan untuk sang suami.


______


"Mas Alex,,," ucap Diana seperti biasa memanggil Alex dihalaman rumah.


Tatapan Bu Retno sangat tajam tatkala melihat sosok Diana yang terlihat cantik dengan polesan make-up yang terlihat rapi dan anggun. Bu Retno nampak tersenyum ketika melihat sosok Diana, dan Diana pun membalas senyuman dari Bu Retno.

__ADS_1


"Nak, itu siapa?" tanya Bu Retno lekat ke kuping sang anak.


"Itu Diana, anaknya Bu Wina, tetangga sebelah kita," jawab Alex dengan pandanga tersenyum kearah Diana yang nampak sedang berjalan ke arahnya.


"Wah, sudah gede ya, cantik lagi," ucap Bu Retno seakan terpesona dengan sosok Diana anak dari tetangganya tersebut.


_____


"Pagi Bu, gimana kabarnya sehat," ucap Diana dengan mencium punggung tangan Ibunya Alex.


"Kamu sudah besar Na," sang Ibu menatap lekat ke arah Diana yang terlihat manis dan terlihat segar.


"Iya Bu, hehe,,," Diana tertawa terkekeh.


"Kamu satu kantor dengan Alex?" tanya sang Ibu seakan dihinggapi rasa penasaran.


Alex pun menjelaskan kepada sang Ibu agar sang Ibu tidak salah paham dan curiga bahwa Diana sebenarnya kerja di kantor milik temannya, dan kebetulan kantor milik temannya itu berada dekat dengan kantornya. Alex pun berdalih dari pada Diana memakai kendaraan umum harus keluar ongkos lagi kan sayang, lebih baik uangnya untuk kebutuhan lain. Alex pun berpikir pasti sang Ibu tahu dengan kondisi keadaan keluarga Diana kurang berada yang notabene sang Bapak hanya butuh pabrik yang gajinya pas-pasan.


_____


"Ouh, iya, bagus kalau begitu. Uangnya di tabung buat nikah, hehehe,," goda Bu Retno dengan mengelus pipi Diana yang terlihat mulus putih dan bersih.


"Belum ada calon!" Diana tertawa lebar.


"Masa cantik gini belum ada calon," ucap kembali Bu Retno dengan tertawa terbahak.


Diana pun da Alex berlalu pamit kepada sang Ibu dengan tertawa lebar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2