
Tiba di kampung halaman.
Tepat pukul sembilan malam, Alya pun bersama anak-anaknya tiba di kampung halamannya. Terlihat Alya menghela nafas panjang saat tiba di halaman rumah kedua orang tuanya itu dan nampak lampu rumah di dalam ruangan masih nyala. Alya berpikir berarti penghuni rumah masih belum tidur disana.
Arya sang anak berlari kecil tatkala tiba di rumah tersebut. Mukanya terlihat tersenyum sumringah. Mungkin dia berasa mimpi tatkala tiba di halaman karena baru saja dia bangun dari tidur di dalam mobil.
TOK...
TOK...
"Nenek!" teriak Arya sambil mengetuk-ngetuk pintu dengan penuh semangat.
______
Nampak yang sedang berada di dalam rumah saling bertatapan yaitu sang Nenek dan Kakeknya Arya atau kedua orang tua dari Alya.
"Seperti suara cucu kita, Arya!" ucap sang Nenek tersenyum lebar dengan pandangan matanya mengarah ke arah pintu.
Sang Kakek nampak menganggukkan kepalanya. Pertanda dia pun menyadari hal tersebut bahwa yang memanggil itu adalah suara dari sang cucu.
Dengan cepat sang Kakek pun menyeret langkah kakinya ke arah depan pintu, untuk membuka pintu tersebut.
______
CEKLEK..
Setelah pintu terbuka lebar nampak sosok sang cucu sedang berdiri tegak di depan pintu dan tersenyum renyah ke arah sang Kakek.
"Arya,,!" ucap sang Kakek.
Sang Kakek terlihat dihinggapi rasa kaget dan gugup tatkala melihat cucunya datang malam-malam.
Kemudian sang kakek pandangan matanya beralih ke arah sang cucu satunya lagi yaitu Amira yang tengah di gendong oleh Alya. Terlihat Amira melebarkan tangannya pertanda ingin di gendong oleh sang kakek.
Sang kakek pun dengan cepat meraih tangan sang cucu lalu menggendongnya dan pandangan matanya melirik ke arah Alya. Terlihat Alya mencium punggung sang Bapak, begitupun Arya melakukan hal yang sama
_____
Nampak terlihat begitu sang Bapak seperti dihinggapi rasa khawatir tatkala melihat Alya. Matanya begitu sembab seperti sudah menangis dan mukanya nampak terlihat penuh rasa sedih.
__ADS_1
Mata sang Bapak pun kemudian mengarah ke garasi rumah dan disana tidak nampak mobil sang menantu atau Alex. Sang Bapak berpikir mungkin kedatangan sang anak dan kedua cucunya tidak bersama Alex.
"Pasti Alya sedang ada masalah dengan suaminya," gumam hati sang Bapak dengan menghela nafas secara perlahan.
"Ayo, ayo, masuk," ucap sang Bapak dengan senyuman merekah penuh kasih dan sayang.
_______
"Wah, cucuku datang. Kenapa tidak ngabarin dulu kalau mau kesini," ucap sang Nenek menatap kedua cucunya tersebut dan melirik ke arah sang anak Alya yang terlihat tidak bersemangat.
Alya kemudian mencium punggung sang Ibu dan memeluknya erat kemudian dia menghempaskan tubuhnya dengan kasar dan menghela nafas panjang.
Sang Ibu seakan tahu dengan kondisi sang anak saat ini. Pasti Alya kabur dari rumah. Kedua orang tuanya Alya seakan memahami keadaan. Mereka tidak mau dulu bertanya masalah Alya yang sesungguhnya seperti apa bersama suaminya itu karena takut menganggu pikirannya.
______
"Al, mau mandi pakai air hangat atau mau makan dulu," ucap sang Ibu.
"Nanti saja Bu, Alya sedang malas mandi dan makan. Mau langsung tidur saja," ucapnya sambil memijit keningnya.
"Ya, lebih baik kalau cape istirahat dulu rebahan biar anakmu main dulu disini," ucap sang Bapak.
Alya pun berlalu kedalam kamar miliknya yang dulu selalu di isi olehnya. Tapi semenjak dia nikah kini kamarnya kosong, namun selalu di rawat oleh Ibunya dan terlihat selalu bersih.
_____
"Kenapa enggak sama Papa datang kesini," bisik sang Nenek kepada Arya.
"Papanya kerja, belum pulang dan pintu rumah tadi enggak di kunci," ucap sang cucu.
"Tapi Papa tahu Arya mau kesini?" tanya kembali sang Nenek seakan dihinggapi rasa penasaran.
Arya menggelengkan kepalanya kemudian Arya pun berbisik kepada sang Nenek, kalau sang Ibu tadi menyuruhnya cepat untuk segera pergi dari dalam rumah karena takut ketauan Papa, kalau pergi ke rumah Nenek. Dan Arya pun bercerita dia datang kesini tidak ganti baju hanya di pakaikan jaket saja.
Kedua orang tuanya Alya pun saling bertatapan. Mereka dalam hatinya berpikir kalau Alya saat ini sedang bertengkar dengan suaminya.
"Ya, sudah kamu cuci muka dulu lalu ganti baju. Ayo! Nenek antar kamu," ajak sang Nenek dengan membawa sang cucu kedalam kamar mandi. Sementara Amira di gendong oleh sang Kakek.
______
__ADS_1
Arya dan Amira sudah selesai di berikan makan oleh sang Nenek dan nampak mereka masih melepas rindu kepada sang nenek dan Kakeknya itu.
"Anak kita pasti sedang berantem hebat dengan Alex," ucap sang suami lekat ke kuping sang istri.
Sementara Ibu dari Alya hanya menghela nafas panjang dan melirik ke arah pintu kamar Alya. Sang Ibu seakan bingung harus berkata apa dan dalam benaknya berpikir pasti masalahnya perselingkuhan lagi. Tapi sang Ibu terlihat segera menepis semuanya agar prasangka dia salah. Sang Ibu tidak mau jika sang anak terus-menerus terluka dengan cara suaminya melakukan perselingkuhan.
______
TING.
Tiba-tiba pesan masuk dari ponselnya Alya yang berada di atas meja dan sepertinya Alya lupa membawa ponsel tersebut ke dalam kamar. Setelah tadi turun dari dalam mobil travel, Alya terlihat mengaktifkan ponselnya tanpa melihat pesan masuk dari siapa.
Sang Ibu matanya lekat ke atas meja dan menatap ke arah ponsel Alya, seakan ingin memastikan yang memberi pesan itu siapa. Dan kembali panggilan masuk muncul terlihat nama Alex tertulis di layar ponselnya itu.
{"Kamu dimana Al, jangan buat aku khawatir,"} bunyi pesan tersebut akhirnya terbaca oleh sang Bapak dan sang Bapak terlihat hanya mengelus dadanya.
_______
Beberapa menit kemudian.
DREETT....
DREETT...
Telpon pun berbunyi beberapa kali dan sang Ibu menatap sang suami, seakan mengisyaratkan bahwa telepon tersebut angkat saja untuk memberikan kabar kepada Alex, bahwa Alya tengah berada di rumah kedua orang tuanya.
Akhirnya Bapak dari Alya pun mengangkat sambungan telepon tersebut dan nampak sebelum mengangkat telepon, terlihat sang Bapak membuang nafas secara kasar.
_____
{"Assalamu'alaikum, Nak Alex! Ini dengan Bapak dan Alya bersama anak-anak sudah berada disini dengan selamat. Istrimu sedang tidur dan anak-anak sedang nonton televisi,"} ucap sang Bapak di sambungan teleponnya terdengar serius dari nada bicaranya seakan merasakan kekesalan yang di rasakan oleh sang anak.
{"Wa'alaikum salam Pak, maaf mengganggu. Alhamdulillah kalau Alya dan anak-anak ada disana,"} jawabnya gugup seperti dihinggapi rasa bersalah.
Alex pun terdengar memohon kepada sang Bapak mertua ingin berbicara dengan Arya, sang anak. Bapak Alya pun memberikan ponsel tersebut kepada Arya dan nampak sang anak terlihat sedang berbicara dengan sang Papa dengan senyum merekah.
•••
{"Papanya kenapa lama pulangnya, jadi Arya tinggalin pergi, sama Mama ke rumah Nenek dan Kakek,"} jawab anak polos tersebut di sambungan teleponnya.
__ADS_1
Mungkin Alex barusan tengah bertanya kepada sang anak, mengapa pergi tidak bilang atau pamit kepada dirinya.
Bersambung...