Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 74 Alya Bercerita Kepada Rani


__ADS_3

"Pulang kamu!" bentak sang Bapak kepada anaknya Diana.


Sontak Bu Wina seakan tidak terima jika sang anak diperlakukan kasar oleh sang suami. Bu Wina pun pandangan matanya mendelik ke arah Alya. Dia seakan menyalahkan Alya bahwa di balik terjadinya tamparan yang dilakukan oleh sang suami, semua gara-gara Alya yang membuat masalah.


"Alya, kamu jangan buat gara-gara ya! Enak saja kamu menuduh anak saya menggoda suami kamu," nampak Bu Wina melotot matanya ke arah Alya.


Sontak semua orang yang tengah berada disana terkejut dengan sikap Bu Wina. Apalagi Alya dan Alex karena baru melihat Bu Wina marah dan pandangan matanya menyorot tajam.


"Bu! Kamu kenapa jadi nyalahin Alya, Ayo! Kita pulang," ajak sang suami sambil menarik lengan sang istri.


_____


Sepertinya Bu Wina tidak mau di ajak pulang oleh suaminya. Dia ingin menumpahkan rasa kesalnya terhadap Alya. Bu Wina kemudian mengambil piring yang berisi pisang goreng kemudian pisang piring tersebut di dekatkan lekat ke wajah Alya.


"Nih, anakku cuma kasih pisang goreng sama suami kamu. Jadi kamu jangan takut jika suami kamu di ambil oleh anakku!" bentak Bu Wina terlihat dihinggapi rasa emosi yang begitu dalam terhadap tetangganya itu.


"Maafkan istriku Bu," ucap Alex secara perlahan. Dia pun takut kalau Bu Wina tersulut emosi kepada sang istri.


Spontan Alya pun melirik ke arah sang suami dan nampak dia kecewa karena sang suami terlihat membela Bu Wina bukan membela dirinya. Dalam diri Alya dihinggapi rasa kesal yang memuncak dan bibirnya mengerucut.


Alex pun seakan tahu isi hati dari sang istri. Dia sedang marah terhadapnya karena tatapan sang istri tidak ramah dan cemberut. Alex menggenggam erat jemari Alya dan mengelusnya. Seakan ingin bicara Alya harus bisa menahan emosinya sedikit saja.


______


Alya terlihat menghempaskan tangan suami dan dengan cepat dia masuk ke dalam rumah. Melihat Alya yang sedang dihinggapi rasa marah. Pak Hasan terlihat khawatir karena dia peduli dengan Alya yang sedang hamil muda. Pak Hasan nampak melotot ke arah sang anak dan sang istrinya, sambil menarik pergelangan tangan mereka dan menyeret mereka keluar dari arah teras rumah Alex.


"Kalian bikin malu saja!" bentak Pak Hasan meringis kesal.


Pak Hasan pun menyeret tangan sang istri dan anaknya menuju rumahnya dengan memohon maaf kepada Alex. Sementara Alex terlihat mengkhawatirkan keadaan istrinya yang tengah marah terhadapnya. Baru saja Alex akan melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Tiba-tiba Alya nampak keluar dari dalam rumah. Nampaknya Alya ketinggalan membawa susu botol Amira anaknya, Dan sekarang mungkin sang anak di titipkan kepada Rani teman sekolah Arya.


______

__ADS_1


"Mah, tunggu kamu jangan marah. Barusan salah paham, aku sedikitpun tidak membela Bu Wina dan berniat mengabaikan kamu. Tapi aku hanya meredam keadaan," ucap Alex mencoba menenangkan istrinya.


Alya nampak menghela nafas panjang. Dia pun berpikir dalam hatinya kalau dia terus menerus tinggal di rumah ini, Diana bersama Bu Wina akan terus menerus mengganggunya dan rumah tangganya pasti akan hancur.


"Apakah kita sanggup menunggu waktu 2 bulan untuk tetap tinggal disini. Sementara tetangga kita terus menerus mengganggu rumah tangga kita," ucap Alya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia berpikir sangat takut dengan sikap Diana yang makin lama makin berani kepada suaminya. Beda ketika dulu dia sangat hormat seperti sosok adiknya.


"Sabar Mah," ucap Alex sambil memeluk erat sang istri dan mengecup keningnya. Alex pun menawarkan untuk mengantarkan Alya kembali ke sekolah Arya sang anak, walau jaraknya dekat dari rumah. Tapi Alya menolaknya dengan berdalih semua sudah baik-baik saja dan lebih baik sang suami segera bersiap untuk pergi kerja. Alya pun pamit kembali pergi untuk ke sekolah sang anak dengan mengelus dadanya yang tadi terasa sesak.


_______


Tiba di sekolah.


Alya langsung bercerita semua masalahnya kepada Rani yang baru saja tengah terjadi. Nampak Rani terlihat dihinggapi rasa kesal kepada Diana ketika mendengar cerita dari sahabatnya Alya.


"Aku harus bertemu dengan Bu Wina dan Diana. Aku akan bicara kepada mereka. Kamu tahu suaminya Bu Wina, nanti sore dia kerja jam berapa?" tanya Rani kepada Alya.


Rani yang akan memarahi Diana dan Bu Wina mungkin tidak bebas jika ada Pak Hasan. Jadi Rani menanyakan jadwal kerja dari Pak Hasan nanti sore jam berapa.


____


"Sudah kamu jangan sedih lagi. Tunggu nanti aku yang melabrak tetangga kamu itu," bela sang sahabat dan mencoba menenangkan hati Alya.


Terlihat Alya hanya diam dan dia pun nampak berpikir. Apakah nanti jika Rani datang menemui Bu Wina dan Diana apakah semua akan baik-baik saja atau malah akan tambah runyam semua masalahnya.


"Tapi aku khawatir. Masalahnya akan tambah runyam," jawab Alya menghela nafas secara perlahan.


"Katanya kamu sakit hati, ya sudah kalau kamu sakit hati biar ku balaskan semuanya." ucap Rani menatap lekat ke arah sahabatnya tersebut. Alya pun nampak terdiam tidak banyak kata.


_____


Sengaja Alya sepulang sekolah dia tidak langsung pulang ke rumahnya. Tapi diam di rumah Rani karena pikirannya sedang kacau. Dan nanti sore Rani rencana akan mengantar Alya pulang, sekalian dia mau mendatangi rumah Bu Wina untuk memberikan sebuah pelajaran karena Bu Wina dan Diana selama ini telah membuat hati sahabatnya tidak karuan.

__ADS_1


TING...


Tiba-tiba bunyi pesan masuk ke ponsel milik Alya dan terlihat sang suami memberikan sebuah pesan. Nanti sepulang kerja Alya mau dibelikan apa karena jika dia sedang hamil selalu banyak maunya.


{"Nitip mangga muda saja Pah, mulut mual terus dan ingin muntah."} balas pesan Alya.


{"Oke,"} balas pesan sang suami.


______


Sore pun tiba.


Nampak Rani sudah bersiap untuk pergi ke rumah Alya. Terlihat dari raut mukanya Rani sudah menyimpan rasa marah karena sebentar lagi dia mau bertemu dengan Bu Wina dan Diana.


"Ayo Al, aku sudah tidak sabar untuk memarahi tetangga kamu itu," ucap Rani.


Alya dan Rani pun kemudian mereka pulang menuju rumah Alya. Setelah tiba di rumah Alya nampak Rani langsung menyeret langkah kakinya ke arah rumah Bu Wina.


Terlihat Alya menahan Rani untuk bersabar dulu jangan mendatangi rumahnya Bu Wina. Tapi terlihat Rani sudah tidak sabar ingin berbicara serius dengan tetangga Alya tersebut.


_____


TOK.


TOK


TOK


Rani mengetuk pintu Bu Wina beberapa kali, tapi terlihat tidak ada yang membukanya di dalam sana dan Rani seperti sudah tidak sabar untuk segera pintunya di buka dari dalam rumah.


Rani pun nampak duduk di kursi teras Bu Wina dengan matanya berselancar mengelilingi halaman rumah Bu Wina.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2