
"Apa benar kamu tidak berbohong Mas!?" tanya Alya dengan sorot mata tajam menatap sang suami karena begitu jelas tadi dia dengar bahwa Bu Wina berucap mengenai masalah utang yang dia pinjam kepada suaminya.
"Kamu kok tiba-tiba enggak percaya begitu sama Papa kenapa sih, Mah. Kata siapa Bu Wina di pinjamkan uang sama Papa!?" tanya Alex dengan rasa hari berdebar.
"Tadi aku dengar sendiri, kalau aku enggak apa-apa kamu meminjamkan uang kepada Bu Wina karena Bu Wina sudah kita anggap seperti saudara bahkan Ibu. Tapi yang aku inginkan kamu berkata jujur kalau mau meminjamkan uang kepada Bu Wina," ucap Alya memberikan penjelasan.
Alex menghela napas panjang dia pun seakan ingin menjelaskan semuanya tapi menurut dia itu tidak penting. Entah apa yang kini tengah ada di pikiran Alex saat itu, mau membantu Bu Wina padahal dia sendiri belum memberikan uang bulanan kepada sang istri.
______
Karena tidak mau masalah berkepanjangan akhirnya Alex keluar dari dalam kamar, kemudian dia pun nampak duduk di atas kursi sofa. Dia pun seakan mengingat kembali apa yang tadi di ucapkan oleh Bu Wina bahwa sang anak, Diana ingin cepat bekerja agar bisa membantu kebutuhan dirinya.
Kemudian Alex merogoh ponselnya yang berada di dalam saku baju, lalu dia mencoba mengirimkan sebuah pesan kepada temannya mengenai pekerjaan yang temannya berikan ketika waktu itu kepada Diana. Dan ternyata Dewi Fortuna tengah menghinggapi diri Diana, ternyata Diana besok sudah mulai bisa bekerja di tempat kantornya teman Alex, dan Alex pun tidak mau berlama-lama untuk mengabarkan kabar ini yang menurutnya nanti akan sangat buat bahagia Diana dan sang Ibu.
_____
{"Na, besok kamu sudah mulai kerja dan besok kamu bareng saja sama Mas, pergi ke kantornya karena jarak antara kantor mas dan kamu dekat,"} tulis pesan Alex kepada Diana.
Ternyata tidak butuh waktu lama untuk menunggu pesan balasan dari Diana karena nampak Diana aplikasi WhatsApp nya terlihat sedang online
{"Alhamdulillah Mas, akhirnya Diana keterima kerja di perusahaan temannya Mas Alex. Diana sangat senang sekali,"} balas tulis pesan Diana kepada Alex.
__ADS_1
Diana bekerja sebagai staf di kantor temannya Alex yang bergerak di bidang properti dan sang teman memberikan gaji pertama yang cukup lumayan, sebesar 5 juta perbulan untuk Diana. Bagi Diana gaji 5 juta perbulan cukuplah besar.
____
Sementara disana ketika mendapatkan kabar tersebut bahwa dia diterima kerja di perusahaan milik temannya Alex dengan cepat Diana memberikan kabar gembira itu kepada sang Ibu yang sedang duduk ngobrol bersama sang suami di ruang keluarga.
"Bu, Pak, aku keterima kerja di perusahaannya Mas Alex, barusan Mas Alex memberikan kabar dan besok sudah langsung masuk kerja. Aku senang sekali," ucapnya terlihat nampak dari raut wajahnya sangat bahagia sekali.
•••
Sontak sang Ibu dan Bapaknya Diana tersenyum lebar tatkala mendengar kabar tersebut karena sang Ibu tengah membahas soal utang yang dia pinjam kepada Alex, dan Bu Wina berpikir entah darimana jalannya agar bisa membayar utang tersebut karena gaji dari sang suami cukup pas-pasan hanya cukup untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
______
"Bapak sangat senang sekali Nak, bersyukur sekali akhirnya kamu mendapatkan kerja dan semoga kedepannya kamu betah dan kerasan kerja disana," ucap sang Bapak memberikan semangat kepada sang anak.
Sang Bapak kemudian mengeluarkan dompet yang berada disaku celananya, kemudian dia mengambil beberapa lembar uang berwarna merah di dalam dompet tersebut lalu memberikannya kepada sang anak. Sontak sang anak dihinggapi rasa terkejut dengan uang yang diberikan oleh sang Bapak. Dia berpikir uang tersebut untuk apa sang Bapak memberikannya.
"Pak, ini uang untuk apa?" tanya Diana
Sang anak seakan tidak mau menerima uang tersebut karena dia tahu uang sang Bapak tidak banyak dan uang yang diberikan kepadanya itu adalah uang simpanan sang Bapak dari uang hasil kerja lemburnya.
__ADS_1
Diana tahu uang tersebut akan sang Bapak gunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk ongkos dan pegangannya, selama sang Bapak mendapatkan gaji bulanan kedepannya. Namun sang Bapak bersikukuh menyerahkan uang tersebut kepada sang anak dengan alasan untuk bekal pegangan selama sang anak kerja. Diana pun akhirnya mengambil uang tersebut karena sang Bapak nampak memaksa agar mengambilnya.
______
"Besok kamu pergi sendiri Na, atau di antar Bapak? Tapi kayaknya Bapak tidak bisa antar kamu karena nanti malam Bapak kerja malam baru pulang pukul 7 pagi dan setelah itu Bapak mau ada perlu sama teman karena tidak enak kalau di batalkan," ucap sang Bapak.
Pak Hasan pergi ke pabrik tempat kerjanya dengan menggunakan sepeda motor dan dia berniat untuk mengantar sang anak di hari pertama kerja. Namun Pak Hasan teringat dengan janjinya bersama teman yang tidak mungkin dia batalkan karena sudah berjanji sebelumnya. Pak Hasan berniat akan buka usaha kecil-kecilan dengan menjual baju yang dia ambil dari temannya karena temannya mempunyai konveksi dan Pak Hasan tidak perlu mengeluarkan modal dia cukup mengambilnya dan menjualnya saja, nanti keuntungan akan diberikan oleh temannya itu.
Pak Hasan nampak tersenyum kemudian dia menggoda sang anak bahwa sang teman yang mempunyai konveksi tersebut, dia punya anak seorang lelaki dan dia belum menikah. Pak Hasan pun seakan ingin menjodohkan sang anak dengan anaknya teman tersebut.
______
"Na, anaknya Pak Abdul yang bernama Fahmi dia belum menikah dan kemarin Pak Abdul bercerita sama Bapak, ingin segera melihat sang anak menikah karena usia Fahmi sudah tidak muda lagi sekitar 35 tahun dan dia cukup mapan sama kayak Bapaknya buka konveksi baju. Bagaimana kalau kamu akan Bapak kenalkan dengan Fahmi," ucap sang Bapak tersenyum lebar.
Sontak Bu Wina dan Diana saling bertatapan dengan apa yang di ucapkan oleh sang Bapak karena secara tiba-tiba sang Bapak membahas laki-laki dan biasanya sang Bapak cuek seakan tidak peduli dengan pasangan yang sedang dekat dengan Diana atau terserah sang anak jika sang anak dekat dengan lelaki manapun. Tapi sekarang nampak sang Bapak seperti begitu yakin dengan ucapannya itu bahwa sang anak harus lebih dekat saling mengenal satu sama lain dengan Fahmi teman dari Pak Abdul temannya sang Bapak.
"Apa Ibu tidak salah dengar Pak?" tanya sang istri menatap lekat ke arah sang suami seperti menahan tawa karena tidak biasanya sang suami membahas lelaki terhadap sang anak.
"Enggak apa-apa Bu, Bapak tidak memaksa juga kok, Diana harus dekat dengan Fahmi kedepannya. Bapak hanya ingin mengenalkan saja anak kita kepada Fahmi. Selanjutnya terserah mereka yang menjalani," sambung sang Bapak begitu antusias terlihat dari cara bicaranya dan sang Bapak seperti ingin menjodohkan sang anak dengan Fahmi, anak dari temannya itu.
Bersambung...
__ADS_1