
"Gimana Pak sehat?" ucap Bu Wina kepada Bapaknya Alex bernama Pak Ridwan yang tiba-tiba datang menghampiri ke teras rumah. Kedatangan Bu Wina bersama Diana sang anak sambil membawa bolu kukus.
Bu Wina nampak beserta Diana bersalaman kepada Pak Ridwan.
Nampak Bapaknya Alex hanya tersenyum tipis seakan malas ketika menghadapi tetangganya itu. Setelah tahu dari sang menantu Alya, bahwa Alex ada hubungan dengan Diana. Nampak terlihat Bu Wina pun gugup beserta Diana tatkala mendapat sambutan kurang ramah dari Bapaknya Alex tersebut.
"Sama Ibu kesini, Pak?"tanya Bu Wina kembali dengan pandangan melirik ke arah dalam rumah. Sambil menyimpan bolu kukus di atas meja teras.
"Keluar sama Alex!" terdengar sinis Bapaknya Alex ketika berucap.
_______
"Kalau Alya kemana Pak, sama anak-anaknya. Kok sepi," ucap kembali Bu Wina. Nampak di dalam rumah sepi tidak ada orang.
"Di kamar, istirahat," jawabnya sambil fokus ke arah ponselnya. Tanpa melirik ke arah Bu Wina.
Rasa kesal dan kecewa Pak Ridwan terhadap Alex yang belum diluapkan, seakan dia balaskan terhadap Diana. Karena Bapaknya Alex berpikir wanita yang kini jadi incaran untuk berselingkuh anaknya yaitu Diana, dan orangnya tepat sekarang di hadapannya.
______
Bu Wina pun dan Diana nampak malu sendiri dan terlihat salah tingkah ketika mendapatkan perlakuan kurang ramah dari sang tuan rumah.
"Kalau begitu kita pamit pulang," ucap Bu Wina.
Bapaknya Alex hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikitpun.
Mereka pun akhirnya nampak pamit untuk pulang.
Dalam diri Bu Wina dan Diana dihinggapi rasa tanya masing-masing dalam dirinya dengan sikap kurang ramah dari Bapaknya Alex tersebut.
______
Tiba di rumah.
"Bu kenapa Bapaknya Alex terlihat tidak bersahabat ya," ucap Diana dihinggapi rasa penasaran dan heran.
Bi Wina nampak duduk tepat di kursi dekat dengan sang suami. Pak Hasan, Bapaknya Diana seakan dihinggapi rasa penasaran dengan perubahan wajah sang istri dan anaknya yang tiba-tiba redup. Seakan dihinggapi rasa bingung tatkala pulang dari rumah tetangganya itu.
Karena dihinggapi rasa penasaran yang teramat dalam akhirnya Pak Hasan pun bertanya kepada sang istri.
_____
__ADS_1
"Ada apa Bu!?" tanya sang suami menatap lekat ke arah sang istri. Lalu melirik sang anak yang terlihat cemberut karena tidak enak dengan perlakuan Bapaknya Alex yang kurang bersahabat ketika barusan berkunjung ke rumahnya.
"Aneh Pak Ridwan, Bapaknya Alek!" ucapnya sambil mengernyitkan dahi.
"Aneh kenapa?" tanya sang suami seperti dihinggapi rasa penasaran.
"Barusan kita ke rumahnya dan di sambut oleh Pak Ridwan kurang ramah," ucap sang istri menjelaskan.
"Kalau Ibunya Alex, dan Alex sendiri gimana?" tanya sang suami seperti dihinggapi rasa penasaran yang begitu dalam.
"Sepi di rumah gak ada orang yang ada hanya Pak Ridwan saja," jawab sang Ibu.
"Enggak apa-apa. Mungkin sedang cape habis perjalanan jauh. Nanti juga biasa lagi. Kedua orang tuanya Alex kan ramah," bela Pak Hasan, seakan tidak mau berdebat.
Nampak Pak Hasan berlalu dari hadapan sang istri. Niat dia mau menghampiri Bapaknya Alex yang sedang duduk sendiri di teras rumah karena kedekatan mereka sudah akrab seperti saudaranya sendiri.
______
"Assalamu'alaikum Pak Ridwan!" ucap Pak Hasan yang tiba-tiba datang menghampiri dengan senyum ramah. Nampak Pak Ridwan seperti ingin beranjak dari tempat duduknya dan pandangan lekat ke arah Pak Hasan yang baru saja datang.
"Wa'alaikum salam,," jawabnya tanpa tersenyum sedikit pun.
Pak Ridwan nampak menjawab namun tidak terlihat akrab dan ramah. Wajahnya datar seakan ada kecewa yang terlihat disana. Melihat gestur tubuh dari Bapaknya Alex yang nampak bersahabat, Pak Hasan pun seakan dihinggapi rasa malu sendiri.
____
TINN...
TINN...
Tiba-tiba mobilnya Alex datang memasuki halaman rumah dan dengan sigap Pak Ridwan pun memasuki rumah. Nampak dia pamit tapi cara bicaranya tidak bersahabat.
Pikiran Pak Hasan pun berselancar dan dia berpikir. Benar juga apa yang di ucapkan oleh sang istri bahwa Bapaknya Alex beda tidak seperti biasanya yang terlihat ramah.
"Pak, sudah lama?" tanya Ibunya Alex yang keluar dari dalam mobil dan menyalami Pak Hasan.
Pak Hasan tersenyum ramah dan menyambut uluran salam dari Ibunya Alex. Kemudian dia pamit masuk ke dalam sementara Alex ketika keluar dari dalam mobil tatkala melihat Pak Hasan tersenyum sumringah.
Dia jarang sekali ketemu Pak Hasan karena Pak Hasan kerja di pabrik selalu jadwalnya tidak rutin pagi, siang sore, jadi pertemuan jarang sinkron dengan Alex.
_____
__ADS_1
"Sehat Pak?" Alex menyalami Pak Hasan.
Alex dan Pak Hasan pun terlihat ngobrol dengan begitu akrabnya. Terlihat begitu nyaman yang dirasakan Alex ketika berbicara dengan Bapaknya Diana, wanita yang dia kagumi akhir-akhir ini.
Setelah setengah jam mereka mengobrol akhirnya Pak Hasan pamit pulang. Setelah Pak Hasan pamit pulang kemudian Bapaknya Alex menghampiri sang anak. Sementara sang Ibu sedang mandi.
_______
Ehemm...
Deheman yang terlontar dari mulut sang Bapak seakan mengisyaratkan ada sebuah tanya disana. Alex pun seakan penasaran dibuatnya. Pandanaran dia yang tengah menunduk otomatis secara langsung dia dengan cepat mendongakkan kepalanya dan menatap lekat ke arah sang bapak.
"Kamu ada hubungan apa sama Diana!?" tanya sang Bapak tanpa basa-basi ketika bertanya kepada sang anak.
DEGH...
Nampak Alex terkejut dengan apa yang diucapkan oleh sang Bapak karena pertanyaan yang diberikan oleh sang Bapak cukup mengagetkan dia. Alex terlihat nampak gugup ketika akan memberi jawaban kepada sang Bapak. Alex mencoba mengontrol detak jantungnya yang kian tidak terkendali.
_______
"Maksud Bapak apa!?" tanya Alex terlihat berusaha untuk tetap santai walau tidak bisa dibohongi dia sangat gugup dan pikirannya tidak karuan.
"Jawab jujur! Kamu ada hubungan asmara kan, sama tetangga sebelah. Anaknya Bu Wina!?" tanya Pak Ridwan dengan mata yang melotot sempurna.
Mendapat pertanyaan seperti itu entah mengapa hati Alex bergejolak tidak karuan. Entah apa yang akan dia ucapkan atau alasan yang di sampaikan kepada sang Bapak.
"Ti-tidak ada hubungan apa-apa Pak! Aku hanya menganggap adik sama Diana dari dulu juga tidak lebih dari itu," jawabnya gugup.
"Apa benar yang kamu ucapkan itu!? kamu tidak berbohong!" sorot mata tajam dari sang Bapak membuat berdesir hati Alex karena disana terlihat ada rasa marah dan kesal yang luar biasa.
______
Alex tahu saat ini sang bapak tengah kesal dan marah terhadapnya karena sang bapak tahu Alex sudah melakukan perselingkuhan beberapa kali. Bukan satu atau dua kali.
PLAK...
Tamparan indah melayang ke pipi sang anak yang terlihat gugup dan sang Bapak seakan tahu bahwa sang anak saat ini tengah bicara bohong.
Sang Bapak seakan tidak bisa mengontrol emosinya. Dia seakan memberi peringatan terhadap sang anak. Jangan mengulangi kesalahan yang sama terhadap istrinya.
Bersambung...
__ADS_1