Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 36 Alya Bercerita Kepada Bapak Mertua


__ADS_3

Alex sontak terkejut dengan tamparan yang melayang indah ke pipinya yang diberikan oleh sang istri. Sepertinya Alex merasa bersalah dengan dirinya sendiri karena dia nampak tidak melawan sedikitpun dan pandangan matanya menunduk.


"Dasar sifatmu tidak berubah Mas, dari dulu selalu berselingkuh. Dan mulai besok aku tidak akan memberikan anakku untuk di asuh oleh Bu Wina!" tegas Alya kepada sang suami.


Alya kemudian berlalu dari hadapan sang suami. Nampak sang suami terlihat meringis menahan rasa sakit akibat tamparan dari sang istri. Terlihat Alex menghela napas panjang, dia seakan menyesali dirinya sendiri yang telah melakukan hal ceroboh dengan cara menyuapi Diana di depan anaknya.


Ketika tadi siang Alex bermaksud iseng ketika dia menyuapi Arya, dengan spontan dia pun menyuapi Diana. Padahal Diana pun kondisi saat itu sedang makan. Mungkin itu bukti perhatian dan rasa spontan sayang dia yang sudah mulai ada rasa terhadap tetangganya itu. Rasa asmara yang belum di ungkapkan oleh Alex tapi bisa dirasakan olehnya.


______


Setengah jam kemudian.


Alya nampak membawa 1 tas besar. Niat dia ingin pergi ke rumah sang Ibu di kampung untuk menenangkan dirinya dan anak-anak pun dia bawa. Kebetulan Alya besok libur kerja dan dia mau minta cuti 1 hari kerja untuk libur jadi dia libur 2 hari kerja untuk tinggal di rumah Ibunya di kampung.


"Pah, Arya mau ke rumah Nenek! Nanti mobil travelnya akan jemput kesini," ucap Arya.


Sang anak tersenyum seakan ingin cepat bertemu dengan Nenek dan Kakeknya di kampung. Sontak Alex terkejut karena dia berpikir jika sang istri pergi, mungkin dia akan mengadu nanti disana terhadap orang tuanya. Apalagi kalau sang istri nanti bercerita bahwa dia tengah ada hubungan dengan Diana anak dari Bu Wina tetangganya yang sudah dianggap keluarganya adalah saudara sendiri, bisa-bisa akan runyam akibatnya.


_______


"Jangan! Kamu jangan pergi!" ucap sang suami dengan tegas dan terlihat memelas menghalangi.


Alya terlihat melotot matanya ke arah sang suami seakan tidak mau di halangi kepergiannya itu.


"Kamu tidak berhak melarang aku Mas!" jawab Alya kesal.


"Pokoknya kamu jangan pergi! Kamu harus nurut sama suami!" Alex mencoba menggenggam erat tangan Arya seakan menghalangi sang anak untuk tidak pergi dibawa oleh Alya.


"Kamu tidak berhak atur aku Mas!" jawab Alya mendelik pandangannya.


"Pokoknya kamu jangan pergi karena Ibuku, sedang dalam perjalanan bersama Bapakku dan meraka mau mampir kesini dari luar kota," ucap Alex.


______


Terlihat Alya kaget dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami karena sang mertua mau datang ke rumah, dan Alya merasa tidak nyaman jika ada sang mertua. Terutama Ibu mertua kalau Bapak mertua mungkin baik tidak cerewet seperti sang Ibu mertua.


"Sudah kamu tidak usah mengelak. Aku akan telepon Pak Jajang untuk membatalkan jemput kamu ke rumah," ucap Alex.

__ADS_1


Pak Jajang adalah supir travel yang biasa Alya berlangganan mobil untuk pergi ke kampung.


Alya pun mengurungkan niatnya untuk pergi karena dia sangat menghargai Bapak mertua. Nampak kedua anak dari Alya hanya menatap sang Mama seakan mereka pun melarang Alya untuk pergi.


Alya hanya menghela napas panjang. Dia pun seakan kesal karena tidak jadi pergi demi untuk menghargai Bapak mertua.


______


TIN...


TIN...


Tiba-tiba terdengar bunyi klakson suara mobil masuk ke dalam halaman rumah. Dan Arya sang anak nampak tersenyum lebar tatkala melihat yang datang tersebut adalah sang Nenek dan Kakeknya.


Argh ...


Alya berlalu ke dalam kamar dengan hati kecewa dan amarah yang terpendam. Sementara sang suami Alex tersenyum puas karena Alya akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi. Alex berpikir jauh jika sang anak istri pergi ke kampung pasti masalah akan menjadi lebar dan rumit. Dia yakin sang istri pasti akan mengadu semuanya kepada keluarga besar istrinya mengenai permasalahan dia.


_____


"Mana Amira dan Mama kamu?" tanya Bapaknya Alex kepada Arya yang nampak memasuki rumah dengan membawa oleh-oleh.


"Nak, antar Ibu ke apotek tadi Ibu lupa gak bawa vitamin ketinggalan," ucap sang Ibu.


Alex pun berlalu dari rumah bersama sang Ibu yang baru saja datang. Sementara Arya berlalu pergi ke kamar untuk memanggil sang Mama yang tengah berada di kamar.


_______


"Mah, ada Kakek barusan nanyain Mama," ucap sang anak sambil menatap sang Mama yang sedang duduk dan menggendong Amira.


"Iya, Nak, sebentar Mama kesana ya, ganti baju dulu," jawab sang Mama.


Arya menatap lekat ke arah sang Mama dengan penuh rasa iba. Nampak terlihat sang anak sangat merasa sedih tatkala melihat raut muka sang Mama yang terlihat bimbang dan penuh rasa kecewa dan memendam amarah.


"Mama, kenapa?" tanya sang anak tatkala melihat sang Mama matanya berkaca-kaca seakan ada luka disana.


"Enggak apa-apa Nak, kamu tunggu diluar nanti Kakek sama Nenek kamu nunggu," ucap Alya mengelus lembutnya rambut sang anak.

__ADS_1


"Nenek barusan pergi ke apotek sama Nenek," Arya seakan menjelaskan bahwa sang Nenek tidak ada di rumah jadi sang Mama aman kalau untuk keluar kamar.


Anak kecil itu tahu jika sang Mama merasa tidak aman jika kedatangan sang Nenek.


Arya pun nampak berlalu dari hadapan sang Mama dengan rasa khawatir yang menghinggapi dalam dirinya.


Alya nampak menghela napas panjang.


"Mungkin ini saatnya aku bicara serius kepada sang Bapak mertua mumpung suami dan Ibu mertua tidak ada di rumah," gumam hati Alya.


_______


Beberapa menit kemudian.


"Pak, sehat!" Alya nampak mencium punggung sang Bapak mertua ketika dia keluar dari dalam kamar.


Sang Bapak mertua nampak tersenyum ramah dan menggendong Amira dan mengajak bicara kepada sang cucu dan mencium keningnya.


"Kakek rindu sama kamu Nak," ucap sang Kakek kepada Amira sang cucu. Nampak Amira tersenyum renyah tatkala memandang sang Kakek.


"Sehat kamu Al!" sang Bapak mertua menatap Alya yang nampak mukanya redup seakan banyak masalah yang dihadapi.


_______


Alya mencoba tersenyum meskipun hatinya dihinggapi rasa gundah gulana. Namun senyum yang di torehkan Alya seakan tidak bisa membohongi sang Bapak mertua yang nampak dihinggapi rasa curiga.


"Kamu sakit Al? Atau sedang ada masalah. Pasti kamu ada masalah dengan Alex! Cerita Al, sama Bapak." sang Bapak mertua seakan ingin mengetahui bagaimana perkembangan Alex sang anak saat ini. Apakah masih sama seperti dulu masih suka selingkuh.


Alya dulu pernah cerita kepada sang Bapak mertua tentang perselingkuhan sang suami. Dan Alya berusaha sabar saat itu dan sang Bapak mertua pun saat itu berusaha menyabarkan sang menantu. Sang Bapak mertua berharap Alya bisa lapang dada siapa tahu Alex bisa berubah.


_______


"Aku curiga kepada Alex saat ini dia tengah dekat dengan tetangga sebelah. Anak dari Bu Wina," ucap Alya kepada sang Bapak mertua dengan pandangan menunduk dan matanya berkaca-kaca.


Alya pun menceritakan semuanya apa yang sebenarnya terjadi diantara Diana dan Alex, tidak ada yang di tutupi kepada sang Bapak mertua. Sontak sang Bapak mertua terkejut.


Mukanya merah padam seakan memendam rasa kecewa dan menahan amara.

__ADS_1


"Kurang ajar!" ucap sang Bapak mertua dengan kedua bola matanya membulat sempurna.


Bersambung...


__ADS_2