Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 17 Diana gembira


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti biasa Alex pagi sekali sudah nampak bersiap untuk pergi kerja dan nampak dia memberikan uang kepada sang istri agar belanja ke pasar karena Ibunya akan datang.


"Coba kamu tiap hari ada uang lebih buat aku Mas, ada Ibumu saja, baru kamu kasih uang lebih ke aku," gumam hati Alya.


Bau parfum sang suami begitu bau menyengat penciuman sang istri. Alya pun seperti dihinggapi rasa ingin tahu karena tidak seperti biasanya bau parfum itu sungguh menyengat hidungnya.


"Mau bertemu dengan siapa Mas, kok parfum yang kamu pakai sangat menyengat," Alya dihinggapi rasa curiga kepada sang suami.


"Ketemu relasi kantor Mah, jangan curiga Mah, enggak baik," ucap sang suami.


•••


Padahal dalam hati sang suami berpikir, dirinya pergi ke kantor bersama Diana jadi harus memakai parfum yang sangat wangi agar dia merasa percaya diri. Entah mengapa bayangan Diana yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu kini seakan datang menghinggapi hati dan pikirannya. Mungkin karena Alex suka dengan keceriaannya dan sifat Diana yang senang bercanda membuat Alex merasa nyaman dekat dengan sosok Diana tersebut.


____


"Mas Alex," teriak Diana diluar teras seakan seperti seseorang teman yang hendak untuk pergi ngajak keluar.


Alex nampak melihat arloji yang menempel di pergelangan tangan kirinya dan dia pun terhenyak karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 sedangkan dia masuk kerja jam 8. Dalam hati Alex pasti dia kesiangan karena hari ini dia harus rapat dan sebelum rapat dia harus mempersiapkan dokumen.


"Aduh, kesiangan!" Alex nampak dengan cepat berlalu pergi ke arah luar dimana Diana disana tengah menunggu.


•••

__ADS_1


"Lagian nerima telepon lama banget," gumam hati Alya.


Nampak tadi sang suami menerima telepon dari Ibunya dan mereka ngobrol cukup lama sekali. Mungkin suatu kebiasaan jika sang Ibu sedang bercerita apapun itu pasti harus di dengarkan oleh anaknya. Sang Ibu mertua tadi mengeluh kepada anaknya, soal dirinya yang sudah lama tidak rekreasi dan sang Ibu ingin pergi rekreasi dengan alasan menghilangkan rasa jenuh dan Alex tadi nampak menyetujui jika sang Ibu akan pergi rekreasi.


"Aku heran dengan sifat suamiku kenapa dia tadi bilang sama aku bahwa nanti rekreasi akan ajak Diana dan Bu Wina," gumam hati Alya.


______


Di dalam mobil.


Nampak Alex curi-curi pandang ketika di dalam mobil. Hari ini seperti biasa Diana memakai rok yang terlihat seksi di padupadan dengan blezer warna senada. Rambutnya di ikat satu kebelakang seakan memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus. Alex terlihat menelan ludahnya sendiri. Tidak bisa dipungkiri kecantikan Diana sungguh memikat hati Alex.


"Tadi Ibu bercerita masalah utang kepada Diana, nanti ya, Mas. Pasti setelah Diana gajian akan dibayar, hehehe,," ucap Diana seakan tersipu malu.


Alex nampak tersenyum dan seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Kemudian Alex menatap lekat wajah Diana dan kebetulan mobil sedang berada di lampu merah. Alex kemudian tersenyum dan entah mengapa Diana salah tingkah ketika Alex menatapnya.


"Dengar, santai saja jangan banyak pikiran. Gaji pertama kamu nikmati saja untuk menyenangkan keperluan kamu," ucap Alex tersenyum renyah.


"Maksud Mas Alex, apa?" Diana dihinggapi rasa penasaran.


Alex pun mencoba menerangkan jika uang gaji pertama Diana jangan dipakai bayar utang kepadanya. Pakai saja untuk keperluan dia pribadi, beli baju, sepatu, dan sebagian kasih kepada Ibunya dan untuk ongkos pergi ke kantor Diana tidak perlu mengeluarkan karena dia tiap hari pergi kerja selalu bareng dengan Alex, untuk makan siang pun Diana tidak perlu khawatir karena kalau makan siang nanti Alex yang menemani.


Sontak Diana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh suami dari tetangganya tersebut karena Diana pikir begitu baik Alex kepadanya. Padahal menurut sang istri Alex itu sangat pelit dan perhitungan.


"Mas Alex tidak takut kepada Mbak Alya?" tanya Diana.

__ADS_1


"Maksudnya apa," ucap Alex.


Alex pura-pura tidak paham dengan apa yang di utarakan oleh Diana. Padahal dia pun mengerti dengan maksud Diana yang sebenarnya, bahwa jika Alya tahu kalau Diana di traktir makan tiap hari dan masalah utang jangan terlalu dipikirkan mungkin Alya akan kecewa mendengarnya.


Dalam benak Diana pun berpikir karena Alex baik terhadapnya dan masalah utang seakan tidak perlu dipikirkan oleh Diana untuk membayar terhadap Alex. Dia pun berpikir ketika gajian pertama nanti akan membawa Alya dan anak-anaknya untuk pergi belanja.


_____


Tiba di kantor.


Setiba di kantor nampak Alex wajahnya berseri dan nampak Bram teman dari Alex dihinggapi rasa penasaran dengan perubahan dari sang teman tersebut.


"Kamu lagi dekat dengan seorang wanita ya?" sindir sang teman.


Bram seakan tahu watak dari sang teman tersebut, jika Alex tersenyum bahagia dan penampilannya cukup terjaga berarti dia sedang dekat lagi dengan seorang wanita. Bram pun sebagai teman ingin rasanya mengingatkan kepada Alex bahwa dia jangan lagi lebih dekat dengan wanita selain istrinya tapi semua itu seakan sia-sia saja.


Sering kali Alex berjanji akan merubah sifatnya tapi itu hanya omong belaka kenyataan dia selalu menggoda lagi wanita.


"Apa sih, jangan menerka-nerka karena itu tidak baik," jawab Alex seakan membela diri.


Alex tidak mau jika dia harus jujur kalau saat ini dia sedang terpesona oleh Diana. Walau itu hanya angan belaka dan dia anggap Diana seperti adiknya sendiri namun jika dia terus terang terhadap sang teman itu tidak mungkin karena Bram sangat dekat dengan Alya sang istri.


"Aku lihat tadi kamu bareng sama Diana, memangnya dia sudah diterima kerja di tempat temanmu itu?" tanya Bram.


Bram pun berpikir jauh.

__ADS_1


"Mungkinkah sang teman tersebut tengah jatuh hati kepada Diana?" beribu tanya dalam benak Bram hinggap.


Bersambung...


__ADS_2