
Sesampai di rumah, nampak Pak Hasan dan Bu Wina tengah berada di dalam rumah Alya. Mereka tengah menunggu kedua anaknya Alya. Pak Hasan terlihat memberikan sebuah isyarat kepada sang istri agar dia dan sang istri segera pergi dari rumah tersebut. Pak Hasan berdiri begitupun dengan Bu Wina dan nampak mereka mau pamit pulang. Tapi sebelum pamit nampak Pak Hasan menanyakan kabar Alya.
"Gimana Al, sudah baikan," Pak Hasan terlihat khawatir dan Bu Wina hanya diam tidak bisa bicara sedikitpun.
"Alhamdulillah Pak, tidak apa-apa. Dan ada kabar gembira alhamdulilah Amira mau punya adik lagi," ucap Alex sambil mengelus lembut perut Alya.
_____
Sontak mata Bu Wina terbelalak seakan tidak percaya dengan berita kabar tersebut. Dia berpikir dalam hatinya, jika Alya hamil lagi otomatis Alex akan setia selalu memperhatikan keadaan Alya dan mana sempat dia keluar bersama Diana. Tapi Bu Wina seakan tidak kehabisan akal dia berpikir otak dan tersenyum licik lalu berucap.
"Kamu sedang hamil pasti nanti mual dan pusing. Jadi lebih baik anak-anak kamu Ibu yang urus," ucap Bu Wina.
Dia yang tadi terdiam kini memberanikan diri untuk berbicara.
"Tidak Bu! Selama aku hamil Ibuku akan berada disini. Lagian kita 2 bulan lagi akan pindah dari rumah ini," tegas Alya tersenyum kesal.
"Apa!" Pak Hasan dan Bu Wina berucap bersamaan seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Alya bahwa Alya akan pindah dari rumah ini.
"Iya, kita 2 bulan lagi akan pindah rumah," sambung Alex.
______
Alex seakan ingin menentramkan hati sang istri karena dengan dia berkata seperti itu. Mungkin sang istri akan tenang hatinya karena dengan ucapan tersebut otomatis hati sang istri merasa di lindungi oleh sang suami. Nampak Alya tersenyum puas tatkala Alex sekarang membela dan melindungi dirinya. Ucapan Alex seakan menguatkan bahwa Alex pun akan keluar dari rumah itu dan akan melupakan masa lalunya bersama Diana.
"Kenapa baru cerita sekarang," ucap Bu Wina seakan dihinggapi rasa penasaran.
"Bu, kenapa jadi ikut campur. Itu urusan mereka," bisik Pak Hasan.
Nampak Pak Hasan mencolek tangan sang istri seakan memberikan isyarat agar cepat keluar dari rumah Alya karena Pak Hasan pun seakan tahu bahwa Alya tengah kesal dengan istrinya.
______
"Kita pamit ya," ucap Pak hasan tersenyum kepada Alya dan juga Alex.
__ADS_1
Alex kemudian mengeluarkan uang dari dalam dompet lalu menyerahkan uang tersebut kepada Bu Wina sebagai balas jasa karena sudah menunggui anaknya.
"Terima kasih. Nak Alex," ucap Bu Wina tersenyum lebar. Terlihat Pak Hasan matanya mendelik karena yang dia inginkan istrinya menolak pemberian uang dari Alex.
_____
"Pah, terima kasih kamu begitu sayang dan mengerti sama aku," ucap Alya memeluk sang suami. Alex nampak menatap sang istri dan tersenyum bahagia.
Dalam hati Alex berpikir semoga kedepannya dia lancar mengarungi bahtera rumah tangga bersama sang istri dan tidak ada hambatan apapun. Mengenai sang Ibu yang sekarang tengah bermasalah karena tidak percaya kepada istrinya untuk mengurus anak-anaknya. Biarlah itu nanti dia yang urusi yang terpenting saat ini. Alex ingin hati Alya bahagia tidak banyak pikiran karena tengah mengandung buah hati cintanya.
_____
Keesokan harinya.
Nampak Alya sudah pergi untuk mengantarkan sang anak Arya, pergi menuju ke sekolah. Pagi itu tepat pukul 7 dan Alex nampak sedang membersihkan mobilnya. Diana terlihat menatap Alex dari arah rumahnya kemudian dia hanya menghela nafas secara perlahan karena dalam pikirannya dia telah gagal merebut hati Alex
"Samperin dia, cepat. Mumpung Alya sedang mengantarkan Arya ke sekolah," bisik sang Ibu lekat ke kuping Diana sambil menyodorkan pisang goreng panas untuk diberikan kepada Alex melalui tangan Diana
Sontak Diana terkesiap seakan sang Ibu mengagetkannya. Diana pun tersenyum licik ketika sang Ibu menyuruh untuk menghampiri Alex yang sedang mencuci mobil.
_____
"Mas, ini pisang gorengnya mumpung masih hangat," goda Diana kepada Alex penuh manja.
Alex mendongakkan kepalanya dan terlihat Diana tengah memakai kaos yang ketat berwarna putih, terlihat seksi bentuk tubuh Diana dan Alex terlihat salah tingkah dibuatnya.
"Ouh, iya terima kasih," jawab Alex mencoba mengambil pisang goreng yang tengah dibawa oleh Diana dan menaruhnya di atas meja.
Terlihat dari halaman rumah Alya sedang berjalan menuju ke rumahnya. Dia sepertinya ada yang tertinggal untuk keperluan sekolah Arya. Melihat ada Diana yang tengah memberikan piring yang berisi pisang goreng ke arah suaminya. Sontak langkah Alya terhenti seketika itu juga, dan dadanya bergemuruh tidak karuan. Jantung pun berasa mau copot karena tatapan dari Diana begitu menggoda membuat hati Alya terbakar api cemburu. Dalam hati Alya berpikir kelakuan Diana sudah tidak bisa dia biarkan begitu saja. Baru satu langkah Alya melangkahkan kakinya, terlihat Diana memegang pelipisnya dan dia pura-pura pusing kemudian tangan satunya memegang tubuh Alex seakan ingin di lindungi oleh Alex bahwa Diana tengah pusing kepalanya.
_____
"Kenapa Na?" ucap Alex terlihat khawatir.
__ADS_1
"Aku pusing," jawab Diana sambil merebahkan tubuhnya di badan Alex.
Nampak dari arah luar halaman rumah, dengan cepat Alya menyeret langkah kakinya. Sepertinya dia tidak kuasa menahan rasa sesak yang hinggap dalam dirinya.
*Dasar wanita gatal!" teriak Alya sambil menyeret tubuh Diana agar menjauh dari tubuh suaminya.
Sontak Diana terkejut dan dia dengan cepat menjauh dari tubuh Alex. Muka dari Diana merah padam seakan tidak bisa membohongi bahwa dia dalam keadaan panik dengan adanya kedatangan Alya.
"Mbak Alya," ucapnya dengan pandangan menunduk dan malu.
"Kamu ngapain ganggu suami aku terus Na! Kamu maunya di nikahi suamiku ya!" sindir Alya dengan senyuman sinis.
"Bu-bukan seperti Mbak. Tadi kepalaku mendadak pusing mau pingsan dan tidak sengaja nyender di tubuh Mas Alex," Diana berusaha membela diri.
"Jadi kalau aku tidak.datang dengan cepat, kamu akan pura-pura pingsan begitu!" sindir Alya kembali.
______
Alya pun berteriak memanggil Pak Hasan dari arah teras rumahnya. Sontak Pak Hasan dan Bu Wina keluar dari rumahnya. Pak Hasan dan Bu Wina saling bertatapan tatkala Alya memanggil tetangganya itu.
"Ayo, Bu, kita samperin ada apa ini!" ucap Pak Hasan dengan cepat dia menyeret langkah kakinya menuju arah teras Alya.
"Pak, ini anak bapak kembali dia mencoba merayu suamiku. Masa dia pura-pura pingsan agar bisa di peluk suamiku. Untung aku lihat jadi anak Bapak mengurungkan niatnya untuk menggoda suamiku," ucap Alya ketika terlihat Pak Hasan tiba di teras rumahnya.
Pandangan Alya melirik kepada Pak Hasan dan melirik Diana yang terlihat dihinggapi rasa malu dan salah tingkah.
______
"Memalukan kamu Na!" ucap Pak Hasan.
PLAK...
Tamparan keras pun melayang indah di pipi mulus Diana. Dan nampak Diana meringis menahan rasa sakit akibat tamparan keras dari sang Bapak. Sementara Alya dan Bu Wina, begitupun dengan Alex terlihat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Pak Hasan akan melakukan hal yang nekad dengan cara menampar sang anak.
__ADS_1
Bersambung...