Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 40 Alex Mengaku Suka Terhadap Diana.


__ADS_3

Alya menatap lekat ke arah suami dengan sorot mata tajam. Nampak di raut wajahnya menyimpan rasa kesal, kecewa, amarah yang terpendam campur menjadi satu. Kegundahan yang dirasakan, seakan sesaat coba dia lawan. Karena dia pun sangat menjaga rasa sopan dia yang tengah berada di hadapan umum.


"Kalian sudah sering jalan bareng!?" tanya Alya mencoba bersikap tenang walau hati dan perasaannya terluka.


Alya hatinya berdesir terasa perih saat itu. Dia berpikir begitu tega sang suami mengkhianati dia. Menodai mahligai pernikahan yang sudah dibina bertahun-tahun.


______


"Mbak, kita tidak ada hubungan apa-apa," ucap Diana mencoba menenangkan hati Alya yang sudah mulai curiga dan terlihat menahan emosi.


"Apa sifatmu yang polos, atau kamu sedang berpura-pura." gumam hati Alya tatapan mendelik ke arah Diana yang seakan tidak mempunyai salah sedikitpun. Meskipun dia tengah duduk bersama suaminya Alya.


"Al, kita bahas di rumah saja. Kalau bahas disini malu," Alex mencoba menenangkan Alya.


Alex pun takut jika sang istri tidak bisa menahan emosinya dan akhirnya terjadi pertengkaran di tempat umum.


_____


"Ayo, Al, aku antarkan kamu pulang," bujuk sang suami.


Alex tidak ingin antara dirinya dan sang istri terjadi pertengkaran di tempat umum. Dia pun sangat menjaga reputasi dia sebagai seorang PNS yang tengah memakai pakaian dinas.


"Oh, waktunya istirahat sudah selesai ya! Silahkan kalian kembali ke kantor masing-masing. Aku mau tetap disini," ucap Alya.


Alya seakan kesal karena kedatangan dia ke Kafe tersebut ternyata hampa tidak mendapatkan jawaban langsung dari mulut sang suami mengenai hubungan dia dengan Diana.


"Al, aku mohon ini tempat umum," rengek sang suami memohon kepada istrinya tersebut. Seakan jangan ada pertengkaran diantara mereka di hadapan khalayak umum.


______


"Na, kamu sadar tidak bahwa kamu tengah digoda oleh suamiku!" ucap Alya tegas kepada Diana dengan sorot mata tajam.


DEGH...

__ADS_1


Sontak dada Diana berdetak lebih cepat tidak karuan. Diana tidak menyangka bahwa Alya akan berucap seperti itu. Diana hanya melirik ke arah Alex. Sementara Alex terlihat salah tingkah seakan menyadari apa yang tengah di ucapkan oleh Alya sang istri. Nampak kegelisahan Alex tidak bisa dibohongi karena nampak dari gestur tubuhnya yang terlihat salah tingkah.


"Aku menganggap Mas Alex, adalah Kakak tidak lebih dari itu," jawab Diana dengan pandangan menunduk.


"Na, kamu jangan bodoh, masa iya, seorang Kakak bersifat memperhatikan, ngajak jalan, memberikan barang dan makanan. Tapi sifatnya lebih bagai seorang kekasih," tegas Alya kepada Diana.


______


Diana gadis yang baru setahun keluar tamatan SMA itu hanya terdiam. Mungkin dalam diri dia berpikir. Itu hal yang wajar dan lumrah memperhatikan dan bodohnya Diana, dia tidak menyadari bahwa Alex sebenarnya ada hati kepada Diana dan sang wanita hanya menganggap seorang Kakak.


"Maaf Mbak, aku enggak tahu." jawab Diana tertunduk malu dan hatinya dihinggapi rasa khawatir karena takut Alya emosinya meluap.


"Enggak tahu atau pura-pura bodoh! Kamu sudah dewasa Na!" ucap Alya kembali seakan menyudutkan posisi Diana yang kini dihinggapi rasa serba salah.


"Al, cukup! Jangan menyalahkan Diana. Dia tidak salah." bela Alex menatap lekat ke arah sang istri.


_____


Alya mencoba mengatur deru napasnya yang mulai tidak terkontrol. Bayangan sang anak pun hinggap dalam dirinya. Begitu terjalin erat keakraban sang anak dan Bu Wina. Tadi pagi pun ketika Alya hendak pergi dan menitipkan sang anak kepada temannya Rani, seolah sang anak tidak menerimanya. Mereka tetap ingin bersama Bu Wina.


Tapi karena rasa cemburu dan kecewa Alya teramat dalam kepada sang suami jadi Alya mengurungkan niatnya untuk menitip anaknya kepada Bu Wina.


"Al, kenapa anakmu tidak.di titip sama Ibu lagi. Kasihan anak-anak kamu kalau mereka dititip sama orang lain," ucapan Bu Wina seperti terngiang di benak Alya.


_______


_______


"Mas, aku nanya sekali lagi sama kamu dan aku pun tidak tahu. Ini pertanyaan yang ke berapa kalinya. Apakah kamu suka kepada Diana!?" tanya Alya matanya berkaca-kaca.


"Mbak,,,," ucap Diana menggenggam erat tangan Alya dengan bibir bergetar. Dia seakan mengkhawatirkan keadaan hati Alya yang sudah dia anggap sebagai Kakaknya sendiri.


Dengan cepat Alya melepaskan genggaman tangan dari Diana. Matanya mendelik seakan ada kekecewaan disana. Diana nampak terkejut dengan perlakuan Alya seperti itu.

__ADS_1


"Ya, aku mengakui. Aku suka sama Diana!" ucap Alex gugup.


DEGH...


Mulut Diana terbuka lebar dan dia seakan tidak percaya dengan Apa yang di ucapkan dari mulut Alex yang sudah dia anggap sebagai Kakak sendiri. Memang beberapa minggu lalu Alex sempat juga berbicara seperti itu bahwa dia suka sama Diana. Dan Diana pun menganggapnya hanya sebagai candaan seorang kakak. Tapi kini faktanya terucap kembali dari bibir Alex di depan sang istri dan ini sungguh membuat hati Diana dihinggapi rasa malu dan bersalah.


________


"Tidak Mas, apa yang kamu ucapkan tidak benar. Kamu hanya suka sebagai adik kan, tidak lebih dari itu," ucap Diana seakan dihinggapi rasa malu oleh Diana.


"Na, Mas Alex suka bukan sebagai adik. Tapi hubungan asmara," sindir Alya.


Alex pun seakan berpikir lama. Matanya sesaat terpejam. Dia pun seakan ingin berucap tidak ingin masalah menjadi runyam kepada kedua wanita yang tengah berada di hadapannya. Alex membuang napas kasar.


"Mulai saat ini aku akan menghindar dari Diana dan aku menyadari selama ini khilaf." tegas Alex mencoba meyakinkan sang istri.


"Aku sanksi Mas, kalau kamu mau rubah karena kamu selalu mengulangi kesalahan yang sama," jawab Alya.


_______


Tak terasa bulir putih pun jatuh di ujung kelopak mata Alya. Bukan rasa haru tapi rasa sesak yang selalu hinggap menyertai.


"Kalau kamu sanski aku selalu jalan bareng dengan Diana, biar aku pindah mutasi kerja saja. Kebetulan dari bulan lalu aku mau di pindahin tempat kerjanya." jawab Alex.


Sebenarnya dalam diri Alex tidak enak dengan ucapannya itu karena takut melukai hati Diana yang tengah tertunduk.


"Mbak, maafkan aku kalau selama ini menyinggung perasaan hati Mbak. Aku pun kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Mas Alex bahwa sebenarnya Mas Alex menaruh hati sama aku," ucap Diana lirih.


Diana terlihat beranjak dari tempat duduknya kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Alya dan Alex yang masih beradu mulut.


Terlihat Diana menggunakan taksi pergi kembali ke kantornya. Nampak Bram melihat dari arah kaca spion luar. Dalam hati Bram berpikir telah terjadi pertengahan hebat antara Alya dan Alex.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2