
Nampak Diana terkejut tatkala mendapati Alya tengah duduk di teras rumahnya. Dalam hati Diana berpikir mengapa Alya berada di rumahnya dan dia terlihat seperti sedang sakit karena sedang memijit keningnya dan mukanya pucat pasi.
Setelah turun dari motor Diana menatap lekat ke arah Alya tanpa berbicara sedikitpun. Dia dihinggapi rasa serba salah karena masih dihinggapi rasa bersalah dan malu terhadap Alya. Nampak Alya memaksakan diri untuk bangkit dari tempat duduknya dan perlahan berjalan ke arah rumahnya dengan jalannya yang terlihat gontai. Diana dan Alya saling berpapasan pun mereka nampak tidak bertegur sapa. Diana pandangannya yang menunduk sedangkan Alya yang nampak dengan raut muka kesal melewati Diana.
______
BRAK...
Alya pun setelah sampai di dalam rumahnya. Terlihat dia menghempaskan badannya di atas kursi sofa. Pandangan dia terasa kabur dan memanggil sang anak Arya.
"Mah kenapa?" tanya Arya terlihat panik ketika mendapati sang Mama ambruk di kursi sofa.
"Ambilkan minum Nak," ucap Alya.
Arya pun dengan cepat mengambil minum ke arah dapur dengan wajah yang terlihat gusar terhadap sang Mama.
GLEK ..
Alya pun meminum air putih yang berada di dalam botol dan kembali merebahkan badannya di atas kursi sofa. Alya terlihat mengambil ponselnya yang berada di meja kemudian dia mengirimkan sebuah pesan kepada sang sahabat Rani agar dia datang ke rumah sekarang juga.
_______
Beberapa menit kemudian.
Rani pun akhirnya datang dan dia terlihat khawatir dengan kondisi sahabatnya itu yang terlihat pucat pasi wajahnya.
"Al, aku antar ke dokter ya," ajak Rani kepada Alya yang tengah memijit kepalanya.
"Enggak apa-apa Ran, aku cuma pusing biasa," jawab Alya menolak ajakan Rani untuk dibawa ke dokter.
__ADS_1
Rani terlihat membalur Alya dengan obat gosok dan terlihat Alya mengeluarkan sendawa. Mungkin dia kelelahan dan masuk angin. Alya kemudian menceritakan semua apa yang tengah dia alami bersama suami dan tetangganya itu. Nampak Rani terlihat iba dengan persoalan yang tengah di hadapi oleh temannya tersebut. Rani pun menawarkan Alya untuk mengumpulkan semua orang yang berselisih paham dengan dirinya biar masalah tuntas.
______
"Jadi gimana ini, mau aku kumpulkan semua orangnya agar masalah kamu tuntas Al. Termasuk suami dari Bu Wina biar dia jadi saksi," ucap Rani kepada Alya.
"Aku sudah coba ngomong dengan suamiku semalam malah dia marah, seakan tidak mau dengar apa yang aku bicarakan," jawab Alya.
"Karena semalam dia lagi emosi mungkin dia sekarang keluar rumah untuk menenangkan dirinya," Rani terlihat menyabarkan hati Alya.
TING ..
Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari ponselnya Alya dan nampak terlihat di layar ponsel Bram memberikan sebuah pesan yang mengatakan baru saja dia bertemu dengan Alex.
{"Pipiku di tampar oleh Alex dan tadi aku tidak sempat melawannya,"} tulis pesan Bram.
______
"Aku bingung dengan suamiku Ran, cemburu dia terlalu besar. Padahal aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Bram. Nah, ini lihat sama kamu. Barusan Bram mengirimkan pesan. Alex katanya baru saja menampar Bram. Apa dia sudah gila!? Aku malu sama Bram kalau kayak gini," ucap Alya seakan tidak terima dengan perlakuan sang suami kepada Bram.
"Tenang Al mungkin suami kamu sedang dihinggapi rasa cemburu," Rani mengelus pundak sang sahabat agar Alya sabar dan bersikap tenang.
______
Setengah jam kemudian.
Suara mobil terdengar memasuki halaman rumah Alya dan terlihat yang datang adalah sang suami Alex. Rani menatap Alya dengan lekat seakan memberikan isyarat Alya harus tenang dan jangan emosi.
Alex nampak memasuki rumah dan tatkala mendapati Rani sedang duduk berdekatan dengan Alya. Alex pun tersenyum tipis mungkin tadinya dia tidak mau tersenyum sedikitpun karena malas juga sedang ada masalah dengan sang istri. Tapi karena menghargai Rani adalah sahabat dari istrinya jadi terpaksa Alex pun tersenyum walau tidak ramah.
__ADS_1
Alya nampak dengan cepat ke dapur untuk membuat secangkir kopi untuk sang suami karena terlihat Alex tengah duduk di ruang keluarga sedangkan Rani dan Alex duduk di kursi sofa.
______
"Pah, kopinya," ucap Alya tatkala tengah menyuguhkan secangkir kopi kepada sang suami. Nampak terlihat tatapan dari Alex mendelik seperti menahan rasa kecewa.
Eheem...
Rani sang sahabat nampak terlihat memberanikan diri untuk duduk dekat Alex dan Alya yang nampak sedang berdiri pun duduk di dekat Rani.
Rani tahu perjalanan rumah tangga Alya seperti apa. Alya yang selalu bercerita kepada dirinya tentang keluh kesah rumah tangganya dan ketika akan melakukan percobaan bunuh diri pun Alya bercerita kepada sahabatnya Rani. Jadi Rani sekarang ini ingin mendamaikan mereka dan berusaha bersikap dewasa.
"Mas Alex maaf, bukannya aku ikut campur terlalu dalam masalah rumah tangga Alya. Tapi aku perihatin dengan kondisi yang tengah di hadapi. Menurutku ini salah paham jadi mending kalian tata kembali rumah tangga yang pernah hancur. Aku percaya semua akan baik saja," lirih Rani dengan suara bergetar.
Rani tidak biasa mencampuri urusan rumah tangga orang lain karena mungkin keadaan mendesak jadi dia terpaksa melakukannya untuk kebaikan sang sahabat agar rumah tangganya tentram.
_____
Alex hanya terdiam deru nafasnya masih kian memburu karena baru saja dia melakukan bogem mentah kepada Bram. Pandangan Alex terlihat mendelik kepada Rani dan Rani pun merasa risih dan salah tingkah karena dia pikir Alex tidak terima dengan apa yang di ucapakan olehnya.
"Kamu tidak tahu apa-apa Ran dan kamu kan hanya tahu cerita dari Alya saja," jawab Alex ketus.
Rani berpikir dalam hatinya soal foto saja di permasalahkan dan itu menurut Rani masalah sepele. Apakah Alex tidak menyadari bahwa Alex sudah mengkhianati Alya berkali-kali dan terakhir malah lebih parah mencoba berselingkuh dengan tetangganya sendiri. Rani seakan terbakar amarah dan dia terlihat kesal dengan suami sahabatnya tersebut.
"Mas! Apa Mas tidak menyadari kesalahannya sendiri yang telah berulangkali mengkhianati istri!? Alya dan Bram hanya salah paham dan jelas-jelas yang membuat onar adalah tetangga sebelah." tegas Rani kesal.
Sontak Alya dan Alex pandangan mereka mengarah ke Rani. Terlihat Alya mengelus pundak Rani, dia seakan tidak mau jika sang sahabat terlalu ikut campur lebih dalam masalahnya dan menumpahkan kekesalan kepada suaminya. Alya pun tahu Rani sangat kecewa dengan Alex yang dari dulu mengkhianati sahabatnya itu. Jadi mungkin wajar kekesalan yang dia pendam selama ini dia tumpahkan semua kepada Alex.
"Ran! Kenapa kamu ikut campur masalah rumah tanggaku!" sindir Alex tersenyum sinis.
__ADS_1
Bersambung...