
Alya pun memutuskan keluar kerja karena beberapa hari ini kondisi badannya mulai tidak stabil dan ternyata ada perubahan dari sang suami Alex. Dia memberikan uang resiko dapur dan kebutuhan anak lebih, kepada Alya sang istri. Meskipun mungkin itu tidak seberapa tapi bagi Alya di syukuri saja.
"Alhamdulillah suamiku berubah dia memberikan uang gaji tepat waktu dan lebih." gumam hati Alya.
Terlihat kembali normal kehidupan Alya bersama sang suami rukun terlihat. Tapi entah mengapa hati Bu Wina seakan merasakan dihinggapi rasa cemburu ketika Alya mendapatkan perhatian yang lebih dari sang suami Alex.
______
"Bu, alhamdulilah akhirnya suamiku sekarang baik dan pengertian sama aku. Uang gaji tidak perlu lagi aku tagih," ucap Alya kepada Bu Wina ketika sang tetangga tengah mampir datang ke rumah Alya.
Bu Wina hanya tersenyum tipis dan mengucap syukur. Itu pun kata yang terucap dari mulut sang tetangga tidak banyak kata hanya rasa syukur saja. Semenjak Alya tidak bekerja pemasukan Bu Wina pun berkurang karena Alya tidak memberikan uang lebih lagi kepada sang tetangga tersebut, karena Bu Wina sekarang tidak mengasuh anaknya Alya dan Bu Wina pun tidak mendapatkan jatah sembako dari Alya.
"Bu, kenapa sedang banyak pikiran ya?" tanya Alya kepada Bu Wina yang terlihat melamun ketika sedang ngobrol dengan Alya pandangan tidak fokus.
"Ibu sedang kesulitan keuangan Al, semenjak kamu memberhentikan Ibu kerja. Sekarang Ibu tidak ada pemasukan uang dan sembako," terdengar Bu Wina sangat memelas. Seakan ingin dikasihani oleh Alya.
______
Alya nampak menghela napas secara perlahan. Dia pun sangat menyadari kondisi keadaan Bu Wina saat ini seperti apa. Alya pun seakan punya inisiatif terhadap tetangga tersebut. Dia ada uang sisa resiko dari sang suami dan niat dia akan memberikan uang tersebut kepada Bu Wina.
"Bu, ini ada sedikit uang buat jajan," Alya mengambil beberapa lembar uang warna merah dari dalam dompetnya.
"Al, kamu kan,,!" ucap sang tetangga mengagntung perkataannya.
"Sudah Bu, ambil saja. Aku ada uang lebih dan tunggu sebentar Bu," Alya kemudian berlalu dari hadapan Bu Wina ke dalam dapur lalu dia mengambil sembako yang dia masukan kedalam kantong keresek.
"Bu, ini ambil untuk sementara Alya hanya bisa memberikan sedikit sembako," ucap Alya tersenyum renyah kepada sang tetangga.
_______
Sontak Bu Wina begitu terharu dengan perlakuan Alya. Dia pun bercerita bahwa sang suami akan mulai bisnis bulan depan bersama temannya dan mudah-mudahan lancar.
__ADS_1
"Kirain Bapaknya Diana sudah mulai berbisnis Bu," ucap Alya.
"Belum Al, doakan saja ya. Kalau sudah mulai bisnis mungkin Ibu gak akan kekurangan seperti ini. Gaji Diana tidak seberapa dan hanya cukup untuk bayar cicilan motor dan makan dia sehari-hari," terdengar Bu Wina seperti sedang mengeluh dan menghela napas panjang.
"Sudah Bu, jangan terlalu dipikirkan. Nanti juga ada rezekinya," jawab Alya seakan menenangkan hati Bu Wina.
_______
Sore pun tiba.
Alex nampak datang dari kantor dan di sambut oleh anak-anaknya dan Alya pun sang istri nampak terlihat senang dengan kedatangan sang suami. Dia dengan sigap menyiapkan kopi hangat untuk sang suami dan cemilan pisang goreng.
Dari pinggir rumah Alya terlihat Bu Wina sedang memperhatikan keakraban keluarga Alya. Entah mengapa hati Bu Wina terasa berdesir tatkala melihat pemandangan tersebut. Dan Bu Wina pun seperti menyadari hal tersebut.
"Entah mengapa melihat keakraban keluarga Alya hatiku merasa tidak terima dan aku cemburu," gumam hati Bu Wina membuang napas kasar.
"Bu, sedang memperhatikan apa!?" tanya sang suami menepuk pundak Bu Wina dari arah belakang dan sontak Bu Wina terkesiap tatkala sentuhan tepukan pundak dari sang suami yang buat dia salah tingkah.
"Ada apa Bu!?" tanya sang suami dihinggapi rasa penasaran karena terlihat sang Istri seorang dihinggapi serba salah.
"Enggak apa-apa kok," jawabnya gugup.
"Tadi Bapak lihat Ibu begitu fokus memperhatikan keluarga kecil Alya. Ada apa!?" tanya sang suami.
______
DEGH...
"Berarti sedari tadi suamiku memperhatikan aku ketika aku fokus melihat keluarga kecil Alya yang nampak harmonis," gumam hati Bu Wina terlihat salah tingkah.
"Bu, ada apa!?" kembali sang suami bertanya.
__ADS_1
Sang istri pun berdalih kepada sang suami bahwa dia sangat senang dengan keluarga kecil Alya, akhirnya mereka bisa akur kembali. Padahal dalam hati Bu Wina, dia seakan tidak suka melihat keakraban yang terjadi diantara Alya dan Alex. Semenjak Alex alyur dengan sang istri, Alex tidak lagi membelikan dia sembako dan uang untuk jajan. Dan Bu Wina pun berpikir, semenjak hubungan Alex dan Diana renggang sifat Alex jadi berubah. Bu Wina seakan tidak mau jika Alex menjadi cuek terhadap keluarganya.
"Ya, kita doakan saja semoga seterusnya mereka akur," ucap sang suami.
"Aku kok tidak berharap seperti itu," gumam hati sang istri mendelik.
"Mereka baik terhadap kita Bu, jadi kita harus selalu mendoakan mereka agar hidupnya rukun. Jangan sampai kita mengecewakan mereka." ucap sang suami.
_______
Sang suami pun membahas uang yang 5 juta yang di berikan dulu oleh Alex dan sang suami merasa kebaikan Alex harus dia balas dengan setimpal karena jarang tetangga yang bersifat peduli. Apalagi bagi sang suami yang jumlah 5 juta tidak sedikit tapi besar.
"Bapak dong harus seperti Alex! Dia selain kerja ada sampingan bisnis juga," sindir sang istri.
"Bu, kan aku sedang berusaha karena ada masalah jadi di undur bisnisnya bulan depan. Sabar dong," sang suami tak kalah menyindir sang istri. Terlihat sang suami mukanya cemberut, dia seakan tidak suka kalau di bandingkan dengan orang lain.
______
Terlihat Bu Wina pun seakan menyesali ucapannya karena melihat perubahan muka sang suami cemberut seakan kesal terhadap dirinya. Bu Wina tidak habis akal, dia langsung menggenggam erat jemari tangan sang suami kemudian dia berbicara bahwa baru saja dia diberikan uang oleh Alya dan sekantong keresek sembako.
"Alya baik Pak, alhamdulilah Ibu barusan diberikan uang dan sembako," ucap sang istri seakan ingin melumerkan suasana.
"Kamu pun harus seperti Alya kalau ada rezeki bagi-bagi ke tetangga," sindir sang suami seakan tidak mau kalah karena baru saja dia dibandingkan dengan Alex. Jadi dia berpikir dia pun bisa membandingkan istrinya dengan Alya yang jauh peduli.
"Aku baik kok, sama keluarga mereka. Aku peduli dengan anak-anaknya," sang istri terlihat kesal ketika berucap.
"Tapi kan itu di gaji sama Alya, berarti kerja!" sindir kembali sang suami.
Akhirnya mereka pun beradu mulut. Seakan malas untuk menanggapi ocehan sang istri, sang Sumi pun berlalu dari hadapan sang istri pergi memasuki rumah.
Bersambung...
__ADS_1