Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 65 Alya Pun Kembali Pulang


__ADS_3

"Alya, mungkin kalau menurut Bapak, Diana yang menggoda suami kamu dan kamu harus bersikap tenang, jangan salah sangka kepada suami kamu," ucap sang Bapak.


"Bapak aneh malah membela Alex," ucap Wisnu, kakak dari Alya.


"Wisnu, kamu bisa diam tidak. Kamu jangan memanasi keadaan," sang Bapak terlihat kesal. Wisnu pun akhirnya diam dengan pandangan mendelik ke arah Alex.


"Kalau menurut Ibu, punya tetangga seperti itu bahaya. Mungkin lebih baik kalian pindah saja rumah dari sana," ucap sang Ibu.


"Memangnya pindah rumah gampang Bu," ucap Alya terdengar ketus.


"Isi saja rumahku yang ada dekat dengan kota kamu itu. Kebetulan 2 bulan lagi yang kontrak rumah habis masa kontraknya," tegas Wisnu sang kakak.


Kebetulan Wisnu mempunyai rumah dekat dengan rumah Alya dan jaraknya sekitar setengah jam dari rumah Alya. Wisnu ingin menyelamatkan rumah tangga sang adik. Meskipun dalam hatinya dihinggapi rasa kesal terhadap Alex.


_______


"Aku ragu Kang, apakah Alex masih bisa bertemu dengan wanita itu kalau masih satu kota," Alya mendelik pandangannya ke arah sang suami.


"Sudah Al, kamu jangan berprasangka buruk terus terhadap suami kamu. Siapa tahu Alex berubah dengan kejadian ini dia lebih menghargai kamu," bela sang Bapak.


"Maafkan aku Al, aku tidak akan mengulangi perselingkuhan atau memberikan peluang untuk bisa bertemu lagi dengan Diana," ucap Alex dengan bibir yang bergetar.


Nampak Alya diam sejenak rasanya dia seperti tidak yakin dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami karena perselingkuhan yang Alex lakukan sudah berulang kali. Nampak sang Bapak mengelus pundak sang anak dan mencoba meyakinkan hati sang anak kalau semua pasti akan baik-baik saja.


______


Dalam hati Alya berpikir mungkin dia akan membalaskan dendam dulu terhadap Bu Wina atau Diana. Dengan cara efek jera terhadap mereka karena selama ini Alya hanya diam membisu seakan tidak memberikan sebuah pelajaran.


"Baik, aku akan maafkan kamu, tapi ingat ya, jika kamu mengulangi perbuatan kamu lagi dengan cara mengkhianati ku lagi. Aku tidak akan segan akan menceraikan kamu!" ancam Alya pandangan mengarah ke Alex dengan sorot mata tajam.


"Al, apa kamu yakin dengan memaafkan Alex. Sementara kesalahan dia sudah terlalu banyak kepada kamu," ucap Wisnu seakan tidak setuju dengan keputusan yang di sampaikan oleh sang adik.

__ADS_1


Nampak Alya tersenyum sinis. Dia berpikir dalam hatinya bahwa dia akan merencanakan sesuatu kedepannya terhadap Bu Wina dan juga Diana.


______


"Mungkin kali ini akan aku maafkan. Untuk sementara selama 2 bulan tidak apa-apa, aku tinggal di rumah itu sambil menunggu rumah Kang Wisnu kosong yang di kontrak sama orang lain," ucap Alya dengan tegas.


Dalam hati Alex tersenyum gembira karena akhirnya dengan luluh Alya mau dia bawa pulang ke rumah. Kedua orang tuanya Alya pun seakan tidak percaya dengan keputusan yang Alya ambil. Mereka berpikir Alya akan tetap tinggal di kampung tidak mau pulang ke rumahnya.


"Mah, kita mau pulang jam berapa!" ajak Arya merengek kepada Alya yang tiba-tiba datang dari arah teras rumah.


"Nanti sore Sayang," jawab Alya.


Nampak terlihat muka dari sang anak tersenyum lebar tatkala sang Mama berucap seperti itu. Arya pun bergelayut manja kepada sang Papa. Kedua orang tuanya Alya hanya dapat mengelus dada dalam hati mereka berdoa semoga Alex akan berubah dan kehidupan rumah tangga sang anak kedepannya akan baik-baik saja.


_____


Sore pun tiba.


"Bawa ke kantor suami kamu dan kamu juga ada sahabat yaitu Rani, atau bawa ke sekolah Arya disana kan Ibu-ibu suka anterin anaknya sekolah," sindir sang Ibu kepada Alya.


______


Alya hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Nampak terlihat sang anak Arya sudah duduk di belakang mobil.


"Nak, duduknya di depan saja biar Mama di belakang," ucap Alya kepada sang anak.


"Al, jangan gitu," sang Ibu mencolek punggung anaknya tanda tidak suka dengan sikap Alya yang seakan ingin menjauh tempat duduknya dari sang suami.


Arya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau duduk di depan. Alya pun dengan wajah cemberut dia duduk di depan.


"Nanti minggu depan Nenek dan Kakek datang ke rumah Arya ya," ucap Ibunya Alya, tersenyum ke arah sang cucu.

__ADS_1


Nampak sang anak tersenyum lebar tatkala mendengar kabar tersebut bahwa Nenek dan Kakeknya akan datang minggu depan ke rumahnya.


"Asik, benar ya," jawabnya.


_______


Sang Nenek pun nampak memberikan uang beberapa lembar kepada Arya dan adiknya. Sang anak pun terlihat riang tatkala mendapatkan uang tersebut.


Setelah semuanya selesai Alya dan Alex pun nampak pamit. Alya terlihat berkaca-kaca matanya seakan akan ada air mata yang akan tumpah disana. Sang Bapak menepuk pundak Alya secara perlahan dan berbisik mencoba menguatkan hati sang anak agar tetap tegar dan tenang di kala sedang menghadapi cobaan.


"Harus kuat jangan cengeng." ucap sang Bapak. Alya nampak mengangguk secara perlahan dan mencium kedua punggung kedua orang tuanya. Begitupun sama yang di lakukan oleh sang suami dan anaknya.


_____


Selama dalam perjalanan nampak Alya tidak bergeming sedikitpun. Dia hanya diam tidak banyak kata yang terlontar dari mulutnya. Matanya lekat menyusuri setiap jalanan dan suara anak pun nyaris tak terdengar. Kedua anak dari Alya seakan merasakan kegundahan yang dirasakan oleh sang Mama. Mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing. Sekali-kali Alex melirik ke arah kaca spion untuk memastikan Arya yang duduk di belakang sedang tidur atau tidak. Nampak Arya matanya fokus ke jalanan pertanda dia sedang berada di pikirannya dan entah apa yang sedang dia pikirkan.


_______


"Nak, enggak tidur." Alex memulia pembicaraan dan tersenyum renyah kepada Arya menoleh ke belakang.


"Enggak ngantuk Pah," jawabnya.


Arya seakan ingin cepat pulang ke rumah karena dia rindu dengan suasana sekolah dan teman-temannya.


"Pah, Arya lapar. Mau makan di Restoran," pinta sang anak.


Alex melirik sang istri yang pandangan matanya tetap fokus ke arah jalanan. Alex pun seakan ragu untuk mengajak sang istri untuk sekedar mampir ke rumah makan karena permintaan sang anak.


"Ya sudah, kita mampir di Restoran kasihan anak kita," Alya akhirnya berbicara. Nampaknya meskipun pandangan matanya ke arah jalanan tapi kuping Alya masih tetap mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh anak dan suaminya itu.


Alex tersenyum lebar tatkala sang istri merespon ucapannya. Alex mengusap lembut rambut sang istri namun dengan cepat Alya menghindar seakan malas untuk mendapatkan belaian dari Alex.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2