
Nampak di tempat rekreasi Alya terlihat melamun. Sang anak tengah asik renang dengan Alex, sedangkan Ibu mertua dan Bu Wina tengah ngobrol dan jaraknya agak jauh dari Alya karena dia tengah memberi susu botol sang anak sambil menggendong agar anaknya tidur.
"Diana, dia kemana? Tadi dia disini," gumam hati Alya.
Entah mengapa perasaan Alya terasa tidak enak dan dia pun secara perlahan terus berjalan di tempat rekreasi tersebut yang terlihat ramai. Sang Ibu mertua dan Bu Wina tidak menyadari kepergian Alya yang sedang menggendong anaknya. Mata Alya nampak berselancar mengelilingi area sekitar.
_______
DEGH...
Betapa terkejut hati Alya tatkala melihat Diana tengah bersama Alex dan entah mengapa dadanya terasa berdesir seakan tidak karuan. Terlihat Diana kepalanya bersandar di bahu Alex sang suami.Terlihat Alya mengepalkan kedua tangannya dan Alya pun berusaha mengatur detak jantungnya yang kian berdetak kencang seakan tidak karuan.
"Apakah aku salah lihat?" gumam hati Alya hatinya berdebar tidak karuan.
Mata Alya membulat dan terlihat dia mengucek matanya, seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Baru selangkah kakinya melangkah, tiba-tiba sang anak Amira merengek nangis. Alya kemudian menenangkan sang anak yang tengah merengek menangis. Alya pandangan matanya menunduk mengarah ke pundak sang anak, dengan mengelus-elus lembut pundak sang anak dan meniup rambutnya karena terlihat peluh bercucuran.
"Nak, gerah ya," ucap Alya kemudian dia mengelap peluh sang anak dengan ujung gendongan dan badan Alya pun kini terlihat membelakangi Alex dan Diana.
_____
Setelah beberapa menit kemudian Amira pun berhenti menangis. Akhirnya Alya bisa menghela napas lega karena sang anak kembali tertidur. Alya pun kembali membalikkan badannya karena dia penasaran dengan sang suami yang tadi tengah berdua bersama Diana dan tadi Alya lihat Diana tengah bersandar ke pundak sang suami.
"Loh, kemana Diana!" gumam hati Alya.
Nampak hanya ada Alex sendiri dan terlihat tiba-tiba sang anak Arya datang menghampiri. Alya pun seakan dihinggapi rasa penasaran dan berpikir dalam hatinya. "Apakah dia tadi salah lihat?".
----------
Beribu tanya hinggap dalam dirinya, Alya pun berpikir mungkinkah karena dia terlalu curiga kepada Diana dan sang suami, jadi pikirannya tidak karuan dan semua itu hanyalah sebuah halusinasi semata. Alya pun menghampiri sang suami yang tengah duduk dengan Arya.
"Mas,,," Anya menepuk pundak sang suami.
Alex pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum ke arah sang istri. Sementara Alya tidak membalas senyuman sang suami, dia terlihat masih cemberut karena dia masih cemburu dengan Diana yang tadi duduk di samping suaminya.
"Iya, Mah, Amira tidur ya," ucapnya sambil mencium Amira sontak dan sang anak pun menggeliatkan tangannya tatkala ciuman mendarat ke pipi tembemnya dari sang Papa.
__ADS_1
"Ganggu saja, jadi bangun!" Alya melotot kepada Alex dan Alex hanya tertawa terkekeh.
_______
Alya pun kemudian menyerahkan sang anak Amira kepada Alex dan dia pun duduk di pinggir sang suami. Terlihat sebelum bicara Alya menghela napas secara perlahan, kemudian menatap lekat ke bola mata sang suami dengan lekat. Sontak sang suami dihinggapi rasa penasaran karena sang istri tatapannya begitu tajam dan penuh curiga.
"Ada apa sih, Mah, tatapannya bikin takut!" Alex tertawa terkekeh seakan tidak paham dengan sang istri yang bersikap demikian.
"Ehemm..," Alya nampak berdehem.
Sang suami terlihat asik mencium sang anak dan nampak seperti tidak ada kejadian apapun hari ini.
"Tadi aku lihat kamu sama Diana!" bisiknya dengan nada seperti dihinggapi rasa kesal dan marah.
_______
DEGH...
Jantung Alex berasa mau copot, dia langsung terkesiap dan sang anak pun yang tengah dia pegang seperti merasakan keterkejutan sang Papa. Alya pun nampak terlihat curiga dengan keterkejutan sang suami.
Alex nampak menghela napas secara perlahan kemudian dia mencoba menetralkan detak jantungnya. Dia tadi sebenarnya sedang bersama Diana. Tapi dia berpikir kenapa Alya melihatnya dan sungguh ini membuat Alex berpikir keras. Ucapan bohong apa yang akan dia utarakan kepada sang istri, agar dia percaya terhadap dirinya bahwa dia tidak bersama Diana.
"Mah, mungkin kamu salah lihat. Tanya saja Arya, aku tadi berdua saja kok, sama Arya," dada Alex berdegup kencang dengan melirik sang anak Arya, karena Alex pun takut jika sang anak bicara yang sebenarnya bahwa tadi ada Diana datang.
"Nak, tadi benar kan Kak Diana datang kesini!?" tanya sang Mama tersenyum renyah.
_______
"Arya, ayo! Makan dulu Nak!" ucap sang Nenek yang tiba-tiba datang menghampiri.
"Sama Nenek gendong ya," ucap Alex menatap lekat ke arah Amira sambil menyerahkan sang anak kepada Neneknya.
Alex nampak bisa menghela napas lega, karena dengan kedatangan sang Ibu, sang anak Arya tidak jadi di interogasi oleh Alya.
"Ayo, Kak Diana sudah nunggu dari tadi, katanya makannya mau di suapi sama Kak Diana," ajak sang Nenek kepada cucunya itu.
__ADS_1
______
Arya pun kemudian mengekor dari arah belakang sang Nenek dan Alex pun menggandeng lengan sang istri. Hati Alya dihinggapi rasa bergemuruh yang hebat karena dia berpikir, belum tuntas apa yang dia tengah bahas mengenai Diana yang baru saja keberadaannya bersama Alex.
"Sudah Mah, kamu tadi sedang melamun. Tidak ada Diana tadi menghampiri aku. Dengar sendiri kan, apa yang di ucapkan oleh Ibuku barusan, Diana dari tadi menunggu Arya untuk di suapi makan," ucap Alex seakan ada celah untuk membela kebohongan dirinya. Nampak Alya hanya diam dan dalam dirinya menghinggapi beribu tanya.
_____
"Sini Sayang, makan dulu," tiba-tiba Arya datang menghampiri Diana dan duduk tepat di pinggir Diana.
Diana langsung menyuapi Arya dan terlihat sang anak tersenyum lebar saat Diana menyuapinya.
"Kamu makan Na, jangan fokus terus suapi Arya," ucap Ibunya Alex.
"Kak, nanti pulangnya Kakak duduk didepan lagi ya, sama Arya," ucap sang anak sambil mengunyah makanan yang di sodorkan ke mulut Arya oleh Diana.
Diana tidak menjawab malah ekor matanya terlihat mengarah ke Alya. Diana pun seakan ragu untuk menganggukkan kepalanya.
"Iya, pasti Sayang, nanti Kak Diana di depan lagi biar nanti kamu tidur di mobil pulangnya. kan, Kak Diana pandai bercerita dongeng jadi kamu nanti di nina bobokan. Sekarang makan dulu yang banyak, anak pintar," sang Nenek terdengar merayu sang anak.
"Asik,,,," ucap Arya tersenyum bahagia.
______
Alya mencoba menyabarkan dirinya dan ingat selalu dengan pesan sang sahabat yaitu Rani, harus sabar dan anggap saja kalau Ibu mertua menyindir perasaannya itu hanya angin lalu.
Ting ..
Tiba-tiba pesan berbunyi dari ponsel milik Alya dan nampak Rani memberikan sebuah pesan dengan menanyakan liburan dia bersama keluarga.
Rani berharap Alya beserta keluarganya lancar liburannya, dan pesan dari Rani agar Alya selalu tersenyum dan tahan rasa curiga dan emosi dia. Rani pun mengingatkan kepada Alya demi anak-anak mendapatkan kebahagiaan dan jangan sampai kebahagiaan mereka, Alya usik karena rasa kesalnya terhadap mertua, atau curiga yang berlebihan kepada tetangganya yaitu Diana.
"Kamu memang selalu menyabarkan hati aku Ran," gumam hati Alya.
Alya pun hatinya tidak bergejolak lagi, dia merasa sedikit tenang karena Rani sang sahabat telah menenangkan dan menyabarkan hatinya melalui sebuah pesan.
__ADS_1
Bersambung..