
"Bu, kata Mas Alex nanti gaji pertama Diana jangan dipakai untuk bayar utang Ibu, ke Mas Alex. Dia bilang pakai saja untuk memenuhi kebutuhan Diana," ucap sang anak ketika pulang dari kantor kepada sang Ibu.
Nampak Bu Wina seperti dihinggapi rasa heran karena dia sudah berjanji kepada Alex, akan membayar utang tersebut. Bu Wina pun nampak berpikir dalam hatinya. "Ada kejutan apa lagi yang di berikan oleh Alex dan apa maksud dari semua ini?"
"Ibu enggak salah dengar Nak?" tanya sang Ibu seperti dihinggapi rasa penasaran dengan ucapan sang anak.
•••
Diana pun hanya menganggukkan kepalanya, tapi dalam diri Diana seakan berpikir ada kejanggalan dari diri suami tetangganya itu. Karena Alex memperlakukan dirinya, seakan ada rasa. Nampak terlihat dari cara ketika makan siang tadi, tanpa sengaja atau di sengaja, sang tetangga tersebut menggandeng tangan Diana dan terlihat nampak dari raut muka Alex terlihat merah merona tatkala Diana mencoba menepis tangan Alex.
Kejanggalan lain nampak dirasakan oleh Diana, tadi ketika dia turun dari dalam mobil, Alex memberikan uang 3 lembar berwarna merah dengan alasan untuk pegangan Diana, selama dia belum mendapatkan gaji.
Diana pun merasa di perlakukan spesial dan diperhatikan oleh Alex, dan ini seakan membuat hati Diana seakan malu dan canggung karena Alex adalah suami dari Alya yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.
____
"Kamu ketawa sendiri, ada apa?" tanya sang Ibu menepuk pundak sang anak yang sedang melamun memikirkan sifat suami tetangganya itu yang terlihat aneh akhir-akhir ini semenjak dia jalan bareng ketika pergi ke kantor.
"Mikirin Mas Alex!" dengan spontan Diana berucap.
Sontak sang Ibu terkejut dengan ucapan sang anak. Sang Ibu berpikir sang anak tengah memikirkan sosok suaminya Alya, sebenarnya ada hubungan apa.
"Kamu ada hubungan apa sama Mas Alex?" tanya sang Ibu seperti dihinggapi rasa penasaran dan bingung.
"Yey, Ibu. Kok pake nanya gitu segala. Masa ada hubungan sih, Bu! Diana cuma heran kepada Mas Alex begitu perhatian kepada Diana dan aneh mungkin terdengar di kuping Ibu," ucap Diana menyangkal.
"Mungkin iba dengan keadaan kita," jawab sang Ibu menerka.
__ADS_1
_____
Bu Wina pun nampak merasa malu jika yang dikatakan sang anak benar adanya, bahwa utang yang dipinjam dia kepada Alex jangan dibayar seperti yang di ucapkan oleh sang anak tadi. Padahal sang Ibu berpikir begitu banyak keperluan Alya, karena Alya selalu mengeluh dengan resiko sang suami yang nampak kurang dan selalu telat itu.
"Nak, kalau nanti gajian pertama, kamu kasih makanan saja anak-anaknya. Bagaimanapun kita sudah di tolong oleh Bapaknya anak-anak, jadi kita harus mengambil hati Bapaknya," ucap sang Ibu.
"Pasti dong Bu, tanpa di suruh oleh Ibu pun pasti Diana lakukan," jawab sang Ibu.
"Anak pintar," ucap sang Ibu tersenyum puas
_______
TOK...
TOK...
TOK...
Karena dihinggapi rasa penasaran Bu Wina dan Diana pun menyeret langkah kakinya ke arah teras. Dan nampak Alya yang datang dengan membawa oleh-oleh untuk keluarga Bu Wina.
____
"Bu, ini ada sedikit oleh-oleh dari Ibu mertua, kebetulan dia sudah datang," ucap Alya tersenyum ramah kepada Bu Wina dan nampaknya Alya sudah melupakan obrolan Bu Wina dengan sang suami mengenai masalah utang dan Alya pun seakan tidak memperdulikan hal tersebut yang dia pikirkan saat ini hanyalah anak-anaknya.
"Wah, Ibu mertua kamu sudah datang Al," ucap Bu Viona dengan mengucapkan terima kasih karena oleh-oleh yang diberikan cukup banyak.
"Sudah Bu," jawab Alya.
__ADS_1
•••
Terlihat Alya memakai polesan bibir dan hal ini seakan membuat Bu Wina mengerti, karena Bu Wina tahu sang Ibu mertua dari Alya menginginkan sang menantunya terlihat dandan ketika ada sang suami.
"Mbak Alya, cantik," goda Diana dengan pandangan fokus mengarah ke bibir mungil Alya yang terlihat memakai lipstick berwarna merah merona. Terlihat Alya pun tersipu malu dengan godaan Diana tersebut.
"Akh, kamu bisa saja," jawab Alya.
Alya pun pamit pulang dari rumah Bu Wina, terlihat Bu Wina pun tersenyum saat Alya kembali memakai lipstick yang berwarna merah merona tersebut.
______
"Kasihan Alya kalau menurut Bapak sebenarnya dia itu tertekan Bu," ucap Pak Hasan suami dari Bu Wina.
"Tertekan bagaimana Pak?" tanya sang istri seakan tidak mengerti dengan ucapan sang suami yang terlihat terlalu dalam mengetahui keadaan Alya sang tetangga.
"Ya, Ibu mertuanya yang selalu ngatur. Masalah dandan saja di permasalahkan," ucap sang suami.
"Ya, mungkin kalau Ibu mertuanya ingin Alya itu terlihat cantik di depan anaknya tidak apa-apa kalau menurutku," jawab sang istri sambil memasukkan kue ke dalam mulutnya, yang baru saja diberikan oleh Alya tetangga sebelah.
"Mungkin kalau punya anak kecil malas buat dandan Bu," bela sang suami.
"Aku enggak gitu dulu Pak, pas punya Diana masih kecil tetap saja dandan," Bu Wina seakan mengingat dirinya sendiri yang kala itu selalu dandan walau anaknya masih kecil.
"Ya, karena kamu ganjen, hehehe,," sindir sang suami seakan menyindir sang istri.
"Enak saja ganjen, aku dandan biar suami gak melirik wanita lain," ejek Bu Wina mendelik.
__ADS_1
Bersambung...