
Pagi harinya Naila dengan badan yang sudah seperti ingin remuk , Naila menoleh ke arah suami nya yang masih nyenyak dengan alam tidur nya membuat Naila langsung mengambil Bantal dan memukul wajah Suami nya dengan sangat kesal.
" aduh aduh , woi kau gila apa " ucap Irsyad buru buru bangun.
" kau yang gila , kenapa kamu mau membunuh ku semalam hah , apa otak mu sudah kecil ?? tanya Naila kesal.
Irsyad langsung teringat ramuan yang diberikan oleh mami dan Oma nya membuat irsyad hanya bisa cengingisan dihadapan Naila.
" Kenapa senyum senyum kamu gila ?? tanya Naila lagi.
" ini bukan salah ku tapi salah mami dan Oma yang memaksaku meminum ramuan gak jelas itu " ucap Irsyad.
" kamu hanya alasan saja , jangan dekat dekat dengan ku aku sudah malas berdekatan dengan mu , kamu stres " ucap Naila membungkus badan nya dengan selimut dan melangkah ke arah kamar mandi.
" aku minta maaf we " teriak Irsyad tapi tidak didengar kan oleh Naila.
" mulut nya keceplosan , baru dengar aku kata maaf dari nya " gumam Naila terus melangkah ke arah kamar mandi.
Sedari tadi Naila hanya bersikap cuek kepada Irsyad yang membuat Irsyad sendiri merasa pusing.
Kini mereka sedang duduk di meja makan untuk sarapan bersama , Oma dan mami Rin hanya diam dan beberapa kali menatap Irsyad yang terlihat pusing.
Tanpa Rasa bersalah kedua perempuan tersebut hanya bersikap seolah mereka tidak tau apa apa.
" makan lah yang banyak Naila " ucap mami Rin.
" iya mi , terimakasih " saut Naila.
__ADS_1
" kenapa kamu dari tadi cuek saja dengan ku ?? tanya Irsyad.
" Oma , Apa Oma mendengar nyamuk berbicara ?? tanya Naila ke Oma dan hanya di angguki oleh Oma dengan senyuman manis nya.
" kenapa kalian tega sekali " ucap Irsyad mengusap wajahnya kasar tidak tau harus bagaimana lagi.
" papi duluan berangkat ya , sudah kenyang " ucap Papi irsyad yang tidak mau terlibat.
" mami antar ya pi , Sampai depan " ucap mami Rin yang satu prinsip dengan suami nya.
" oma juga sudah kenyang , Oma mau nonton sinetron lagi ahg " ucap Oma ikut berdiri.
" sayang aku minta maaf " ucap Irsyad saat melihat semua orang sudah pergi.
" apa dia lagi kesurupan hingga dia memanggil ku sayang dan apalagi ini dia kembali minta maaf " gumam Naila.
" kamu mau kemana ?? tanya Irsyad
" ngampus " saut Naila ketus dan singkat.
" kenapa ngampus ?? tanya Irsyad lagi.
" terserah ku saja , aku sudah lama tidak ke kampus , cuti ku malahan sudah lebih " ucap Naila membuat Irsyad dengan wajah Kesal nya ikut berdiri dan melangkah ke atas kamar nya.
Singkat Cerita Naila sudah berangkat ke kampus , Naila sudah tidak sabar bertemu dengan Ciara.
Irsyad juga ikut kekampus secara diam diam , dia hanya mengikuti istri nya dari belakang.
__ADS_1
tak lama Naila sudah sampai disana dengan segera dia melangkah masuk , setiap langkah nya dia terus menoleh ke sembarang arah untuk mencari Ciara.
Naila melihat Ciara yang sedang duduk mengotak-atik ponsel nya dengan langkah pelan dia mendekati Ciara dan
" waaaah " Naila berteriak didepan Ciara yang refleks membuat Ciara lompat.
" hahahahaha " tawa Naila
" Astaga , Nailaaaaaa " teriak Ciara sangat kesal.
Naila yang ingin ikut duduk kaget saat seseorang memeluk nya dari belakang.
" sayang , kenapa baru datang , aku sangat merindukan mu , kamu kemana saja sih " ucap Adit membuat Naila langsung memberontak untuk dilepaskan.
" apa apaan sih dit , malu tau dilihat orang " ucap Kesal Naila sedangkan Ciara yang melihat nya hanya diam dengan hati yang sudah geram kepada Adit.
Tak kalah pula dengan Irsyad yang memantau Naila , Wajah irsyad seperti di penuhi oleh darah hingga sangat merah , Irsyad ingin sekali kesana untuk menghajar laki laki tersebut tapi dia masih tau dimana dia berada.
" aku hanya kangen saja sayang " ucap Adit
" putus sekarang juga Nai " gumam Ciara geram.
Irsyad yang sudah memakai rambut dan brewok nya langsung melangkah kesana melewati Naila begitu saja dengan suara menyindir.
" kalau mau pacaran di gunung ,jangan buat kotor kampus. " ucap Irsyad saat sudah melewati mereka.
Naila sangat kaget dan takut saat ini dia tidak tau harus bagaimana dengan situasi seperti ini.
__ADS_1