Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
makan malam


__ADS_3

Malam hari mereka berkumpul , keluarga pak Andi juga sudah mengundang kedua orang tua Naila untuk datang membicarakan hal yang sangat penting.


Sedari tadi Naila hanya bersikap manja kepada sang suami selalu menempel kan hidupnya di dada Irsyad membuat Erza yang melihat nya hanya bisa menelan ludahnya kasar.


" enak ya kalau sudah nikah " ucap Erza pelan.


" makanya kamu juga nikah lah " ucap Oma yang masih mendengar suara pelan dari cucu nya.


" wah telinga Oma ternyata masih berfungsi dengan baik , Erza pikir Oma sudah tuli " ucap Erza membuat Oma melempar bantal sofa ke wajah Erza.


" mau ku jahit tu bibir mu sialan " ucap Oma tegas membuat Erza lagi dan lagi hanya bisa menelan Salivnya kasar.


" mas kalau Erza itu sepupu mu jadi orang tua Erza anak Oma dong , dan yang anak Oma siapa ayah nya atau ibu nya ?? tanya Naila yang penasaran.


" ibu nya , adik nya papi tapi ayah nya si Erza juga punya perusahaan yang cukup besar di luar sana jadi aunty jarang kesini malahan sudah lama sekali aunty gak kesini " ucap Irsyad.


" tenang ada anak nya yang mewakili " saut Erza.


" kau itu manusia bawaan siapa sih , Jin ,setan , Kunti , pocong atau kuyang sih Erza " ucap Oma kesal gak sadar dengan tingkah nya yang lebih parah dari cucu nya.

__ADS_1


" seperti nya ada yang baru sebut kembaran nya " ucap Erza pura pura menoleh ke arah lain sambil bersiul.


Dan tanpa kesengajaan bel rumah berbunyi menandakan kedua orang tua Naila sudah datang membuat Erza bernafas lega bisa menghindari Oma nya.


Kini mereka terlebih dahulu berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.


" loh saya tidak tau kalau pak Andi mengundang kami buat makan malam " ucap pak Ghibran tertawa renyah.


" ini hanya makan malam kecil kecilan sebelum kita bicara soal hal yang serius dan alangkah baiknya kita mengisi perut dulu agar otak bisa lancar haha " ucap Pak Andi.


" dan kantuk pun semakin melanda jika kenyang " lanjut Erza membuat mereka semua menoleh ke arah Erza dengan tatapan mata yang sulit di artikan.


" owh maaf Om Tante , saya hanya sekedar menghibur dan buat Oma marah biar cepat tenang " ucap Erza yang kembali membuat mereka Manahan tawanya.


" Erza gak baik seperti itu " ucap pak Andi tegas.


" maaf Oma cuma menghibur " ucap Erza menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


mereka menikmati makanan mereka dengan Hening tapi keheningan tersebut langsung pecah saat Naila merengek ke suami nya.

__ADS_1


" mas ambil itu " rengek Naila menunjuk ke rendang milik Erza yang baru di taruh nya.


" kakak ipar kau menunjuk ku, wahaha tu dengar Irsyad istri mu mau nya dengan ku saja " ucap Erza.


" ogah , aku mau rendang yang dipiring mu "ucap Naila yang kembali membuat pandangan mereka semua ke arah Naila dengan tatapan aneh.


" tapi kan itu masih ada kak , dan ini baru ku taruh di piring ku " ucap Erza.


" iya aku tau , tapi dagingnya beda yang di situ sama yang dipiring mu, kamu mengambil yang empuk " ucap Naila seperti bisa membedakan potongan potongan daging yang sudah di campur oleh bumbu.


" cepat berikan Erza " ucap Oma tegas.


" tapi Oma " ucapan Erza terpotong oleh mami Irsyad.


" gak ada tai tapian , cepat " ucap mami Rin tak kalah tegas.


" astaga , maaf ya pak Andi , Bu Rin dan Oma , saya baru tau kelakuan Naila ada yang seperti ini , saya sungguh merasa tidak enak " ucap Pak Ghibran.


" nanti aku yang akan bicara sama si Afra , jadi tenang lah ini memang harusnya terjadi " ucap Bu Rin yang membuat mereka Bingung kecuali Oma yang hanya senyum senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2