
Setelah makan malam Irsyad dan Naila langsung naik ke kamar yang berada di lantai 3 , Irsyad langsung merebahkan tubuh nya fi kasur sedangkan Naila bingung harus apa , walaupun dirinya sudah sepenuhnya milik sang suami tapi ada rasa canggung dan malu jika langsung ikut berbaring begitu saja di samping Irsyad.
" kamu mau hormat disitu berdiri ?? tanya Irsyad yang hanya melihat Naila berdiri mematung
" aku tidur dimana kak ?? tanya Naila sedikit berbata-bata
" tidur lah disini , aku tidak akan memakan mu jika kamu tidak memaksaku melakukan nya , jika kamu memaksa aku sebagai suami yang baik harus meladeni mu " ucap Irsyad tanpa merasa bersalah sama sekali
" kenapa jadi aku kak ?? tanya Naila sangat kesal
" cepat lah naik " ucap Irsyad tapi Naila hanya diam tak bergeming
" baiklah kalau kamu memaksa untuk melakukan nya lagi, aku akan dengan senang hati melakukan nya " ucap Irsyad mulai duduk di tempat tidur yang membuat Naila memundurkan langkahnya.
" masih perih kak , jadi tolong jangan lakukan lagi " ucap Naila gugup
__ADS_1
" bukan kah kamu yang menginginkan nya , kenapa seolah dirimu yang tidak menginginkan nya , padahal aku yang harusnya menolak " ucap Irsyad
Dengan cepat Irsyad menarik tangan Naila hingga membuat Naila jatuh di tubuh suami nya , hidung nya sangat tergoda oleh wangi badan Irsyad.
Irsyad langsung memegang pipi Naila dan m€n9€cupn¥a , Naila terbawa suasana hingga dia sudah lupa dengan duniawi nya sendiri.
Irsyad melepaskan Ciumannya dan menatap wajah Naila dengan wajah Datar nya
" sekarang kamu ingin memperkosa ku , kamu menindih ku dan mencium ku seenaknya " ucap Irsyad membuat Naila membulatkan matanya dengan wajah yang sudah merona malu
" sudah lah lupakan saja , aku tidak akan mengingatnya , aku hanya akan mengingat jika kamu mesum " ucap Irsyad yang membuat Naila langsung trun dari badan nya dengan kesal
" kenapa dia selalu benar , bukan kah harus nya perempuan yang selalu benar " gumam Naila sangat stres
" tidur lah , aku akan memeluk mu karena aku tau kamu ingin dipeluk oleh ku " ucap lagi Irsyad yang semakin membuat Naila ingin sekali mengetok kepala suaminya dengan samurai.
__ADS_1
Irsyad langsung memeluk tubuh Naila dan menenggelamkan wajah Naila di dadanya ,Naila entah mengapa merasa sangat nyaman dan hangat diperlukan suami nya , ditambah dengan aroma suami nya yang membuat hidung nya seperti mendapat udara segar.
Naila langsung tertidur dengan pulas di pelukan Irsyad , Irsyad yang masih belum memejamkan mata nya menundukkan kepalanya untuk melihat istrinya sudah tidur atau belum , senyuman manis Irsyad terukir saat melihat sang istri yang begitu menggemaskan apalagi jika saat kesal membuat Irsyad semakin ingin merayunya
" aku akan melindungi mu , terimakasih telah menyusul ku kesini dan memberikan harta mu yang paling berharga buat ku , aku akan setia untuk mu " gumam Irsyad dan tak lama dia ikut tidur dengan memeluk sang istri
matahari telah menyinari dunia dengan cahaya nya , Naila membuka matanya lebih dulu dan merasakan ada sesuatu yang berat di pinggang nya , ternyata yang di rasakan itu adalah tangan sang suami.
Naila mencongkel congkel pipi suami nya , tangan nya seperti bergerak dengan sendirinya karena wajah Irsyad yang semakin menggemaskan.
Naila cekikikan sendiri saat melakukan kenakalan nya , membuat Irsyad yang merasa terusik mulai membuka mata nya dan melihat sang istri yang sedang asik dengan wajah nya
" kenapa kamu nakal sekali pagi pagi " ucap Irsyad yang membuat Naila kaget dan pura pura menutup matanya
" tidak usah pura pura tidur , atau aku akan membuat mu tambah pincang " ucap Irsyad yang membuat Naila membuka matanya dengan memasang wajah imut nya.
__ADS_1