
seusai mendonorkan darah , pak Andi langsung ikut duduk di samping kedua orang tua Naila , walaupun dia juga khawatir istri nya akan tambah marah padanya tapi mau bagaimana lagi , orang yang terkena musibah lebih penting dari pada istri nya yang marah
" saya tadi sedikit kaget saat tau jika perempuan cantik ini adalah anak pak Gibran " ucap pak Andi membuka pembicaraan
" iya pak , dia adalah anak satu satu nya kami " ucap pak Gibran sopan
" bapak sangat beruntung mempunyai anak seperti dia , sedangkan putra saya Sangat bandel pak tapi dia juga istimewa di hidup saya " ucap pak Andi
" putra bapak ?? tanya pak Gibran karena dia belum tau jika pak Andi mempunyai anak
__ADS_1
" iya , dia sudah lebih 2 tahun kabur dari rumah dan katanya dia ingin menikmati hidup nya tidak mau hidup dengan harta saya , maksudnya pak dia ingin bekerja sendiri untuk kehidupan nya dan tadi sore saat saya pulang dia datang ke rumah tapi saya mengusirnya " ucap pak Andi dengan suara pelan
" kenapa pak Andi mengusir nya?? tanya ibu Naila yang juga sangat kepo
" ibu " ucap tegas suaminya mendengar kata kata yang tidak sopan menurut nya apalagi orang yang dia tanya adalah orang yang sangat berpengaruh besar bagi negara
" hahaha Santai saja , saya mengusirnya karena saya menyayangi nya , saya ingin dia lebih dari 2 tahun untuk mandiri , dan juga saya merasa emosi saat dia datang lalu mengucapkan kata kata yang tidak pernah saya sangka , saya takut jika dia melakukan hal hal bodoh kepada orang lain hingga dia harus tanggung jawab hingga dia bisa menikah tanpa sepengetahuan saya dan mami nya ,dan saya juga jujur sudah seperti tidak mampu lagi melanjutkan perusahaan saya mungkin nanti ketika saya bertemu putra saya , saya akan menyuruh nya untuk mengganti kan posisi saya di perusahaan dengan kata lain dia yang akan mengambil alih perusahaan saya " ucap panjang lebar pak Andi
" saya berharap putra saya mending dituduh seperti itu dari pada Menikah karena menghamili orang diluar nikah , karena bukan Irsyad yang akan berdosa jika dituduh seperti itu melainkan orang yang memfitnah nya tapi jika melakukan hal hal bodoh kepada anak orang itu akan menjadi dosa besar padanya dan anak nya juga bisa di bilang anak haram " ucap pak Andi
__ADS_1
" maaf saya jadi bercerita seperti itu , kalau begitu saya pamit dulu pak , Bu , cantik " ucap pak Andi
" nggak papa kok pak anggap saja kita sedang musiawara " ucap pak Gibran
" terimakasih atas bantuannya ya pak , saya sungguh merasa lega karena suami anak saya bisa mendapatkan pendonor darah " ucap ibu Naila sopan
" tidak apa Bu , tadi si cantik ini juga menolong saya jadi saya juga tidak boleh membiarkan nya dalam kesusahan " ucap pak Andi
" terimakasih om " ucap Naila dan diangguki oleh pak Andi
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi ya , semoga menantu kalian bisa cepat pulih dan beraktifitas kembali " ucap pak Andi
" amin , terimakasih doa nya pak " ucap pak Gibran yang membuat Naila menatap ayah nya sinis , Naila mengira jika sang ayah hanya akting berbaik hati karena orang di depannya adalah orang yang terpandang