
Setelah mendengar kan semua cerita dari istrinya tentang kecelakaan dan hal yang terjadi pada Ezra hingga Ezra juga ada disana membuatnya sungguh sangat murka, dia ingin segera pergi dari rumah sakit itu untuk mencari Kenzo, namun istrinya juga sudah menceritakan jika Kenzo sudah di tangani oleh Papi dan ayahnya.
Seseorang membuka pintu dan langsung berlari dengan air mata yang sudah tumpah begitu saja melihat putranya sudah duduk di sana.
"Ahhg. hiks..hiks..anakku," ucap Mami Karla sungguh sangat bahagia melihat putranya.
"Mami badanku ingin remuk rasanya," ucap Irsyad membuat Maminya melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
"Anak durhaka, kenapa kamu tidak ada pengertiannya sama sekali, padahal mami hanya akting tadi," ucap Mami Karla membuat Ezra kembali tertawa.
"Hahaha bukan kah mami setiap hari jika tidak ada orang disini selalu menangis, Ezra tau semua tapi Ezra hanya pura-pura tidur hahahaha," ucap Ezra membuat Mami Karla membulatkan matanya.
"Kan namanya orang tua juga khawatir, kan Naila,?" ucap Mami Karla dan di angguki oleh Naila.
Setelah mendengar kabar dari Naila, Oma dan Ciara ke rumah sakit, Oma langsung melangkah ke arah Irsyad.
"Apa kamu sudah baikan,?" tanya Oma.
"Lihat lah Oma, Irsyad sudah bicara," ucap Irsyad.
"Hahaha, kamu sungguh membuat kami hampir mati khawatir," ucap Oma.
"Ciara, peluklah pacar sialan mu itu, jangan mengemis pada istriku Mulu," ucap Irsyad membuat Ciara kalang kabut.
"Hei, mulutmu sungguh sembarangan," ucap Ezra kesal.
"Lihatkan, wajah kalian merah sama-sama, wahahahaha," ucap Irsyad.
"Makan lah dulu, Oma bawa makanan," ucap Oma.
"Ciara juga bawa makanan," ucap Ciara.
"Cieee yang di bawakan makanan," ucap Naila menahan tawanya membuat Ciara sungguh sangat dibuat malu.
"Aku hanya bawa saja kok," ucap Ciara.
"Ahg, sayangnya makanan yang Oma bawa cuma buat Irsyad dan Naila," ucap Oma.
"Oma memang tidak memperhatikan ku," ucap kesal Ezra.
"Ngapain perhatikan orang yang sudah di perhatiin sama perempuan lain," ucap Oma.
"Oma, sudahlah, kasihan Ciara, dia yang malu," ucap Mami.
__ADS_1
"Ciara apa kamu mau jadi istrinya anak durhaka itu,?" tanya Oma membuat Ciara sungguh dibuat sangat malu dan panik.
"Omaa..!" ucap kesal Ezra.
"Katanya mau dekatin Ciara, sampai memohon nomor ponsel Ciara tuh," ucap Naila membuat Ezra sungguh ingin menghilang dari muka bumi.
Di lain tempat, Pak Andi masuk ke dalam gudang dimana Kenzo dan bahannya di sekap.
"Hei bocah, bangunlah," ucap Pak Andi menendang piring kosong didepannya.
Kenzo dan bawahan nya refleks bangun dan menatap pria didepannya.
"Huh, kamu ternyata hanya bocah kemarin soreh, sudah berani mengganggu keluargaku," ucap Pak Andi dengan suara sinis.
"Lepaskan kumohon," ucap Kenzo sudah sangat ketakutan berada disana.
"Pak, mohon lepaskan kami, kami hanya mengikuti perintah Pak Kenzo untuk menerima bayaran," ucap bawahnya.
"Apa semudah itu kalian bicara lepaskan, apa kalian tidak tau penderitaan orang yang kalian sakiti,?" tanya pak Andi.
"Maafkan kami, kami tidak akan melakukan kejahatan lagi," ucap lagi mereka.
"Iya pak, istri saya dan anak-anak pasti mencari saya pak, kalau tidak ada saya mereka tidak bisa makan, dan hanya pekerjaan ini yang bisa saya lakukan," ucap lagi mereka.
"Saya tidak tau tentang apa-apa pak, jadi lepaskan saya, saya mohon," ucapnya lagi.
"Jadi siapa yang membawa truk itu,?" tanya Pak Andi.
"Orangnya sudah tewas," saut Kenzo membuat Pak Andi menatap nya tajam.
"Ku yang membunuhnya, agar dia bisa tutup mulut ke polisi," ucap Kenzo dengan suara tanpa rasa bersalah, hatinya seperti senang melakukan hal tersebut.
"Kamu memang harusnya di musnakan," ucap Pak Andi.
"Bawa anak buahnya ke penjara dan dia jangan biarkan kemana-mana, dia akan merasakan akibat dari perbuatan iblisnya," ucap Pak Andi pada bawahannya.
"Maaf tuan, bisa kah saya yang mengatasi dia,"? tanya orang suruhannya membuat Pak Andi menatap nya.
"Apa tujuanmu,?" tanya Pak Andi.
"Saya yang dulu tuan selamatkan, dan dia yang menyiksa ku serta membunuh istriku bahkan memperkosanya tuan," ucap nya dengan air mata yang sudah menetes.
"Huh, kamu sungguh iblis," ucap Pak Andi ke pak Kenzo.
__ADS_1
"Lakukan apa yang kamu inginkan, aku sudah tidak ada yang kulakukan, putraku sudah siuman," ucap Pak Andi membuat rahang bawahannya tersebut mengeras.
"Dia selamat,?" tanya Kenzo dengan suara putus asa.
"Apa yang kamu ingin kan sialan, jangan dekati aku," teriak Kenzo dengan suara ketukan menatap mantan bawahannya.
"Jangan lakukan jika aku masih disini," ucap Pak Andi.
"Maaf tuan, saya terbawa suasana," ucapnya.
Pak Andi pergi begitu saja dari sana, dan saat pak Andi pergi semua orang bawahannya membawa anak buah Kenzo pergi.
"Tolong, TOLONGGG BAWA AKU..!" teriak Kenzo pada mereka semua.
"Hahahaha kau tidak akan membunuhmu, aku akan menyiksamu, merasakan api neraka sebelum kamu masuk neraka yang nyata di alam sana," ucap mantan bawahannya menyalakan koreknya.
"Apa yang ingin kamu lakukan.!" tanya Kenzo sedikit berteriak dengan badan yang sudah gemetaran.
"Jangan salah paham Bos, rokok lah ini," ucap nya memasangkan sebatang rokok di bibirnya.
"Hisap atau aku bakar wajahmu sekarang,?" tanya nya.
Dengan penuh ketakutan, Kenzo menuruti kemauan mantan bawahannya tersebut.
saat sudah setengah, bawahnya mengambil rokok yang ada di bibirnya.
"Ahhgggggg.....!" teriak Kenzo saat mantan bawahannya mematikan rokok yang masih menyala di telapak tangannya.
"Lepaskan, tolong," ucap Kenzo menangis dilepaskan.
"Apa kamu punya keluarga,?" tanya bawahannya.
"Keluargaku, mereka semua tidak memperdulikan ku, hanya aku yang peduli dengan mereka jadi lepaskan, " ucap Kenzo.
"Bagaimana jika melihat mu seperti ini, apa mereka akan sedih,?" tanyanya lagi.
"Mereka sampah, mereka tidak akan peduli, aku yang terus peduli pada mereka, bekerja keras agar di akui, namun mereka tidak melirikku sedikitpun," teriak Kenzo.
"Karena kamu iblis, tidak ada yang akan melirik iblis," ucapnya.
"LEPASKANNNN..! aku akan melakukan apa yang kamu inginkan," ucap Kenzo.
"Aku ingin sekali membunuhmu, aku baru saja berniat membakar tempat ini agar kamu bisa merasakan api dunia dulu sebelum neraka, namun aku masih mengingat tuan Ezra dan tuan Irsyad, mereka akan menyiksamu dulu baru aku akan senang hati membunuhmu," ucapnya membuat Kenzo sungguh sangat ketakutan.
__ADS_1
"Jadi aku yang akan menemanimu disini sementara," ucapnya menepuk punggung Kenzo dengan tawa penuh kemenangan.