
mereka semua sudah sepakat untuk mengambil pendapat irsyad untuk membuat keluarga nya aman.
Irsyad lebih dulu pamit untuk menggendong Naila ke kamar mereka begitu pun dengan Erza yang sudah pergi ke kamar nya.
kini tinggal kedua orang tua Naila dan irsyad di raung tamu beserta Oma.
Ibu Naila yang sedari tadi ingin bertanya keganjalan di benak nya langsung mengatakan nya saat irsyad dan Naila sudah pergi ke kamar nya.
" Rin kenapa Naila seperti itu , dia sangat manja dan sudah tidak bersikap sopan " ucap ibu Naila yang tidak tau dengan perubahan sikap putri nya.
" iya , padahal saya dari dulu selalu mengajarkan hal baik kepadanya tapi saya sebagai ayah nya baru pertama kali melihat nya bersikap seperti itu , dia bahkan tidak merasa takut saat aku pelototin karena sikap nya " ucap ayah nya.
" mungkin Naila lagi kecapean makanya dia ketiduran tadi " ucap pak Andi.
" stop , aku ingin bicara " ucap Oma.
" aku yang akan mengatakan nya Oma " ucap Bu Rin.
" memangnya kamu siapa hah , dia cucu ku " ucap Oma tegas.
" dia menantuku dan suami nya putra kandung ku " ucap Bu Rin.
__ADS_1
" ada apa sih , kalian kalau bertemu bisa akrab gak sih" ucap pak Andi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Naila kayak nya hamil " ucap Bu Rin dengan cepat agar gak keduluan sama Oma.
" hah ?? satu kata yang keluar dari mulut ayah dan ibu Naila sangat syok mendengar nya.
" apa bisa kamu katakan sekali lagi ?? tanya papi yang juga belum tau apa apa.
" hei bodoh , kenapa kamu menyimpulkan nya langsung , tapi Oma juga merasa Naila memang lagi hamil , dia sudah berperilaku aneh sejak makan pagi tadi " ucap Oma.
ibu Naila melangkah ke arah bu Rin dengan wajah yang tidak percaya.
" Rin benar kah ?? tanya Bu Afra dan di angguki oleh sahabat lamanya tersebut yang refleks saja membuat Bu Afra memeluknya erat.
" ahhhg , kamu mau membunuh ku bodoh" teriak Bu Rin.
" Bu , ibu " ucap Bu Ghibran tegas dan menarik istri nya merasa tidak enak dengan keluarga Irsyad.
" kenapa kamu tidak membunuh nya sekalian , aku bosan melihat nya hidup " ucap Oma membuat Bu Rin menatap Oma kesal.
" hehehe kasihan Oma , nanti Rin Ndak bisa lihat cucu nya " ucap Bu Afra.
__ADS_1
" tapi walaupun kalian merasa Naila hamil itu belum pasti , itu hanya tebakan kalian saja , lebih baik besok suruh Irsyad beli alat untuk cek kehamilan itu , papi lupa namanya ahg " ucap pak Andi
" test pack " ucap Bu Rin dan Bu Afra kompak.
" nah itu , besok suruh dia " ucap pak Andi.
.....
hari dimana Naila dan Irsyad menjadi pengganti CIO di perusahaan tiba , Irsyad lebih dulu mengantar Naila ke perusahaan ayah nya.
Irsyad langsung melajukan mobilnya saat Naila sudah turun dia tidak ingin jika media melihat nya nanti , ayah Naila sudah mengatur semuanya dan juga ayah Naila sudah menunggu Putri nya hingga Naila sudah tidak perlu Bingung harus kemana.
Naila sebenarnya tidak ingin ditinggalkan oleh suaminya tapi Irsyad berusaha tenaga membujuk nya dan Pada akhirnya Naila menurut.
tak lama Irsyad sudah sampai di perusahaan ayah nya , Irsyad sudah ditunggu oleh penjaga suruhan papi nya.
singkat cerita kini pergantian CIO pun sudah selesai begitupun di perusahaan ayah Naila , saat pelantikan Irsyad sudah didampingi oleh Erza yang akan menjadi asisten nya.
Papi nya merasa senang sekarang sudah bisa rehat , putra nya sudah tumbuh dan sudah menjadi penerus nya Sekarang.
__ADS_1
JIKA ADA KESALAHAN MOHON MAAF , AUTHOR KURANG PAHAM DENGAN HAL PERGANTIAN CIO