
Irsyad yang sudah tak tahan dengan Rasa panas di tubuh nya , ***** nya sudah semakin menggila membuat nya segera berlari ke Arah Kamar Mandi dan mengetok-ngetok kamar mandi dengan cukup keras.
" Sabar , masih Mandi kak " teriak Naila dari dalam tapi Irsyad yang sudah kebakaran hawa ***** terus mengetok ngetok pintu kamar Mandi tersebut membuat Naila yang berada didalam sana mengomel.
" Sabar lah sedikit , kalau kamu mau mandi ada kamar mandi di samping " teriak lagi Naila dengan kesal
" Naila Tolonggg " teriak Irsyad
" kamu kenapa kak ?? tanya Naila dari dalam
" cepat lah keluar , ku mohon , aku tidak sanggup lagi menahan nya " ucap Irsyad dengan suara yang sudah tergesa gesa.
Tak Lama Naila keluar dengan baju jaring jaring yang di tutupi handuk oleh nya , tanpa banyak basa basi Irsyad langsung mencium bibir Naila dengan sangat Rakus , Naila tak bisa mengeluarkan kata kata pun mulutnya sudah di tutupi oleh mulut suaminya , Naila hanya memukul mukul Dada bidang suami nya.
Irsyad melepaskan pelukannya dengan nafas yang terengah-engah dan menatap Naila
__ADS_1
" tolong " ucap Irsyad
" kakak kenapa tiba tiba seperti itu , kasar sekali lagi " ucap Naila .
" aku di beri obat kuat oleh ibu , ibu menipuku jika obat itu vitamin " ucap Irsyad lagi dan langsung menggendong Istri nya untuk ke tempat yang lebih empuk untuk berolahraga malam.
Irsyad dengan cepat merobek lingerie yang dikenakan istri nya , mata Irsyad tertutup oleh ***** yang sangat membara.
Irsyad m€lum4t Gunun9 k£mbar milik istri nya seperti dikejar anjing , lidah nya sangat cepat menjilat kesana dan kemari.
" Ahhg " pekik Naila karena tidak menyangka sang suami akan langsung menusuk nya , karena sudah beberapa kali mereka melakukan nya , suami nya pasti akan lebih dulu menggesek gesek ular piton bin otong di bagian luar gua buaya.
Irsyad dengan kecepatan 100 km/ jam mulai memompa mompa nya hingga membuat Naila hanya bisa mengeluarkan suara suara rintihannya , Naila sudah beberapa kali mengerang tanda buaya yang ada didalam sana sudah muntah beberapa kali, tapi berbeda dengan ular piton suami nya yang belum ada tanda tanda akan muntah , Ular piton seperti kesurupan melakukan perlombaan muntah muntahan ,
" kak , aku sudah sangat lelah " ucap Naila yang sudah tidak sanggup lagi dengan suami nya yang belum ada tanda tanda untuk berhenti.
__ADS_1
Irsyad tidak mendengar kan nya dan melanjutkan aksinya , sekitar 2 jam mereka melakukan nya hingga Irsyad dengan keringat yang membasahi tubuh nya menyemprot kan muntahan piton kedalam gua buaya , Banyak muntahan piton yang keluar dari sana karena terlalu banyak hingga lebar gua buaya tidak mampu menampung nya.
" ibu sangat tega " ucap Irsyad dengan nafas tersengal-sengal.
" aku ingin sekali pingsan kak , aku sangat lelah " ucap Lirih Naila dengan mata yang terpejam , rasa dibawa gua buaya masih terasa ada yang mengalir keluar.
" ibu mu sungguh membuat ku kepanasan " saut Irsyad lirih
tak lama setelah itu ular piton nya kembali berdiri tegak membuat Irsyad membulat kan matanya
" ahhhggg " teriak Naila saat membuka matanya terlihat jelas ada Monas yang berdiri tegak disana , membuat nya kembali menutup matanya.
" aduh " pekik Irsyad karena dia dengan bodoh nya menjentik ular piton nya
" Naila sekali lagi ,tolong , aku tidak bisa bernafas jika dia terus berdiri " ucap Irsyad yang membuat Naila menggeser tubuhnya untuk menjauh tapi Irsyad langsung membekap tubuh nya
__ADS_1
Ronde kedua pun kembali terjadi malam itu , dan semua yang di rencanakan ibu Naila berhasil , sebenarnya ibu Naila diperintahkan oleh sahabat nya , yaitu mami Irsyad sendiri , Bu Afra tidak sampai berfikir seperti itu untuk mendapatkan cucu untung saja sahabat nya itu punya akal yang jail.